alexametrics

44 Hari Jalan Kaki Sumut-Jakarta, Presiden Jokowi Didesak Temui Tim 11 Penolak PT TPL

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
44 Hari Jalan Kaki Sumut-Jakarta, Presiden Jokowi Didesak Temui Tim 11 Penolak PT TPL
Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

"Pencemaran lingkungan kepada masyarakat bau yang luar biasa yang sudah dialami oleh masyarakat sudah puluhan tahun..."

Suara.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Nur Hidayati meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk bisa menemui sejumlah aktivis dan masyarakat adat yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL. Guna mendesak PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup karena merusak lingkungan, mereka menggelar aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta selama 44 hari. 

"Sesungguhnya kita saat ini semua dalam rasa senasib sepenanggungan kita bersolidaritas kepada kawan-kawan tim 11 untuk memastikan bersama-sama presiden pemimpin negara ini bersedia menemui kawan-kawan dari tim 11 yang sudah jauh-jauh datang selama puluhan hari di tengah pandemi masih terus memiliki semangat untuk mempertahankan wilayahnya," kata Nur dalam konferensi pers daring, Jumat (30/7/2021). 

Nur menjelaskan, PT TPL sejak masih bernama Indorayon sudah memberikan kesengsaraan dan penderitaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Kawasan Danau Toba.

"Pencemaran lingkungan kepada masyarakat bau yang luar biasa yang sudah dialami oleh masyarakat sudah puluhan tahun. Peristiwa-peristiwa kekerasan pelanggaran HAM adalah potret bagaimana negara ini mengelola dan memperlakukan masyarakat adat," tuturnya. 

Baca Juga: Anak Dibatalkan Lulus Bintara Polri, Bapak Mengadu ke Presiden Jokowi

Nur kemudian menceritakan bagaimana perjuangan kawan-kawan sejak beberapa tahun lalu yang mendesak juga untuk menutup PT TPL kala bernama Indorayon. 

Kala itu, kata dia, Presiden dijabat oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sependapat untuk menutup perusahaan tersebut. 

Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. (Ist)
Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. (Ist)

"Benar-benar mendengarkan suara rakyat benar memperhatikan apa yang selama ini disuarakan oleh masyarakat tanpa henti-hentinya tanpa putus," tuturnya. 

Untuk itu, Walhi serta elemen perjuangan lainnya mendesak juga agar Jokowi lebih peka mendengarkan aspirasi rakyat. Menurutnya, Jokowi jangan hanya mendengarkan suara-suara perusahaan. 

"Semoga dipenuhi kewajibannya untuk meminta kepada negara benar-benar memperhatikan suara dari rakyatnya bukan hanya suara-suara dari perusahaan yang selama ini terbukti tidak memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan hidup," tandasnya. 

Baca Juga: Kirim Doa, Apa Benar SBY Sudah Hopeless Atas Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi?

Aksi Tutup TPL

Komentar