Buku Pelajaran Baru di China Mengungkap Arah Masa Depan China

Siswanto | ABC | Suara.com

Jum'at, 26 November 2021 | 14:13 WIB
Buku Pelajaran Baru di China Mengungkap Arah Masa Depan China
Foto Presiden Xi Jinping dan patung Mao Zedong bersisian di sebuah toko sovenir di Beijing, Selasa (27/2). [AFP/Greg Baker]

Suara.com - Ketika siswa di China kembali ke ruang kelas pada bulan September, mereka diberikan serangkaian buku teks baru yang menguraikan filosofi politik presiden China Xi Jinping atau disebut "Kakek Xi".

Setiap buku teks tentang 'Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik China untuk Era Baru', nama resmi filosofi politik Xi, disesuaikan untuk siswa-siswi di tingkat dasar, menengah, dan tinggi.

"Pemikiran Xi Jinping" diabadikan ke dalam Konstitusi Partai Komunis China (PKC) pada tahun 2017.

Meskipun tujuan utamanya adalah untuk tetap berkomitmen mereformasi dan membangun "masyarakat yang makmur", realitas filosofi politik ini adalah pengetatan disiplin partai dan pembatasan kebebasan sosial.

Walaupun buku teks sebelumnya berfokus pada Partai Komunis China, versi barunya berpusat pada pemimpin tertinggi China.

Dengan cara ini, mereka dinilai mencerminkan kultus kepribadian yang berkembang dari Xi Jinping, dan secara menakutkan mengingatkan pada era bapak pendiri China, Mao Zedong.

Kemunculan pengkultusan Xi Jinping

Menurut Komite Buku Teks Nasional China, "buku pelajaran ini mencerminkan keinginan Partai Komunis China dan bangsa itu yang secara langsung berdampak pada arah dan kualitas pengembangan bakat".

Secara khusus, Komite itu menyatakan:

"

"Sekolah dasar harus mendorong cinta dan pemahaman yang benar untuk Partai, negara dan sosialisme pada siswa."

"

Kemakmuran, patriotisme, dan persahabatan adalah beberapa nilai inti sosialisme yang disoroti dalam buku teks tersebut.

Dengan menargetkan anak-anak, julukan "Kakek Xi" adalah bagian dari strategi berkelanjutan untuk menciptakan pengkultusan di China.

Rezim otoriter seperti Uni Soviet juga menggunakan tokoh kakek, yakni "Kakek Lenin", sebagai bagian dari propaganda yang ditujukan kepada anak-anak. Ini meningkatkan kultus kepribadian Lenin di seluruh negara Soviet.

Ilmuwan politik Pao-min Chang mendefinisikan kultus kepribadian sebagai:

"

"Peningkatan artifisial dari status dan otoritas satu orang … melalui penciptaan, proyeksi, dan penyebaran citra dewa yang disengaja."

"

Seperti Lenin, kultus kepribadian Mao Zedong muncul selama Revolusi Kebudayaan Tiongkok (1966–1976).

Para pemimpin Deng Xiaoping, arsitek reformasi ekonomi China, dan Wen Jiabao, yang menjadi Perdana Menteri antara tahun 2003 dan 2013, dikenal sebagai "Kakek Deng" dan "Kakek Wen". Akan tetapi, mereka tidak secara terang-terangan mendorong citra ini.

Xi mengingatkan orang pada Mao dalam upayanya membangun kultus kepribadian di sekitar dirinya. Sejak berkuasa, ia telah mengembangkan citra sebagai "seorang rakyat" dalam upaya untuk membuat otoritarianismenya lebih gamblang kepada massa.

Anak-anak kecil yang 'merah' dan Kakek Xi

Buku pelajaran sekolah dasar yang baru menekankan pada kebijaksanaan, keramahan, dan kepedulian Xi terhadap anak-anak. Tanda-tanda awal strategi ini terlihat dalam video propaganda pemerintah, Kakek Xi adalah Teman Besar Kita, yang beredar online pada tahun 2015.

Video tersebut direkam di Sekolah Dasar Yan'an Yucai di Shaanxi. Lokasi ini penting karena sekolah ini didirikan oleh Mao Zedong pada tahun 1937.

Dalam video tersebut, Xi tidak ditampilkan sebagai figur otoritas yang jauh. Sebaliknya, Kakek Xi adalah "teman besar" yang peduli. Anak-anak menyanyikan bahwa "senyum hangat"-nya "lebih cerah dari matahari". Tampilan anak-anak yang melambaikan bunga matahari, dan lirik yang menggambarkan kunjungan Xi yang "lebih baik daripada kehangatan musim semi" berfungsi untuk menonjolkan sifatnya yang ramah.

Yang terpenting, anak-anak bernyanyi tentang perlunya "belajar dengan rajin" untuk "mencapai Impian China". Impian ini adalah visi Xi agar China menjadi masyarakat yang sejahtera.

Anak-anak memakai selendang merah dan bintang merah di video. Simbol-simbol ini mewakili bendera nasional. Warna merah menandakan darah para martir revolusioner. Mereka mengingatkan anak-anak tentang hubungan mereka dengan bangsa dan Partai.

Xi mengenakan selendang merah dalam video tersebut. Dalam satu adegan, ia menempatkan selendang merah di atas bahu seorang anak. Aksesori dan gerakan ini juga digambarkan dalam buku pelajaran sekolah dasar tahun 2021. Aksi menyandangkan selendang pada seorang anak menandakan anak-anak yang bahagia memenuhi visi Kakek Xi.

Perintis Muda Partai Komunis China

Buku pelajaran untuk siswa sekolah dasar itu berisi foto-foto Xi menanam pohon bersama anak-anak dan kunjungan pada mereka di sekolah.

Dalam buku-buku tersebut ada pernyataan-pernyataan seperti:

"

"Kakek Xi Jinping sangat sibuk dengan pekerjaan, tetapi terlepas dari kesibukannya, dia tetap bergabung dengan aktivitas kami dan peduli dengan pertumbuhan kami."

"

Xi berbagi kenangan penuh emosional ketika bergabung dengan Perintis Muda China — organisasi pemuda PKC — pada tahun 1960. Dia kemudian mengajak pembaca untuk menggambarkan perasaan mereka sendiri tentang menjadi bagian dari Perintis Muda, sehingga mendorong kaum muda untuk bergabung.

Buku teks menggunakan ilustrasi komik untuk membuat konten ideologis lebih menarik. Dalam beberapa ilustrasi ada siswa yang duduk di meja saling mengajarkan harapan Kakek Xi untuk menjadi orang yang "bermoral baik" dan yang "rajin dan hemat".

Buku-buku tersebut juga menekankan pentingnya mengembangkan pengetahuan tentang "sains dan teknologi", serta menjadi "kreatif dan inovatif".

Anak-anak harus mengembangkan identitas kewarganegaraan yang baik untuk menjadi apa yang disebut oleh buku tersebut sebagai "pembangun dan penerus sosialisme yang berkualitas". Retorika anak-anak sebagai harapan bangsa ini telah digunakan sejak akhir abad kesembilan belas.

Penekanan pada "kualifikasi" menunjukkan bahwa anak-anak harus memenuhi harapan yang ditetapkan oleh Xi. Buku pelajaran menyiratkan bahwa ini hanya mungkin karena kakek Xi terus merawat mereka.

Citra Kakek Xi sebagai "teman besar" ini adalah bentuk propaganda yang lebih lembut daripada yang terlihat selama Revolusi Kebudayaan Mao. Propaganda yang ditujukan kepada anak-anak selama Revolusi Kebudayaan memposisikan Partai sebagai orang tua pengganti.

Ini juga menyoroti kekerasan anak-anak saat mereka berjuang untuk tujuan sosialis. Barisan Muda Merah menyanyikan lagu-lagu patriotik dan membaca Buku Merah Kecil. Ritual ini mendorong kultus kepribadian Mao.

Masih harus dilihat apakah kurikulum sekolah baru ini merupakan tandamendewakan Xi di masa depan.

Shih-Wen Sue Chen adalah Dosen Senior Penulisan dan Sastra di Deakin University. Sin Wen Lau adalah Dosen Senior Studi China di Universitas Otago. Cerita ini pertama kali diterbitkan di The Conversation.

Artikel ini diproduksi oleh Mariah Papadopoulos dari ABC News .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serahkan Buku ke Megawati, Presiden China Xi Jinping Sampaikan Sejumlah Pesan, Begini Isinya

Serahkan Buku ke Megawati, Presiden China Xi Jinping Sampaikan Sejumlah Pesan, Begini Isinya

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 07:42 WIB

Arab Saudi dan China Gelar KTT, Ini Tujuannya!

Arab Saudi dan China Gelar KTT, Ini Tujuannya!

Your Say | Rabu, 07 Desember 2022 | 16:32 WIB

Momen Xi Jinping Marahi PM Kanada di Bali karena Bocorkan Percakapan ke Media

Momen Xi Jinping Marahi PM Kanada di Bali karena Bocorkan Percakapan ke Media

Video | Kamis, 17 November 2022 | 19:05 WIB

Presiden China Xi Jinping Tegur Perdana Menteri Kanada  Justin Trudeau di KTT G20 Imbas Obrolan Mereka Bocor ke Media

Presiden China Xi Jinping Tegur Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di KTT G20 Imbas Obrolan Mereka Bocor ke Media

Your Say | Kamis, 17 November 2022 | 13:49 WIB

Xi Jinping Perintahkan Tentara China Siap Berperang

Xi Jinping Perintahkan Tentara China Siap Berperang

News | Kamis, 10 November 2022 | 15:06 WIB

PM Australia Albanese Bersedia Bertemu Presiden China Xi Jinping di Bali

PM Australia Albanese Bersedia Bertemu Presiden China Xi Jinping di Bali

News | Rabu, 09 November 2022 | 12:49 WIB

Presiden China Xi Jinping Akan Tinjau Kereta Cepat Bandung, Jokowi: Masih Dibicarakan

Presiden China Xi Jinping Akan Tinjau Kereta Cepat Bandung, Jokowi: Masih Dibicarakan

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:07 WIB

Belum Muncul ke Publik, Rumor Kudeta Presiden China Beredar Luas di Media Sosial

Belum Muncul ke Publik, Rumor Kudeta Presiden China Beredar Luas di Media Sosial

News | Senin, 26 September 2022 | 14:02 WIB

Profil Xi Jinping, Presiden China Lulusan Teknik Kimia Kabarnya Dikudeta

Profil Xi Jinping, Presiden China Lulusan Teknik Kimia Kabarnya Dikudeta

News | Minggu, 25 September 2022 | 20:53 WIB

Putin dan Xi Jinping akan Bahas Perang Ukraina saat Bertemu di Uzbekistan Pekan Ini

Putin dan Xi Jinping akan Bahas Perang Ukraina saat Bertemu di Uzbekistan Pekan Ini

News | Rabu, 14 September 2022 | 12:34 WIB

Terkini

2 Warga Yerusalem Membelot, Kirim Data Penting Israel ke Iran

2 Warga Yerusalem Membelot, Kirim Data Penting Israel ke Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:27 WIB

Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?

Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:22 WIB

Kapal Induk AS Mundur dari Palagan Perang Timur Tengah

Kapal Induk AS Mundur dari Palagan Perang Timur Tengah

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:00 WIB

Momen Didit Anak Presiden Prabowo Dapat Kejutan Kue Ultah dari Megawati dan Puan Maharani

Momen Didit Anak Presiden Prabowo Dapat Kejutan Kue Ultah dari Megawati dan Puan Maharani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:00 WIB

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:00 WIB

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:48 WIB

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:56 WIB

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:53 WIB

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:49 WIB

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB