alexametrics

Ridwan Kamil Masuk Parpol Tahun Depan, Bocorannya: Kudu Pancasilais

Rendy Adrikni Sadikin
Ridwan Kamil Masuk Parpol Tahun Depan, Bocorannya: Kudu Pancasilais
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bertemu dengan pemimpin media massa se-Yogyakarta di Heritage Resto, Prambanan, Sleman, DIY, Kamis (12/2/2021).

Ridwan Kamil memberikan bocoran parpol yang akan menjadi pilihannya tahun depan.

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan kode bakal bergabung ke partai politik tahun depan. Hal ini terkait dengan peluangnya maju pemilihan presiden 2024.

Awalnya, Kang Emil--sapaan karib Ridwan Kamil--berbicara soal peluang dirinya maju dalam pemilihan presiden 2024. Kang Emil mengaku dihadapkan pada dua pintu berbeda dalam kariernya.

"Pintu pertama yakni melanjutkan periode 2, karena saya gubernur baru satu periode. Berarti di 2024, saya mengikuti pilgub lagi untuk lima tahun mendatang," ujar Ridwan Kamil dalam acara Fisipol Leadership Forum: Road to 2024, Kamis (12/2/2021).

"Atau pintu kedua, kepemimpinan nasional karena pak Jokowi kan selesai 2 periode. Berarti siapakah yang melanjutkan? Bisa dari kepala daerah, bisa dari para menteri, partai politik atau sumber kepemimpinan lainnya."

Baca Juga: Ridwan Kamil Siap Maju di Pilpres 2024, Buruh: Jangan Harap Jadi Presiden!

Ridwan Kamil mengatakan ada 3 syarat untuk menjadi pemimpin di Indonesia. Pertama, Elektabilitas atau kesukaan. Kedua, ada logistik. Ketiga, partai yang mengusung karena sistem demokrasinya.

"Nah, yang kedua saya belum punya, apalagi untuk pilpres butuh duit triliunan. Yang saya miliki sekarang adalah harta nomor satu, yakni elektabilitas dan kesukaan. Ternyata, setelah saya teliti, elektabilitas dan kesukaan itu berbanding lurus dengan kinerja," ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil melanjutkan, jika diusung partai, tidak akan menolak. Namun, jika tidak ada partai yang mengusung, menurut Ridwan Kamil, yang paling realistis adalah melanjutkan periode ke-2 sebagai gubernur.

"Kalau ada partai yang butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung, ya saya bismillah. Maka, saya putuskan tahun depan saya akan masuk parpol," tegas Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil pun memberikan bocoran partai seperti apa yang akan dipilih. Dia memastikan pilihannya akan jatuh ke partai yang paling Pancasilais dan menganut politik jalan tengah.

Baca Juga: Bantu Beban Buruh akibat UMK 2022 Tak Naik, Pemkab Bandung Barat Bakal Lakukan Ini

"Warna yang mana, apakah warna taplak ini, atau warna baju satpam, atau baju hijab merah, yang pasti yang pancasilais, saya akan di situ. Karena menurut saya, Pancasila itu harga mati, tidak boleh ke kiri atau ke kanan, politik jalan tengah yang saya pilih. Bagi saya, dengan memilih tengah, bisa merangkul yang terlalu kanan dan merangkul yang terlalu kiri," ujar dia.

Dengan tegas, Ridwan Kamil mengatakan, jika ingin mencalonkan diri, dia menunggu pintu tersebut terbuka.

"Saya tidak bisa membuka kunci, karena yang membuka kunci bukan saya. Dengan dua kali pilkada, saya memiliki cara untuk memenangkan kompetisi demokrasi lah, bismillah."

Komentar