Minta Tunarungu Bicara, Berikut Penjelasan Mensos Risma

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:55 WIB
Minta Tunarungu Bicara, Berikut Penjelasan Mensos Risma
Mensos, Tri Rismaharini. (Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini akhirnya buka suara terkait tudingan yang menyebut bahwa dirinya memaksa seorang anak yang menyandang tunarungu untuk berbicara di hadapan publik pada saat peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Risma mengaku tak punya niatan sedikit pun untuk memaksa tunarungu berbicara. Justru, Risma ingin para penyandang tuna rungu berdaya saat menghadapi kondisi berbahaya.

"Saat saya menjadi Wali Kota (Surabaya-red), saya punya pengalaman itu ada anak tuna rungu diperkosa. Itu yang saya sedih, makanya kemarin saya ajarkan (tunarungu berbicara-red), minimal dia bisa bilang tolong," tutur Risma sambil meneteskan air mata kepada awak media di ruang kerjanya di Kantor Kemensos pada Kamis, (2/12/2021).

Pada kesempatan tersebut, Risma juga bercerita pernah mengenal Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Angkie Yudistia yang sebelumnya tidak bisa berbicara dan harus menggunakan bahasa isyarat. Namun setelah berlatih lama, kini Angkie bisa berbicara dengan jelas.

"Saya kenal dengan mbak Angkie itu sudah lama sekali, saat itu mbak Angkie bicaranya belum jelas. Kemudian saya ketemu lagi setelah sekian tahun, tepatnya saat saya menjadi menteri. Terus saya bilang, lho kok mbak Angkie sekarang bisa ngomong yah. Nah ternyata dia melatih diri terus," urai Risma.

Berangkat dari hal tersebut, Risma pun meyakini bahwa para penyandang tunarungu bisa berbicara selama dilatih terus-menerus. Dia juga yakin bahwa kemampuan mereka berbicara akan berguna, apalagi ketika dihadapi dengan kondisi berbahaya.

"Aku kemarin ingin dia coba, aku pengen dia bilang tolong. Setidaknya dia bisa bilang tolong. Di luar sana itu keras sekali. Bagaimana kalau itu terjadi pada keluarga kita," lirih Risma.

Sebelumnya, Risma dikritik seorang pria Tunarungu karena dinilai memaksa seorang anak yang menyandang tunarungu untuk berbicara di hadapan publik.

Dalam video yang tayang di kanal Youtube Kemensos RI tampak Risma meminta seorang anak penyandang tunarungu untuk berbicara di acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Hal itu lantas dikritik oleh pria yang juga menyandang tunarungu. Pria tersebut bernama Stefanus, perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan tunarungu Indonesia (Gerkatin).

baca juga

Pria tersebut tampak berbicara menggunakan bahasa isyarat yang kemudian diterjemahkan langsung oleh juru bicara bahasa isyarat.

"Ibu. mohon maaf, saya mau berbicara dengan ibu sebelumnya. Bahwasanya anak tuli itu memang menggunakan alat bantu dengar tapi tidak untuk kemudian dipaksa bicara. Tadi saya sangat kaget ketika ibu memberikan pernyataan. Mohon maaf, Bu, apa saya salah?" ucap Stefanus.

"Nggak, nggak," jawab Risma.

"Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami, bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kami, mungkin seperti alat bantu dengar. Kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga," kata Stefanus.

Risma pun menjawab kritik dari Stefanus. Ia mengaku memaksa para penyandang tunarungu yang ada di lokasi itu untuk berbicara.

"Stefan, ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita. Yang ingin ibu ajarkan kepada kalian terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisa, sebetulnya tidak mesti bisu," ujar Risma.

"Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi," kata Risma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Risma Bentuk Komisi Disabilitas: Dengan Adanya Komisi Ini Beban Saya Berkurang

Mensos Risma Bentuk Komisi Disabilitas: Dengan Adanya Komisi Ini Beban Saya Berkurang

Jatim | Kamis, 02 Desember 2021 | 17:18 WIB

Heboh Mensos Risma Paksa Penyandang Tunarungu Bicara, Tuai Kecaman

Heboh Mensos Risma Paksa Penyandang Tunarungu Bicara, Tuai Kecaman

News | Kamis, 02 Desember 2021 | 16:39 WIB

Bisa Lewat Situs Online, Begini Cara Cek Bansos dengan Mudah

Bisa Lewat Situs Online, Begini Cara Cek Bansos dengan Mudah

Jabar | Kamis, 02 Desember 2021 | 15:52 WIB

Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Buatan Kemensos Resmi

Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Buatan Kemensos Resmi

Jabar | Kamis, 02 Desember 2021 | 15:20 WIB

Dinilai Mampu Ringankan Beban Masyarakat, Mensos Dianugerahi GATRA Awards 2021

Dinilai Mampu Ringankan Beban Masyarakat, Mensos Dianugerahi GATRA Awards 2021

News | Kamis, 02 Desember 2021 | 09:48 WIB

KND Jadi Bukti Nyata Komitmen Pemerintah  Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

KND Jadi Bukti Nyata Komitmen Pemerintah Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

News | Kamis, 02 Desember 2021 | 09:34 WIB

Terkini

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 06:50 WIB

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

×