alexametrics

Inilah 3 Tanda Dicintai Allah SWT, Apakah Kalian Merasakan?

Rifan Aditya
Inilah 3 Tanda Dicintai Allah SWT, Apakah Kalian Merasakan?
Inilah 3 Tanda Dicintai Allah SWT - Ilustrasi Berdoa Kepada Tuhan. (pixabay.com)

Sebenarnya ada beberapa hal yang jadi tanda dicintai oleh Allah SWT yang bisa kita lihat dan rasakan.

Suara.com - Siapa yang tak ingin dicintai oleh Allah SWT, sang Maha Pencipta apapun itu. Dicintai dan disayangi oleh Allah SWT tentu saja menjadi impian tertinggi bagi setiap hamba. Karena tidak ada rasa cinta dan sayang yang melebihi cinta dan sayang milik Allah SWT. Sebenarnya ada beberapa hal yang jadi tanda dicintai oleh Allah SWT yang bisa kita lihat dan rasakan. 

Bagaimana kita mengetahui apakah Allah SWT mencintai dan menyayangi kita atau tidak? Dalam sebuah hadits Nabi SAW, Beliau bersabda:

“Apabila Allah SWT mencintai seorang hamba maka Dia menyeru Jibril: Sesungguhnya Allah SWT mencintai Fulan maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit: Sesungguhnya Allah SWT mencintai si Fulan maka cintailah ia, maka penduduk langit pun mencintainya. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penduduk di muka bumi", (HR Al-Bukhari).

Melansir sebuah tayangan di kanal YouTube Kalam-Kajian Islam yang diunggah pada 25 November 2021, Gus Baha menyampaikan tentang 3 tanda seorang hamba dicintai oleh Allah SWT. Apa saja 3 tanda dicintai Allah SWT itu? Mari temukan jawabannya di bawah ini. 

Baca Juga: Begini Reaksi Gus Baha Saat Melihat Hantu Pocong Pertama Kali

Gus Baha menyampaikan, bahwa ciri utama berpikir secara qur'ani adalah kita mencari sifat-sifat wali Allah. Dan ternyata sifat wali Allah itu kalau melakukan kebaikan tergesa-gesa, dan kalau sifat orang munafik itu kalau melakukan kebaikan bermalas-malasan.

"Kata Abdul Muin, kalau kamu sholat kudu ono kesusune, kamu biar tidak terkategori munafik", ujar Gus Baha. 

Salah satu tanda orang munafik adalah saat akan sholat, ia bermalas-malasan. Cara menjadi orang pemikir Qur'an adalah, sifatnya orang baik dikumpulkan, lalu dilakukan. Kemudian sifatnya orang buruk dikumpulkan, lalu dihindari. 

"Misalnya Allah cerita fir'aun, fir'aun itu penyakitnya apa saja, ia merasa tercukupi semua. Tapi sifatnya orang baik itu merasa fakir, merasa nggak siapa-siapa didepan Allah SWT. Sehingga keangkuhan itu sifat fir'aun, merasa fakir merasa tidak siapa-siapa adalah sifatnya orang baik", jelas Gus Baha. 

Salah satu penjelasan dalam Al-Quran yang terpenting adalah mengenai golongan yang dicintai Allah SWT. Golongan yang dicintai oleh Allah ini adalah golongan yang beruntung di dunia dan juga akhirat. Mereka akan mendapatkan pertolongan dari segala kesulitan, kabar gembira, dan juga segala kesedihan, keamanan dari segala ketakutan serta kepastian dari setiap keraguan. 

Baca Juga: Cerita Gus Baha Punya Tetangga Sombong Tapi Disukai

  • Golongan yang pertama adalah orang yang bersabar. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya,"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar".
  • Golongan yang kedua adalah orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman yang artinya, “…Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang yang bertakwa", (QS At Taubah: 07).
  • Golongan yang ketiga adalah orang yang berbuat kebaikan. Sesuai firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 13 yang artinya, “…Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat baik".

Terdapat sebuah hadits yang menjelaskan tentang 3 amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT disebutkan dari Abu 'Abdirrahman 'Abdullah bin Mas'ud RA. "Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, 'Amal apa yang paling dicintai Allah Ta'ala?' lalu Beliau Rasulullah SAW menjawab: 'Sholat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah SWT', (HR. Bukhari dan Muslim)".

Nah itulah beberapa tanda dicintai Allah SWT. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi muslim yang masuk dalam golongan yang dicintai Allah SWT itu.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Komentar