alexametrics

Jenderal Dudung Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Waketum MUI: Saya Senang KSAD Bicara Agama

Aprilo Ade Wismoyo
Jenderal Dudung Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Waketum MUI: Saya Senang KSAD Bicara Agama
KSAD Dudung Abdurrachman (Youtube)

Anwar Abas lantas mengingatkan KSAD Dudung untuk fokus pada tugasnya.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas angkat bicara soal pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menyebut Tuhan bukan orang Arab.

Sebelumnya, KSAD Dudung Abdurachman dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier menyebut selalu berdoa menggunakan bahasa Indonesia karena Tuhan bukan orang Arab.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Anwar Abas menyebut senang karena Jenderal Dudung bicara soal agama. Namun ia juga mengingatkan agar mantan Pangdam Jaya itu tak salah menafsirkan ajaran agama Islam.

"Saya senang KSAD bicara tentang masalah agama. Tapi kalau bisa beliau jangan sampai berbuat salah dalam menafsirkan, dan memahami serta menjelaskan ajaran agama Islam tersebut," kata Anwar Abbas di Jakarta Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Turun Tangan Pantau Reuni 212! KSAD Dudung Abdurachman: Prajurit TNI Siap Antisipasi

Meskipun tak secara gamblang mengomentari pernyataan KSAD Dudung yang menyebut Tuhan bukan Orang Arab, Anwar Abbas meminta Jenderal Dudung untuk berjaga -jaga agar tak terpleset lidah.

Anwar Abbas meminta Jenderal Dudung untuk fokus menjalankan tugas pokoknya sebagai KSAD.

"Oleh karena itu, saya lebih cenderung menyarankan beliau untuk lebih fokus kepada apa yang menjadi tugas utama beliau," pintanya.

Anwar Abas (Istimewa)
Anwar Abas (Istimewa)

Anwar Abbas juga meminta Dudung untuk fokus memberantas gerakan separatis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"KSAD seharusnya lebih banyak bicara tentang hal tersebut, terutama bagaimana caranya supaya kita bisa menumpas gerakan separatis tersebut sehingga keutuhan dan persatuan kita sebagai bangsa dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya.

Baca Juga: Antisipasi Massa Reuni 212, Ini yang Dilakukan KSAD Dudung Abdurachman

"Tentara terutama KSAD harus bisa melakukan gerak cepat untuk memadamkannya. Sebab, kalau apinya sudah besar dan membesar maka tidak mustahil Papua juga akan bisa bernasib sama dengan Timor Timur. Dan hal itu tentu jelas sangat-sangat tidak kita inginkan," pungkasnya.

Komentar