alexametrics

Jokowi Ungkap Alasan Kebijakan Penanganan Covid-19 Berubah-ubah

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Ungkap Alasan Kebijakan Penanganan Covid-19 Berubah-ubah
Presiden Jokowi. [Foto Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari, kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 selama 1,5 tahun selalu berubah-ubah.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari, jika kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 selama 1,5 tahun selalu berubah-ubah.

Kebijakan tersebut mulai dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga kemudian berganti nama menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Pengalaman kita selama 1,5 tahun ini dalam menggarap lapangan strategi berubah-ubah. Dulu awal masih daerah melaksanakan sendiri PSBB, berubah kita menjadi PPKM mikro, berubah PPKM darurat, berubah lagi menjadi PPKM level 1 sampai level 4," ujar Jokowi dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (3/12/2021).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan, alasan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah karena virus dari Covid-19 juga mengalami perubahan dan terus bermutasi.

Baca Juga: Waspada Covid-19 Varian Omicron, Jokowi Ingatkan Polda-polda yang Jaga Perbatasan

Sehingga strategi kebijakan penanganan Covid-19 juga berubah menyesuaikan dengan kondisi.

"Banyak yang bertanya ini kok pemerintah ini kayak bingung berubah-ubah. Lah wong penyakitnya, virusnya juga berubah-ubah kok. Bermutasi, berubah-ubah kalo strategi kita tetap ya ditinggal sama virusnya kita," kata dia.

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah harus mencari cara yang tepat untuk bisa mengendalikan virus varian baru. Karena itu, pemerintah menerapkan strategi yang berubah-ubah dalam mengendalikan Covid-19. 

"Kenapa kita berubah strategi, lapangan karena virusnya ini bermutasi, berubah-ubah. Pakai cara ini tidak bisa, pakai cara ini tidak bisa, selalu berubah," katanya. 

Baca Juga: Dampak Pandemi, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bantul Meningkat

Komentar