alexametrics

Viral Prajurit TNI AU Usir Mertua Disabilitas, Kopral Mesman Terancam Dijerat Sanksi

Agung Sandy Lesmana
Viral Prajurit TNI AU Usir Mertua Disabilitas, Kopral Mesman Terancam Dijerat Sanksi
Tangkapan layar video oknum anggota TNI AU di Riau usir mertua disabilitas. Viral Prajurit TNI AU Usir Mertua Disabilitas, Kopral Mesman Terancam Dijerat Sanksi. [Instagram/Hillary Brigitta]

"Apabila pada kejadian tersebut ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan, maka akan dikenai sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku."

Suara.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah merespons soal video viral soal aksi prajurit TNI AU Kopral Mesman yang berperilaku kasar hingga mencoba mengusir mertuanya yang mengenakan kursi roda dari rumah. Buntut dari aksinya itu, Kopral Mesman terancam dijerat sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran. 

Menurutnya, aparat bernama Kopral Mesman tersebut sudah dimintai keterangan oleh PomAU dan Intel Lanud Roesmin Nurjadin.

Kopral Mesman merupakan anggota Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Apabila yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran, maka Kopral Mesman akan dikenakan sanksi.

"Apabila pada kejadian tersebut ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan, maka akan dikenai sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Indan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Oknum TNI AU Riau Usir Mertua Disabilitas dari Rumah Dinas, Videonya Viral

Di samping itu, Indan menuturkan kalau latar belakang kejadian itu didasari masalah keluarga. Meskipun dimintai keterangan, namun atasan Kopral Mesman, yakni Komandan Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kol Pnb Jajang Setiawan berusaha untuk melakukan mediasi.

"Kejadian dalam video tersebut berlatar belakang masalah keluarga dan sudah dimediasi oleh komandan setempat," ucapnya.

Viral

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video yang menampilkan seorang pria yang diduga anggota TNI AU di Riau bersitegang dengan wanita tua di atas kursi roda dalam rumah.

Video tersebut diunggah anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut di Instagram.

Baca Juga: Bantu Evakuasi Korban Letusan Gunung Semeru, TNI AU Kirim Pasukan Khusus

Dalam video yang dibagikan Hillary, terlihat pria bertelanjang dada mondar-mandir dalam rumah sambil berkata-kata, sedangkan nenek di atas kursi roda tampak merespons apa yang dikatakan lelaki tersebut.

Pada keterangan capton unggahan, peristiwa tersebut terjadi di Pekanbaru tepatnya di rumah dinas pria oknum TNI tersebut pada Selasa (7/12/2021).

Dari informasi yang beredar, prajurit TNI AU adalah Koptu Merman yang berdinas di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kejadian dalam video tersebut terjadi pada hari Selasa, 7 Desember 2021 sekira pukul 04.00 WIB di Rumah dinas AURI Lanud Roesmin Nurjadin Komplek Garuda, Pekanbaru.

Video berdurasi 1 menit 14 detik itu terdengar jelas suara bentakan.

"Keluar kau, keluar kau," kata oknum TNI AU itu.

Selain itu, dalam narasi yang diberikan politikus Partai Nasional Demokrat tersebut mengatakan kalau pria tanpa baju tersebut diduga oknum TNI AU Roesmin Nurjadin.

Nenek di atas kursi roda itu mencoba menasehati pria tersebut untuk tidak terus bertengkar dengan anaknya, namun pria tersebut tidak terima dan malah mencaci nenek pakai kursi roda tersebut dengan kata-kata tak mengenakkan.

"Kaki puntung bisa apa kau, keluar dari rumah saya," ucap pria dalam video itu.

Usut punya usut, ternyata perselisihan itu terjadi karena ada masalah keluarga.

Penjelasan Lanud Roesmin Nurjadin

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Sus Zukri mengatakan, kejadian berawal dari adanya konflik rumah tangga.

"Anggota tersebut adalah Koptu Merman anggota Lanud Roesmin Nurjadin, kejadian dalam video berlatar belakang masalah keluarga dan sudah dimediasi,” ungkapnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (8/12/2021).

Letkol Zukri menambahkan, kasus dalam proses penyidikan, apabila ditemukan pelanggaran Koptu Merman akan dikenakan sanksi.

"Sekarang dalam penyelidikan, bila ditemukan adanya pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tuturnya.

Komentar