Cek Fakta: Tidak Benar Pendiri BioNTech Ugur Sahin Tolak Divaksin

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 13 Desember 2021 | 11:00 WIB
Cek Fakta: Tidak Benar Pendiri BioNTech Ugur Sahin Tolak Divaksin
DW

Suara.com - Versi wawancara lama DW direkayasa seakan-akan pendiri BioNTech Ugur Sahin menolak divaksin. Faktanya adalah: vaksinasi di Jerman dimulai dengan kelompok prioritas di atas 80 tahun. Ugur Sahin sekarang sudah divaksinasi.

Sebuah posting yang beredar di Twitter, Youtube dan platform lain sejak awal Desember mengklaim bahwa Dr. Ugur Sahin, direktur utama dan pendiri BioNTech, menolak divaksin atas alasan keamanan. Klaim itu tidak benar, dan video yang ditayangkan adalah hasil rekayasa.

Ugur Sahin sudah divaksinasi dan sudah mendapatkan vaksin booster. Video rekayasa tersebut memang menunjukkan bagian dari wawancara DW pada tahun 2020.

Video berdurasi 2 menit 17 detik menunjukkan gambar Ugur Sahin, yang turut mengembangkan vaksin Covid-19, mengatakan bahwa dia belum divaksin.

Dalam 15 detik pertama, hanya Sahin yang terlihat. Lalu terdengar suara seorang reporter yang tidak terlihat kamera melemparkan pertanyaan dalam bahasa Inggris: "Izinkan saya mengajukan pertanyaan pribadi, saya tahu bahwa Anda tidak terlalu suka menjawab pertanyaan pribadi, tetapi Anda dan istri Anda Dr. Tureci memainkan peran sentral dalam perkembangan virus… Saya dengar Anda sendiri belum divaksin," lanjut reporter itu.

"Mengapa?" Dalam video itu Sahin menjawab: "Jadi, saya secara hukum tidak diperbolehkan untuk mendapat vaksin saat ini" dan selanjutnya menjelaskan bahwa di Jerman ada sistem prioritas. Pada saat video itu dibuat tahun 2020, faktanya vaksinasi di Jerman baru dimulai dengan kelompok prioritas.

Yang pertama-tama divaksinasi adalah mereka yang berusia lanjut di atas 80 tahun dan orang-orang yang berisiko tinggi tertular, serta kerabatnya.

Kemudian prioritas utama adalah mereka yang berusia di atas 70 tahun. Jadi baik Sahin maupun rekan kerjanya belum diperbolehkan mengambil bagian dalam program vaksinasi yang diatur pemerintah.

Video direkaya dengan imbuhan konten palsu Jadi Ugur Sahin tidak mengatakan bahwa dia menolak vaksin atau meragukan keamanan vaksinnya.

baca juga

Namun video hasil rekayasa yang dipelintir dan sengaja disebar itu, ingin mengesankan seolah-olah penemu vaksin Covid-19 dari Jerman itu menolak vaksinasi.

Memang benar DW melakukan wawancara dengan Ugur Sahin pada 22 November 2020. Video yang dipublikasi DW berdurasi 8 menit dan 30 detik. Ada juga wawancara dari tanggal 21 Desember 2020.

Tapi tidak ada pernyataan bahwa Ugur Sahin menolak divaksinasi. Video hoax yang disebar di berbagai platform itu, dibuat dari potongan bagian-bagian wawancara DW dengan menambahkan klip-klip rekayasa, yang bukan bagian dari wawancara DW.

Sudah divaksinasi sejak Maret 2021

Pada saat DW melakukan wawancara, Ugur Sahin berusia 55 tahun dan bukan kelompok usia yang mendapat prioritas vaksinasi sesuai aturan yang berlaku saat itu di Jerman.

Aturan itu ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Jerman karena pada awalnya dosis vaksin Covid-19 yang tersedia masih terbatas. Prioritas pertama adalah kelompok usia di atas 80 tahun, setelah itu di atas 70 tahun, dan seterusnya.

Pada 19 Maret 2021, Ugur Sahin dan isterinya Özlem Türeci mengumumkan bahwa mereka berdua dan anggota tim mereka sudah divaksinasi. Juru bicara BioNTech mengatakan, "Video yang direkayasa itu memang menggunakan pernyataan Dr. Ugur Sahin, tapi itu pernyataan lama."

Dr, Ugur Sahin beberapa minggu lalu juga sudah menerima vaksin booster. (hp/ as)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Pemerintah Susun Aturan Ongkir Ojol, Ekonom Ingatkan Risiko Pesanan Sepi

Pemerintah Susun Aturan Ongkir Ojol, Ekonom Ingatkan Risiko Pesanan Sepi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Aturan Baru Ojol: Algoritma Order, Insentif hingga Suspend Akun Harus Transparan

Aturan Baru Ojol: Algoritma Order, Insentif hingga Suspend Akun Harus Transparan

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×