PSHK Ungkap Persoalan yang Dihadapi Penyandang Disabilitas, Dari Stigma hingga Kekerasan

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 13 Desember 2021 | 20:40 WIB
PSHK Ungkap Persoalan yang Dihadapi Penyandang Disabilitas, Dari Stigma hingga Kekerasan
Ilustrasi penyandang disabilitas. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Estu Dyah Arifianti mengungkapkan ada empat permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari.

Permasalahan pertama, penyandang disabilitas kata Estu kerap dilekatkan dengan stigma atau stereotip bahwa penyandang disabilitas selalu dianggap sebagai orang yang tak berdaya, tidak sehat dan tak mampu melakukan aktivitasnya sehari-hari.

"Jadi permasalahan stigma dan juga stereotip ini merupakan salah satu permasalahan mendasar dan ini juga menjadi penting untuk kita ingat bahwa stigma, stereotip ini juga mengarah ke beberapa atau perilaku-perilaku lain yang merugikan disabilitas itu yang pertama," ujar Estu dalam diskusi Inklusi Disabilitas dalam Riset untuk Pembentukan Regulasi secara virtual, Senin (13/12/2021).

Kedua, permasalahan penyandang disabilitas yakni mendapatkan tindakan marjinalisasi atau tindakan pengucilan.

Mereka dianggap tidak mampu, tidak berdaya. Sehingga tindakan pengucilan tersebut menghambat para penyandang disabilitas ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. 

"Tindakan pengucilan penyandang disabilitas karena dianggap tidak mampu,  dianggap tidak berdaya, dianggap tidak sehat untuk turut serta melakukan kegiatan-kegiatan yang sebetulnya orang-orang lain juga lakukan, sehingga tindakan-tindakan pengucilan ini dalam kerangka marjinalisasi, menghambat mereka untuk turut terlibat termasuk dalam pengambilan kebijakan," katanya.

Estu melanjutkan permasalahan penyandang disabilitas yang ketiga yakni adanya diskriminasi atau perbedaan perlakuan. Diskriminasi kepada penyandang disabilitas terjadi di banyak sektor seperti di sektor pendidikan dan pekerjaan. 

"Diskriminasi yang muncul di media paling banyak adalah di sektor pendidikan dan juga pekerjaan. Sebetulnya banyak sekali sektor-sektor lain yang juga mendiskriminasi penyandang disabilitas untuk bisa terlibat dalam melakukan kegiatan sehari-hari atau sebetulnya diskriminasi dalam mengakses hak haknya," kata dia.

Keempat, permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas yakni isu kekerasan.

"Penyandang disabilitas juga menghadapi isu kekerasan baik kekerasan fisik, piskis maupun seksual," ucap Estu.

Karena itu, harus disadari bahwa dibutuhkan pendekatan yang berbeda untuk mengikutsertakan semua orang termasuk penyandang disabilitas  dalam pengambilan keputusan. 

PSHK, kata Estu, mendorong adanya pendekatan inklusif.

"Kondisi ini menjadi penting bagi kita semua untuk sadari bahwa kita butuh satu pendekatan yang berbeda, kita butuh satu pendekatan yang bisa mengajak termasuk mengikutsertakan semua orang termasuk penyandang disabilitas dalam pengambilan keputusan," tutur Estu.

"Karena itu kami dari PSHK terus mendorong bagaimana pendekatan inklusif bisa kemudian diupayakan dalam setiap pengambilan kebijakan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyandang Disabilitas Bekerja di Perusahaan Penyalur Produk Fesyen Jepang

Penyandang Disabilitas Bekerja di Perusahaan Penyalur Produk Fesyen Jepang

Kaltim | Minggu, 12 Desember 2021 | 13:09 WIB

Alim, Penyandang Disabilitas Semarang Bertahan Hidup dengan Jualan Tahu dan Muadzin

Alim, Penyandang Disabilitas Semarang Bertahan Hidup dengan Jualan Tahu dan Muadzin

Jawa Tengah | Jum'at, 10 Desember 2021 | 20:04 WIB

Kunjungi Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual, Mensos Risma Lakukan Ini

Kunjungi Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual, Mensos Risma Lakukan Ini

News | Kamis, 09 Desember 2021 | 15:21 WIB

Terkini

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:20 WIB

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:46 WIB