LaporCovid-19 Sebut Oligarki Pemerintah Makin Mencekram Rakyat Saat Pandemi

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Jum'at, 17 Desember 2021 | 15:59 WIB
LaporCovid-19 Sebut Oligarki Pemerintah Makin Mencekram Rakyat Saat Pandemi
Inisiator LaporCovid19, Irma Hidayana (Bidik layar/Zoom)

Suara.com - Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 menilai pandemi semakin membuat oligarki pemerintahan semakin bertindak sewenang-wenang dalam membuat kebijakan yang menyangkut kesehatan masyarakat luas.

Co-Founder LaporCovid-19 Irma Hidayana mengatakan berbagai kebijakan Covid-19 yang dibuat pemerintah seperti pengaturan harga tes Covid-19 hingga pembagian bantuan sosial selalu bermasalah dan membuat rakyat susah.

"Ini bukti bahwa oligarki itu mencengkram setiap sendi dan lini kehidupan kita, ini tercerminkan sepanjang tahun 2021, pandemi telah menunjukkan kepada kita oligarki semakin eksis dan semakin kuat, selain covid justru oligarki juga menjadi wabah pandemi saat ini," kata Irma dalam Catatan Akhir Tahun 2021 LBH Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Dia juga mengutip kesimpulan dari peneliti Marcus Mmeitzner yang menyebut bahwa Indonesia menjadi negara dengan penanganan pandemi yang sangat buruk dibanding negara asia tenggara lainnya.

"Saya bisa terkoneksi dengan kesimpulan yang dia ambil, jadi pandemi di Indonesia ini berkepanjangan, sepanjang pandemi ada maka sepanjang itu pula kesempatan bisa digunakan oleh penguasa atau pemerintah untuk melakukan segala hal demi kepentingannya sendiri," tegasnya.

Beberapa faktor yang membuat pandemi di Indonesia berkepanjangan adalah transparansi data pandemi yang membuat salah ambil kebijakan, sementara fasilitas kesehatan tidak mampu menampung lonjakan pasien.

"Harga PCR naik turun, bisa semahal itu, mengapa? saya kira ini juga masalah yang mungkin ada kaitannya dengan koalisi atau aliansi pengusaha dan penguasa yang berjalan mulus," ucap Irma.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.259.857 orang Indonesia, masih terdapat 4.833 kasus aktif, 4.111.045 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.979 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah juga telah menyuntikkan 149,617,605 dosis (71.84 persen) vaksin pertama dan 105,558,259 dosis (50.68 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

baca juga

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Maharani: DPR Konsisten Awasi Kerja Pemerintah Sepanjang 2021

Puan Maharani: DPR Konsisten Awasi Kerja Pemerintah Sepanjang 2021

DPR | Jum'at, 17 Desember 2021 | 13:15 WIB

Viral Suyanto Warga Lamongan Bakal Serahkan Pesawat Buatannya ke Pemerintah

Viral Suyanto Warga Lamongan Bakal Serahkan Pesawat Buatannya ke Pemerintah

Jatim | Jum'at, 17 Desember 2021 | 12:45 WIB

Teknologi Huawei Dituding Bantu Pemerintah China Awasi Uighur

Teknologi Huawei Dituding Bantu Pemerintah China Awasi Uighur

Tekno | Jum'at, 17 Desember 2021 | 11:06 WIB

Bukan Kasus Pertama, LaporCovid-19 Curiga N Terpapar Omicron dari WNA yang Masuk Indonesia

Bukan Kasus Pertama, LaporCovid-19 Curiga N Terpapar Omicron dari WNA yang Masuk Indonesia

News | Kamis, 16 Desember 2021 | 17:32 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×