Sosok Ini Sarankan Habib Bahar Dipasung di Rumah Sakit Jiwa Buntut Hina Pejabat

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 20 Desember 2021 | 12:51 WIB
Sosok Ini Sarankan Habib Bahar Dipasung di Rumah Sakit Jiwa Buntut Hina Pejabat
Habib Bahar bin Smith [Terkini.id]

Suara.com - Hujatan Habib Bahar bin Smith terhadap Jenderal Dudung Abdurrachman telah memicu kemarahan sejumlah pihak. Terbaru, Habib Bahar sampai disarankan agar dipasung di rumah sakit jiwa.

Usulan tersebut disampaikan oleh Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha di akun Twitter resminya (@AT_AbdillahToha). Ia mengatakan Habib Bahar tidak perlu ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara.

Pasalnya, Habib Bahar dinilai tetap akan membuat kegaduhan jika sudah keluar dari penjara. Karena itu, Abdillah Toha menyebut Habib Bahar lebih pantas dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

"Manusia tukang bikin gaduh seperti Bahar Smith ini sebaiknya tidak ditangkap dan dimasukkan bui lagi. Nanti keluar bikin onar lagi," katanya seperti dikutip Suara.com, Senin (20/12/2021).

Abdillah Toha bahkan menyarankan agar Habib Bahar dipasung sampai sembuh di rumah sakit jiwa.

"Lebih baik dimasukkan rumah sakit jiwa. Dipasung sampai sembuh," pungkasnya.

Sementara itu, kritikan tajam terhadap Habib Bahar juga datang dari Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri.

Ia menilai pernyataan Habib Bahar sudah keterlaluan karena tidak menghormati pejabat. Terlebih, Habib Bahar menghina Jenderal Dudung dengan sebutan Jenderal Baliho.

"Ini bagi saya sudah keterlaluan. Dia dengan rasa tidak ada hormat dengan pejabat atau orang yang lebih tua menyebut jenderal baliho," kritik Rudi seperti dikutip dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Senin (20/12/2021).

baca juga

"Kemudian dia mengatakan, 'Kalau tidak ada orang Arab datang ke Indonesia dan menyebarkan agama Islam, mungkin Dudung masih menyembah pohon'," sambungnya.

Hinaan Habib Bahar itu dinilai Rudi berbahaya. Pasalnya, Habib Bahar telah menggiring opini publik seolah-olah Jenderal Dudung membenci etnis Arab.

"Tidak ada kebencian dari Jenderal Dudung kepada orang Arab. Tapi dengan Habib Bahar diolah, diputar seolah-olah Jenderal Dudung benci orang Arab," ujar Rudi.

"Ini kan defiasi, penyimpangan, penyesatan yang dilakukan oleh Bahar Smith dkk. Kita sudah lihat dari video ceramahnya bagaimana otak bani kadruniah ini sedang dicuci oleh Bahar bin Smith," lanjutnya.

Karena itu, Rudi mendesak agar Jenderal Dudung bisa mengambil langkah tegas terhadap Habib Bahar. Ia khawatir jika Habib Bahar semakin menjadi racun bagi masyarakat jika tidak segera ditindak.

"Saya menunggu ketegasan KASAD untuk menyikat habis toxic-toxic atau racun-racun bagi masyarakat Indonesia seperti Bahar bin Smith. Karena ini kalau dibiarkan terus-menerus bakal ngelunjak," tegasnya.

Kuasa Hukum Klarifikasi Ceramah Habib Bahar Sindir KSAD Dudung

Habib Bahar yang mengenakan peci cokelat dengan jaket hitam, mempertanyakan kiprah Dudung saat sewaktu terjadi erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dia bahkan mengklaim Dudung tidak turut serta membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Bahkan, ia mengklaim relawan FPI yang justru ada di lokasi tersebut.

"Mana yang kemarin nurunin balihonya Habib Rizieq? Mana Jenderal baliho mana yang kemarin nurunin baliho Habib Rizieq? Yang kemarin ngomong bubarkan saja FPI, mana kok nggak keliatan di Semeru? Mana? Kok malah FPI yang ada di sana," ujar Bahar dalam sebuah video yang viral di sosial media Twitter.

Suara Bahar kemudian meninggi saat merespons pernyataan Dudung terkait Papua. Dudung pernah menyebut Papua adalah bagian dari saudara yang harus dijaga.

"OPM dibilang saudara. Dudung, Dudung. Giliran sama ormas Islam galak. Sama OPM yang jelas-jelas teroris, separatis ‘itu saudara kita’," kata Bahar.

"Berapa banyak prajurit TNI dan Polri yang dibunuh dibantai oleh OPM? Kok malah dianggap saudara dan mau dirangkul, OPM harusnya dibasmi, diberantas," tambahnya.

Hal itu membuat pengacara Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta memberikan klarifikasi. Ia mengatakan ceramah kliennya itu hanya mengkritik kebijakan pemerintah terkait penanganan Semeru.

Ia mengatakan Bahar hendak membandingkan bahwa FPI justru hadir terlebih dulu ke tempat bencana ketimbang Dudung. Padahal, FPI sudah dibubarkan pemerintah.

“Jangan dipotong-potong makna ceramahnya itu. Maksud itu peristiwa di Semeru itu, beliau [Dudung] teriak bubarkan FPI. Tapi FPI yang hadir duluan di sana. Bahkan ada pemasangan bendera HRS," jelas Ichwan.

"Jadi FPI yang dibubarkan kok FPI yang lebih dulu ke Semeru dibandingkan Jendral Dudung. Kuncinya di situ. Itu bagian dari mengkritik kebijakan pemerintah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi Dipolisikan Lagi, Pelapor Sebut Bahasa Habib Bahar Berbahaya

Resmi Dipolisikan Lagi, Pelapor Sebut Bahasa Habib Bahar Berbahaya

News | Senin, 20 Desember 2021 | 10:50 WIB

Desakan Tangkap Habib Bahar Smith Bergema, Ini Tanggapan Guru Besar Hukum

Desakan Tangkap Habib Bahar Smith Bergema, Ini Tanggapan Guru Besar Hukum

Sumsel | Senin, 20 Desember 2021 | 10:39 WIB

Habib Bahar Bin Smith: Besok Lusa Kalau Saya Dipenjara, Ditangkap atau Diculik, Dibunuh

Habib Bahar Bin Smith: Besok Lusa Kalau Saya Dipenjara, Ditangkap atau Diculik, Dibunuh

Bekaci | Senin, 20 Desember 2021 | 10:04 WIB

Tagar 'Tangkap Bahar Smith' Menggema, Ferdinand: Saya Yakin Polri Pasti Akan Bertindak

Tagar 'Tangkap Bahar Smith' Menggema, Ferdinand: Saya Yakin Polri Pasti Akan Bertindak

News | Senin, 20 Desember 2021 | 09:52 WIB

Beredar Video Mirip Habib Bahar Bin Smith Santai di Jacuzzi, Netizen: Itu Makhluk Apaan

Beredar Video Mirip Habib Bahar Bin Smith Santai di Jacuzzi, Netizen: Itu Makhluk Apaan

Bogor | Senin, 20 Desember 2021 | 08:14 WIB

Kuasa Hukum Klarifikasi Ceramah Habib Bahar Sindir KSAD Dudung

Kuasa Hukum Klarifikasi Ceramah Habib Bahar Sindir KSAD Dudung

Banten | Senin, 20 Desember 2021 | 10:55 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Febrie Adriansyah Tak Masalah Emas 74 Kg Disita, Tapi Minta Dokumen dan Foto Keluarga Dikembalikan

Febrie Adriansyah Tak Masalah Emas 74 Kg Disita, Tapi Minta Dokumen dan Foto Keluarga Dikembalikan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen

Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:43 WIB

5 HP OPPO yang Mirip iPhone, Desain Premium Mulai Rp2 Jutaan

5 HP OPPO yang Mirip iPhone, Desain Premium Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:40 WIB

OPM Klaim Markas Puncak Jaya Digempur Drone Militer Indonesia, Begini Kondisinya

OPM Klaim Markas Puncak Jaya Digempur Drone Militer Indonesia, Begini Kondisinya

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Saat Rambut Memutih dan Langkah Melambat: Sebuah Renungan Tentang Pulang

Saat Rambut Memutih dan Langkah Melambat: Sebuah Renungan Tentang Pulang

Opini | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya

Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia

Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:32 WIB

×