facebook

Setelah Diadukan ke BK soal TransJakarta, Ketua Komisi B DPRD DKI Ajukan Resign

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Setelah Diadukan ke BK soal TransJakarta, Ketua Komisi B DPRD DKI Ajukan Resign
Ilustrasi bus TransJakarta. Setelah Diadukan ke BK soal TransJakarta, Ketua Komisi B DPRD DKI Ajukan Resign. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

"Tidak perlu surat (pengunduran diri) karena memang ada aturan, setengah periode (di DPRD DKI) akan di-rolling posisinya."

Suara.com - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Padahal, belum lama ini ia juga dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD DKI dan diminta turun dari posisinya itu. Namun, ternyata Aziz mengaku sudah lama sejak dua bulan lalu mengajukan pengunduran diri.

Hal ini ia sampaikan di internal partainya sebagai komitmennya bergantian memegang posisi Ketua Komisi dengan rekannya.

"Tidak perlu surat (pengunduran diri) karena memang ada aturan, setengah periode (di DPRD DKI) akan di-rolling posisinya," ujar Aziz saat dikonfirmasi, Rabu (22/12/2021).

Aziz menyebut masalah dilaporkannya dirinya ke BK bukan penyebabnya mengundurkan diri. Ia mengaku ingin lepas jabatan karena hendak fokus menyelesaikan kuliahnya S2 di Universitas Indonesia (UI).

Baca Juga: Investigasi Insiden TransJakarta, KNKT Fokus pada Tiga Hal

Ia mengaku berat selama ini menjabat sebagai Ketua Komisi sambil menyelesaikan studi.

"Berat kalau pegang dua-duanya, apalagi saya juga Sekjen PKS DKI yang bertanggungjawab pada pemenangan PKS DKI di 2024," jelasnya.

Karena itu, ia menyatakan desakan dari Anggotanya di Komisi untuk mundur tidak berkaitan dengan pengajuan pengunduran dirinya. Ia bahkan berterimakasih kepada legislator yang melaporkannya ke BK.

"Saya berterimakasih pada teman-teman yang mengajukan karena memang saya sudah mengajukan untuk mengundurkan diri, tapi sampai dengan sekarang belum diizinkan oleh partai," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz dilaporkan ke Badan Kehormatan Dewan. Alasannya, Aziz dianggap membuat rekomendasi hasil rapat bersama dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) pada Senin (6/12/2021) lalu secara sepihak.

Baca Juga: Investigasi Kecelakaan Beruntun TransJakarta, KNKT Fokus 3 Hal Ini

Dalam rapat tersebut, terungkap ternyata Direksi TransJakarta pernah melakukan rapat sambil menonton tari perut atau belly dance. Hal ini juga sempat menjadi pokok perbincangan dalam rapat tersebut.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra, Ichwanul Muslimin mengatakan, belakangan ternyata Abdul Aziz menyelesaikan masalah tersebut secara sepihak. Ia disebutnya memanggil direksi Transjakarta untuk menyelesaikan masalah tersebut sendirian.

"Hal ini terungkap bahwa di chat WA grup tanggal 7 Desember 2021, bahwa saudara Abdul Aziz telah mengakui memanggil secara sepihak oknum direksi yang terlibat diperistiwa tari perut tersebut," ujar Ichwanul kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Ichwanul menyebut bahkan Sekretaris Komisi B DPRD DKI, Pandapotan Sinaga juga tidak mengetahui rekomendasi tersebut. Ia pun menilai apa yang dilakukan oleh Abdul Aziz adalah penyalahgunaan kekuasaan.

"Kami protes keras seolah-olah kami diperlakukan sebagai anak buah atau bawahan. Ternyata video tersebut sangat mencoreng institusi karena menggunakan atribut Transjakarta," tuturnya.

Menurutnya, Abdul Aziz bukan sekali ini saja melakukan kesalahan. Bahkan, pada Maret 2020 lalu Komisi B sudah menyatakan mosi tidak percaya kepada Aziz meski akhirnya diselesaikan oleh Pimpinan DPRD dan Aziz masih boleh menjabat.

"Hal ini terulang dan sudah keterlaluan, ditambah hari ini yang bersangkutan membuat rekomendasi hasil rapat Transjakarta tanpa diketahui oleh unsur pimpinan Komisi B dan beberapa anggota lainnya," ucapnya.

Karena sudah berulangkali, Ichwanul meminta kepada Badan Kehormatan agar Aziz dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi.

"Kami meminta  Abdul Aziz agar Dicopot dari posisi Ketua Komisi B, sesuai bukti yang sudah diserahkan kepada Badan Kehormatan, tanggal 8 Desember 2021, pukul 14.50 WIB, diterima Pak Oman Rohman Rakinda," pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar