Mengapa Mantan Presiden Afghanistan Meninggalkan Kabul?

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 31 Desember 2021 | 14:56 WIB
Mengapa Mantan Presiden Afghanistan Meninggalkan Kabul?
BBC

Suara.com - Mantan Presiden Afghanistan membela keputusannya melarikan diri dari negara itu ketika Taliban siap memasuki ibu kota pada awal tahun ini, dengan mengatakan dia melakukannya demi mencegah kehancuran Kabul.

Taliban merebut kekuasaan pada Agustus setelah menguasai ibu kota.

Ashraf Ghani mengungkapkan bahwa ketika dia bangun pada 15 Agustus, dia "tidak memiliki firasat" bahwa itu akan menjadi hari terakhirnya di Afghanistan.

Hanya ketika pesawatnya meninggalkan Kabul, dia menyadari bahwa dia akan pergi dalam jangka waktu tak ditentukan, ujar Ghani kepada program Today di Radio BBC 4.

Dia banyak dikritik dan dituduh meninggalkan negara pada saat itu. Saat ini dia berada di Uni Emirat Arab.

Baca juga:

Ghani melontarkan hal itu dalam dialog dengan Jenderal Sir Nick Carter, mantan Kepala Staf Pertahanan Inggris, yang menjadi editor tamu program Today pada Kamis.

Ketika hari dimulai, demikian Ghani mengingat, kelompok petempur Taliban sepakat untuk tidak memasuki Kabul - "tapi dua jam kemudian, bukan itu yang terjadi".

"Dua faksi berbeda Taliban mendekat dari dua arah berbeda," jelas Ghani.

"Dan kemungkinan konflik besar-besaran di antara mereka akan menghancurkan kota berpenduduk lima juta orang dan membawa malapetaka dahsyat bagi rakyat."

Dia setuju untuk membiarkan sejumlah orang yang dekat dengannya untuk meninggalkan Kabul - termasuk istrinya, yang menurutnya melakukannya dengan sangat enggan.

Penasihat keamanan nasionalnya juga meninggalkan negeri itu, dan Ghani menunggu mobil untuk membawanya ke kementerian pertahanan.

Mobil itu tidak pernah datang. Sebagai gantinya, penasihat keamanan nasional kembali, bersama dengan kepala keamanan kepresidenan yang "ketakutan", dan memberi tahu Ghani bahwa mereka akan "membunuh semuanya" jika dia mengambil sikap.

"Dia tidak memberi saya waktu lebih dari dua menit," kata Ghani.

"Instruksi saya adalah mempersiapkan keberangkatan ke [Kota] Khost. Dia mengatakan kepada saya bahwa Khost telah jatuh dan begitu pula Jalalabad.

"Saya tidak tahu ke mana kami akan pergi. Hanya ketika kami lepas landas, menjadi jelas bahwa kami akan pergi [dari Afghanistan]. Jadi ini benar-benar mendadak."

Setelah kepergiannya, Ghani dikritik oleh banyak orang di Afghanistan, termasuk dari wakil presidennya, Amrullah Saleh, yang menyebutnya "memalukan".


Pengambilalihan Taliban tidak dilakukan dalam sehari. Tapi banyak yang bersikeras kepergian rahasia Ashraf Ghani yang tiba-tiba pada 15 Agustus menggagalkan kesepakatan, yang sudah selesai, untuk mengamankan transisi yang lebih teratur.

Bagaimanapun, Taliban pasti akan mendominasi. Tetapi kekosongan yang diciptakan oleh pria yang berulang kali bersumpah untuk "bertarung sampai mati" memperdalam kekacauan itu.

Dan bahkan lebih dari apa yang dia lakukan pada tanggal 15 Agustus, banyak yang menyalahkan dia atas apa yang tidak dia lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Memang benar dia memerintah dengan lemah dan di bawah kendali Amerika, tetapi dia memainkannya dengan buruk.

Dia saat ini secara luas dilihat sebagai seorang pemimpin yang lebih profesor ketimbang politisi, yang salah membaca politik AS dan situasi di lapangan yang terurai lebih cepat dari yang diperkirakan semua orang, termasuk Taliban.

Keputusan terbaru yang diambilnya ini akan terus dibedah, dibahas, dan dikerdilkan untuk waktu yang lama.


Tuduhan bahwa Ghani telah mengambil uang dalam jumlah besar juga muncul - sesuatu yang dengan tegas dia bantah, dan mempersilakan penyelidikan internasional yang dia katakan akan membersihkan namanya.

"Saya ingin dengan tegas menyatakan, saya tidak membawa uang ke luar negeri," katanya, menambahkan: "Gaya hidup saya diketahui semua orang. Apa yang akan saya lakukan dengan uang?"

Ghani mengakui telah membuat kesalahan, termasuk "berasumsi bahwa kesabaran masyarakat internasional akan bertahan lama".

Namun, dia menunjuk pada kesepakatan yang dibuat antara Taliban dan AS di bawah Presiden Donald Trump saat itu, yang membuka jalan bagi peristiwa yang mengarah ke 15 Agustus.

"Alih-alih proses perdamaian, kami mendapat proses penarikan," kata Ghani. Cara kesepakatan itu dilakukan, Ghani berujar, "menghapus kami".

Baca juga:

Di bawah ketentuan kesepakatan, AS setuju untuk mengurangi pasukannya dan sekutunya, serta menyediakan pertukaran tahanan - setelah itu kelompok militan setuju untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan.

Pembicaraan tidak berhasil: pada musim panas 2021, di mana Presiden AS Joe Biden berjanji untuk menarik pasukan terakhir pada 11 September, Taliban menyapu Afghanistan, mengambil kota demi kota.

Apa yang terjadi pada akhirnya, kata Ghani, adalah "kudeta dengan kekerasan, bukan kesepakatan politik, atau proses politik di mana orang-orang terlibat".

Pada hari yang sama ketika Ghani meninggalkan Kabul, Taliban mengambil alih kendali.

Semenjak saat itulah, negara tersebut terjerumus ke dalam krisis kemanusiaan dan ekonomi, yang diperparah dengan pencabutan dukungan internasional setelah kelompok itu merebut kekuasaan.

Tiga bulan kemudian, Ghani mengatakan dia bersedia disalahkan atas beberapa hal yang menyebabkan jatuhnya Kabul - seperti mempercayai "kemitraan internasional kami".

Namun, dia menambahkan: "Kehidupan saya telah dihancurkan. Nilai-nilai saya telah diinjak-injak. Dan saya telah dijadikan kambing hitam."


Anda mungkin tertarik menonton video ini:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai

Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:12 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace

Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:41 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Jadwal Operasional BRI Wilayah Bali saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026

Jadwal Operasional BRI Wilayah Bali saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026

Bri | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:16 WIB

Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:15 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Sinergi BRI dan Kemenimipas, Salurkan Ratusan Paket Sembako dalam Aksi "Jambi Peduli"

Sinergi BRI dan Kemenimipas, Salurkan Ratusan Paket Sembako dalam Aksi "Jambi Peduli"

Bri | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:07 WIB

Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu

Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:59 WIB

BRI Salurkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera dan Driver Ojol di Makassar

BRI Salurkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera dan Driver Ojol di Makassar

Bri | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:55 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB