Apa itu PCR SGTF? Ketahui Fungsi dan Cara Kerjanya di Sini

Rifan Aditya

Rabu, 05 Januari 2022 | 17:07 WIB
Apa itu PCR SGTF? Ketahui Fungsi dan Cara Kerjanya di Sini
Apa itu PCR SGTF - Virus covid-19 bermutasi. Tidak hanya varsi delta, kini juga ada varian omicron. (pixabay.com)

Suara.com - Varian Omicron yang sedang membuat resah publik disebut-sebut dapat dideteksi dengan PCR SGTF atau metode S gene target failure. Lalu apa itu PCR SGTF?

Untuk Anda yang belum tahu apa itu PCR SGTF, mari kita cari tahu sama-sama dalam artikel ini. 

Kita sudah sering mendengar istilah PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi virus covid-19 di dalam tubuh kita. Kini ada metode baru dan lebih mendetail untuk mendeteksi virus covid-19. Metode itu disebut dengan WGS dan SGTF. 

SGTF singkatan dari S-Gene target failure yang merupakan teknologi RNS untuk melakukan pemeriksaan probable omicron. Penggunaan teknologi PCR SGTF diklaim dapat menunjukkan indikasi awal positif omicron.

Cara kerja PCR SGTF untuk mendeteksi virus omicron dilakukan ketika gen S pada hasil tes laboratorium menggunakan PCR tak mampu mendeteksi gen S pada sampel. 

PCR SGTF Masih terbatas di Indonesia

Saat ini penggunaan apa itu PCR SGTF atau pemeriksaan menggunakan PCR SGTF masih terbatas. PCR SGTF diberlakukan baru di setiap pintu masuk bandara antar negara untuk mendeteksi varian omicron yang mungkin terbawa oleh pelancong dari luar negeri ke Indonesia. 

Metode untuk skrining awal keberadaan virus covid-19

PCR SGTF bertujuan untuk skrining awal keberadaan virus covid-19. Seperti yang diketahui covid-19 bermutasi menjadi beberapa varian, yang terbaru adalah varian omicron. Munculnya Omicron baru-baru ini, membuat semua pihak dan individu di berbagai negara menjadi lebih responsif pada kemungkinan penyebarannya yang meluas. 

baca juga

Dikutip dari cdc.gov dan WHO, Varian Omicron kemungkinan akan menyebar lebih mudah daripada virus SARS-CoV-2 asli dan seberapa mudah Omicron menyebar dibandingkan dengan Delta masih belum diketahui. CDC mengungkapkan bahwa siapapun dengan infeksi Omicron dapat menyebarkan virus ke orang lain, bahkan jika mereka sudah divaksinasi atau tidak memiliki gejala.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini muncul lebih banyak bukti bahwa varian coronavirus Omicron mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas, tapi menunjukkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya. Para ilmuwan sedang bekerja untuk menentukan seberapa baik perawatan yang ada untuk COVID-19. Berdasarkan perubahan susunan genetik Omicron, beberapa perawatan cenderung tetap efektif sementara yang lain mungkin kurang efektif.

Oleh karena itu, penting juga untuk memahami fungsi apa itu PCR SGTF agar kita pun dapat ikut menghambat penyebaran virus covid-19 dan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat dengan mengenakan masker kemanapun kita pergi dan menjaga kesehatan tubuh. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Djokovic Diizinkan Ikut Grand Slam Picu Kemarahan Publik Australia Soal Penanganan Covid

Djokovic Diizinkan Ikut Grand Slam Picu Kemarahan Publik Australia Soal Penanganan Covid

Jogja | Rabu, 05 Januari 2022 | 16:48 WIB

Pejabat Kesehatan Denmark: Varian Omicron Menandai Berakhirnya Pandemi Covid-19

Pejabat Kesehatan Denmark: Varian Omicron Menandai Berakhirnya Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 17:00 WIB

Simak 3 Fakta IHU, Virus Corona Varian Baru dari Perancis

Simak 3 Fakta IHU, Virus Corona Varian Baru dari Perancis

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 15:14 WIB

Terkini

Kevin Diks Cs Dipermalukan Tim Promosi, Eugen Polanski Terancam Dipecat

Kevin Diks Cs Dipermalukan Tim Promosi, Eugen Polanski Terancam Dipecat

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 20:21 WIB

Detektif Jubun Bagikan Cara Berpikir Investigator di Hadapan Fans Detective Conan

Detektif Jubun Bagikan Cara Berpikir Investigator di Hadapan Fans Detective Conan

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 20:09 WIB

Catatan Unik Nova Arianto: Tak Pernah Juara AFF Konsisten Antar Timnas ke Piala Asia dan Piala Dunia

Catatan Unik Nova Arianto: Tak Pernah Juara AFF Konsisten Antar Timnas ke Piala Asia dan Piala Dunia

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 20:07 WIB

Aksi Nyata Kelompok 04 IPB di Malaysia: Blusukan ke Chow Kit Demi Misi Kemanusiaan

Aksi Nyata Kelompok 04 IPB di Malaysia: Blusukan ke Chow Kit Demi Misi Kemanusiaan

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 20:05 WIB

Ketika Beauty Tools Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Warna Pink Kembali Jadi Favorit

Ketika Beauty Tools Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Warna Pink Kembali Jadi Favorit

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:59 WIB

Rumah hingga Mobil Wulan Guritno Dipenuhi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lumayan Tebel

Rumah hingga Mobil Wulan Guritno Dipenuhi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lumayan Tebel

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 19:56 WIB

Belanja di RiaMiranda Bandung Dapat Hadiah Spesial dari BRI, Cek Caranya!

Belanja di RiaMiranda Bandung Dapat Hadiah Spesial dari BRI, Cek Caranya!

Bri | Minggu, 06 September 2026 | 19:55 WIB

Anak Tak Bisa Bermain di Luar karena Kabut Asap? Coba 10 Aktivitas Seru Ini

Anak Tak Bisa Bermain di Luar karena Kabut Asap? Coba 10 Aktivitas Seru Ini

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 19:53 WIB

Menilik Sejarah Gunung Anak Krakatau: Lahir dari Letusan Dahsyat 1883 hingga Tragedi Tsunami 2018

Menilik Sejarah Gunung Anak Krakatau: Lahir dari Letusan Dahsyat 1883 hingga Tragedi Tsunami 2018

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 19:50 WIB

Prabowo "Kantongi" Nuklir Sepulang dari Rusia, Putin: Indonesia Partner Penting

Prabowo "Kantongi" Nuklir Sepulang dari Rusia, Putin: Indonesia Partner Penting

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:50 WIB

×