facebook

Mensos Risma Siap Bantu Penyediaan Mesin Perahu untuk Warga di Desa Perbatasan RI-Malaysia

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Mensos Risma Siap Bantu Penyediaan Mesin Perahu untuk Warga di Desa Perbatasan RI-Malaysia
Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat berkunjung ke Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. (Restu Fadilah/Suara.com)

Banjir kiriman dari Malaysia ini berdampak terhadap 10.880 jiwa.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini akan membantu penyediaan mesin perahu untuk penanganan bencana di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

"Saya akan bantu dengan dua perahu dengan mesin dan kesediaan bahan bakar. Saya akan bantu dengan perahu yang besar sehingga menampung personel penanganan bencana," kata Risma saat berkunjung ke kawasan perbatasan RI-Malaysia tersebut pada Minggu, (9/1/2022).

Bantuan mesin perahu ini diharapkan dapat mempermudah tim KSB (Kampung Siaga Bencana) dalam mengevakuasi warga saat terjadi banjir.

Sekadar informasi, banjir kali ini berdampak terhadap enam kecamatan dan 79 desa, 3.179 rumah dan 3.753 KK serta 10.880 jiwa. Fasilitas umum tak luput terdampak banjir. Aktivitas masyarakat hingga saat ini masih belum bisa berjalan seperti biasanya.

Baca Juga: Banjir Jayapura Surut, Warga Temukan Mayat di Belakang Kampus Universitas Sains

Banjir yang merendam Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Sembakung pada Minggu, (9/1/2022). (Restu Fadilah/Suara.com)
Banjir yang merendam Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Sembakung pada Minggu, (9/1/2022). (Restu Fadilah/Suara.com)

Ketua KSB, Abdullah bercerita tentang bagaimana kesulitan menangani banjir tahunan yang kerap melanda Desa Atap karena keterbatasan perahu. Oleh karena itu, dia meminta perahu untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

"Ketika kami bantu warga, pada saat kami mengevakuasi warga, saat itu juga perahu dibutuhkan warga, mesin, minyak ketika berbicara itu kami tidak berdaya bu. Secara kemanusiaan kami siap, tinggal di posko tidak pulang ke rumah kami siap, tapi kalau kami bicara minyak, mesin, dan perahu kami tidak mampu bu," kata pria yang akrab disapa Dullah tersebut.

Dullah juga meminta agar status Kampung Siaga Bencana dinaikkan menjadi Kawasan Siaga Bencana. Sebab, yang dibantu oleh tim bukan hanya satu kampung, melainkan lebih dari enam kecamatan.

"Bayangkan bapak/ibu, dari desa satu ke satunya itu kami harus melewati sungai hingga berjam-jam, sementara kemampuan kami hanya cukup untuk 1 kampung siaga bencana. Supaya eksis penanganan sukarela ini tolong dinaikkan status kampung siaga bencana menjadi kawasan siaga bencana," pintanya.

Untuk lumbung sosial, Risma meminta Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid memastikan di mana titik koordinat yang ditentukan.

Baca Juga: Banjir Mengepung, Warga Ini Malah Asyik Menyantap Mie Instan

"Saya minta Ibu Bupati memastikan titik koordinatnya di mana. Setelah ditentukan nanti saya bantu," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar