Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Penyaluran Pinjaman Modal untuk UMKM Tak Boleh Asal, Bisa Berujung Kredit Macet

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:50 WIB
Penyaluran Pinjaman Modal untuk UMKM Tak Boleh Asal, Bisa Berujung Kredit Macet
Menteri UMKM Maman Maman Abdurrahman. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan penyaluran pinjaman modal di Jakarta pada Selasa (11/8/2026) tidak boleh hanya mengejar target nominal.
  • Peningkatan pembiayaan tanpa kemampuan menjual produk berisiko menyebabkan kredit macet serta masalah sosial bagi pelaku usaha.
  • Pasar domestik yang dipenuhi produk impor menjadi kendala utama sehingga pembiayaan harus diiringi pembenahan pasar hilir.

Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengingatkan penyaluran pinjaman modal kepada UMKM tidak boleh dilakukan hanya dengan mengejar peningkatan nominal pembiayaan. 

Sebab, jika pelaku usaha tidak mampu menjual produknya, pembiayaan yang digenjot justru bisa berujung kredit macet.

Ia menjelaskan, akses pembiayaan UMKM saat ini sudah mencapai lebih dari Rp1.500 triliun. Sementara itu, porsi pembiayaan UMKM masih berada di angka 16,8 persen, di bawah target RPJMN sekitar 25 persen dari total alokasi perbankan.

"RPJMN kita itu memerintahkan kurang lebih 25 persen dari total alokasi perbankan kita, alokasi keuangan kita. Sampai hari ini kita baru tembus di angka 16,8 persen. Artinya masih kurang lebih 8 persen lagi," ujarnya dalam sambutan saat acara UMKM Finance Summit di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut Maman, pemerintah sebenarnya dapat mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan agar memperbesar penyaluran pembiayaan. Namun, ia menilai kebijakan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka.

Sebab, tambahan pinjaman harus diikuti kemampuan UMKM menghasilkan pendapatan dari kegiatan usahanya. Jika produk yang dihasilkan tidak laku, pelaku usaha justru akan kesulitan mengembalikan pinjaman.

"Saya rasa gampang sekali kalau kita mau nekan OJK, nekan perbankan untuk gimana caranya mereka naikkan itu akses pembiayaan. Tapi pertanyaannya, pada saat kita naikkan akses pembiayaan itu, nilai kita sekarang 1.500 triliun, lalu kita genjot sampai kurang lebih 2.000 triliun, tapi kalau misalnya UMKM-nya dia nggak bisa jual barangnya, akhirnya ujung-ujungnya kredit macet juga," beber Maman.

Maman mengungkapkan, persoalan tersebut muncul karena sebagian pelaku UMKM sudah mendapatkan modal, pelatihan, hingga dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun, ketika produk selesai dibuat, mereka menghadapi persoalan lain, yakni pasar.

"UMKM-nya sudah kita kasih modal, kita berikan pelatihan, kita buka peningkatan kapasitas produksi bagaimana caranya mereka bisa produksi barang sebagus-bagusnya, tetapi yang jadi masalah pada saat dia sudah produksi barang, dia mau jual ke pasar, barangnya nggak laku. Barangnya nggak laku," jelasnya.

baca juga

Ia menilai, kondisi pasar domestik menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi. Produk UMKM harus bersaing dengan barang impor yang masuk ke pasar Indonesia.

"Ya macam-macam, tapi faktor yang paling besar adalah pasar domestik kita becek. Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk barang impor. Yang mau nggak mau UMKM kita dihadapkan pada sebuah situasi dia harus head-to-head dengan produk-produk barang luar," ujar Maman.

Karena itu, Maman menilai peningkatan pembiayaan UMKM harus dilakukan bersama dengan pembenahan di sisi hilir. Pemerintah tidak cukup hanya memastikan pelaku usaha mendapatkan modal, tetapi juga perlu memperhatikan pasar bagi produk yang mereka hasilkan.

Ia khawatir apabila pembiayaan terus digenjot tanpa memperhatikan kondisi tersebut, persoalan akhirnya tidak hanya akan berdampak kepada pelaku UMKM, tetapi juga kepada perbankan.

"Ujung-ujungnya NPL-nya naik, akhirnya problem sosial. Nah, kalau yang datang ke perbankan urusannya cuman urusan kredit macet, tapi kalau UMKM datang ke Kementerian UMKM, urusannya problem sosial," kata Maman.

Menurut dia, kredit macet pada UMKM juga dapat berkembang menjadi persoalan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu melihat pertumbuhan UMKM secara lebih luas, bukan sekadar berdasarkan jumlah pembiayaan yang disalurkan.

Ilustrasi UMKM berbasik Perak yang ekspor ke tiga negara. [ist]
Ilustrasi UMKM berbasik Perak. [ist]

"Artinya dalam kesempatan hari ini, saya juga ingin coba mulai kita melihat dari beberapa perspektif yang itu tidak hanya sekadar dilihat dari aspek pembiayaan. Dan itu saling berkaitan dengan seluruh aspek," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan

UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun

UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:58 WIB

PNM Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Ecoprint

PNM Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Ecoprint

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:07 WIB

Kisah Sukses UMKM dari Sumenep, Perjuangan Rosidah Membesarkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI

Kisah Sukses UMKM dari Sumenep, Perjuangan Rosidah Membesarkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:30 WIB

UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan

UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Belum 24 Jam, Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Tembus 132 Jiwa, Ratusan Orang Terluka Parah

Belum 24 Jam, Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Tembus 132 Jiwa, Ratusan Orang Terluka Parah

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:46 WIB

TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri

TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu

Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu

Bali | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Saham GIAA Tiba-tiba Terbang Tinggi, Bertahan Sampai Kapan

Saham GIAA Tiba-tiba Terbang Tinggi, Bertahan Sampai Kapan

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:40 WIB

4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat

4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!

Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:39 WIB

4 Rekomendasi  Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:37 WIB

BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen

BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les

Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia

Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:32 WIB

×