5 Fakta Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru: Ada Tim Khusus Buru Pelaku

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 10 Januari 2022 | 17:30 WIB
5 Fakta Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru: Ada Tim Khusus Buru Pelaku
Pria buang dan tendang sesajen di Gunung Semeru [Foto: Instagram]

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menginsintruksikan agar kepolisian segera menangkap pelaku penendang sesajen di Gunung Semeru. Ia meminta agar pelaku menjelaskan maksud tindakannya membuang sesajen yang merupakan adat warga sekitar.

"Saya minta segera dicari, pelaku harus mengklarifikasi supaya tidak mengganggu kami yang ada di Lumajang disaat damai ini," ungkapnya.

Menurutnya, aksi tersebut bertolak belakang dengan norma yang berlaku di Lumajang. Seharusnya siapapun yang datang ke Lumajang bisa menghormati adat istiadat warga lokal.

"Apapun motifnya, jadi bagian relawan di Lumajang, saya kecewa dengan tindakan itu. Itu melanggar tata nilai yang kami percayai, hidup berdampingan dengan seluruh agama dan suku di Lumajang," tuturnya.

4. Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku

Polda Jawa Timur membentuk tim khusus untuk memburu pria yang menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru.

Pasalnya, video yang viral di media sosial tersebut memuat isu SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Karena kan selama ini Lumajang sudah mulai damai, mulai aman, mulai bagus. Jangan sampai dirusak dengan adanya video-video yang mengandung SARA dan kita harus menghormati kearifan lokal daerah situ," ujar Kabid Humas Pilda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko.

5. Dikecam Para Tokoh dan Ulama

baca juga

Aksi pria menendang sesajen di Gunung Semeru menuai kecaman dari publik. Para tokoh dan ulama juga ikut bersuara atas aksi pria tersebut.

Salah satunya putri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid ikut angkat bicara. Ia geram dengan pelaku yang memaksakan keyakinan yang ia yakinkan untuk diikuti oleh semua orang.

"Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja. Tapi memaksakan itu kepada yang meyakininya, itu yang tidak boleh," ujarnya.

"Repot memang kalau ketemu yang model-model begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja," imbuhnya.

Selain itu, pendakwah Gus Miftah juga ikut mengecam aksi tersebut. Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji itu mengingatkan agar siapapun tidak merasa paling benar.

"'Desa mawa cara, negara mawa tata'. Setiap daerah memiliki adat istiadat atau aturan yang berbeda. "Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka." Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka," ungkapnya.

Itulah kumpulan fakta pria menendang sesajen di Gunung Semeru yang viral di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting! 4 Informasi Terbaru Seputar Covid-19 Varian Omicron yang Perlu Diketahui

Penting! 4 Informasi Terbaru Seputar Covid-19 Varian Omicron yang Perlu Diketahui

Health | Senin, 10 Januari 2022 | 16:28 WIB

Polisi Selidiki Viral Pelemparan Mobil di Tol Medan

Polisi Selidiki Viral Pelemparan Mobil di Tol Medan

Sumut | Senin, 10 Januari 2022 | 16:24 WIB

Polda Jatim Sampai Bentuk Tim Buat Buru Pria yang Tendang Sesajen di Gunung Semeru

Polda Jatim Sampai Bentuk Tim Buat Buru Pria yang Tendang Sesajen di Gunung Semeru

Jatim | Senin, 10 Januari 2022 | 16:19 WIB

Kreatif Hindari Maling, Warga Pasang 'Makam Keramat' untuk Melindungi Penyimpanan Genset

Kreatif Hindari Maling, Warga Pasang 'Makam Keramat' untuk Melindungi Penyimpanan Genset

News | Senin, 10 Januari 2022 | 16:15 WIB

Bupati Lumajang Cari Laki-laki yang Tendang Sesajen di Pronojiwo

Bupati Lumajang Cari Laki-laki yang Tendang Sesajen di Pronojiwo

Batam | Senin, 10 Januari 2022 | 16:04 WIB

Bantuan Makanan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Perlu Menjangkau Seluruh Kelompok

Bantuan Makanan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Perlu Menjangkau Seluruh Kelompok

Press Release | Senin, 10 Januari 2022 | 15:59 WIB

Terkini

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

×