Eks Tapol Sebut Ganti Nama Operasi Damai Cartenz Tak Akan Ubah Situasi di Papua

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:45 WIB
Eks Tapol Sebut Ganti Nama Operasi Damai Cartenz Tak Akan Ubah Situasi di Papua
Eks Tahanan politik Papua, Ambrosius Mulait. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Mantan Tahanan Politik Papua Ambrosius Mulait menilai dengan mengubah nama Operasi Nemangkawi di Papua menjadi Damai Cartenz tidak akan menghentikan tindak kekerasan di Bumi Cendrawasih.

Ambrosius menilai, perubahan nama operasi militer di Papua ini sudah seringkali dilakukan oleh pemerintah mulai dari Operasi Trikora, Operasi Braya Juda hingga Operasi Nemangkawi, namun hasilnya tetap terjadi konflik.

"Negara sudah terlalu banyak tipu dengan berbagai kebijakan, aslinya tetap pendekatan militer tetapi nama saja yang berbeda," kata Ambrosius saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/1/2022).

Dia mengatakan, seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai membuka jalur dialog dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tanpa senjata.

"Orang Papua minta tarik militer ilegal di Papua, bukan tambal sulam tapi tidak mengubah situasi Papua. Hentikan semua sandiwara, pemerintah Jokowi buka mata, telinga lalu kerja sesuai tuntutan orang Papua melalui dialog, kalau tidak dialog perubahan nama sebagainya tidak mengubah situasi papua," katanya.

Klaim Lebih Persuasif di Papua

Diberitakan sebelumnya, Polri akan mengubah operasi Nemangkawi di Papua menjadi Damai Cartenz yang diklaim lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan preemtif.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan operasi Nemangkawi rencananya akan diganti menjadi Damai Cartenz pada 25 Januari 2022 mendatang.

"Cara bertindak yang dikedepankan dalam Operasi Ramai Cartenz ini persuasif dan preemtif dengan kedepankan fungsi intelijen, fungsi bimas, dan fungsi humas dengan didukung fungsi lain; fungsi preventif, sabhara, dan gakkum (penegakan hukum). Jadi gakkum itu sebagai fungsi pendukung," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

baca juga

Menurut Ramadhan, penegakan hukum dalam Operasi Damai Cartenz hanya berfungsi sebagai pendukung. Pasalnya, operasi ini diklaim lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan preemtif.

"Satgas gakkum ini enggak dikedepankan, tapi fungsi pendukung," katanya.

Kekinian, kata dia, pihaknya masih memetakan berapa jumlah personel Polri yang akan diterjunkan dalam Operasi Damai Cartenz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Operasi Damai Cartenz, Ambrosius: Orang Papua Sudah Resah Hidup dalam Tekanan Militer

Soal Operasi Damai Cartenz, Ambrosius: Orang Papua Sudah Resah Hidup dalam Tekanan Militer

News | Selasa, 11 Januari 2022 | 15:00 WIB

Operasi Damai Cartenz, Kekerasan Makin Masif jika TNI-Polri Tetap Tenteng Senjata di Papua

Operasi Damai Cartenz, Kekerasan Makin Masif jika TNI-Polri Tetap Tenteng Senjata di Papua

News | Selasa, 11 Januari 2022 | 13:40 WIB

Polisi Tetapkan Oknum Marbot Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan

Polisi Tetapkan Oknum Marbot Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan

Sumut | Selasa, 11 Januari 2022 | 13:29 WIB

Terkini

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Riau | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

×