Operasi Damai Cartenz, Kekerasan Makin Masif jika TNI-Polri Tetap Tenteng Senjata di Papua

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Selasa, 11 Januari 2022 | 13:40 WIB
Operasi Damai Cartenz, Kekerasan Makin Masif jika TNI-Polri Tetap Tenteng Senjata di Papua
Ilustrasi aparat TNI-Polri terkait perburuan terhadap kelompok TPNPB-OPM do Papua. [Dok. Sebby Sambom]

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta polisi untuk meningkatkan pelayanan terhadap publik di Papua, salah satunya dengan tidak menunjukkan senjata di tempat publik di Bumi Cendrawasih.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan hal itu sesuai dengan tujuan perubahan nama operasi Nemangkawi di Papua menjadi Damai Cartenz yang akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif.

"Wajah kepolisian tidak lagi wajah yang keliling-keliling dengan membawa senjata, tapi kalau dia sedang menjalankan tugas di Papua harusnya lebih banyak pelayanan publik, kalau berubah kayak begitu ya kekerasannya akan turun," kata Anam saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/1/2022).

"Kalau Damai Cartenz tapi ke mana-mana lebih banyak membawa senjata daripada menunjukkan pelayanan ya pasti kekerasan potensial akan besar," sambungnya.

Hal ini juga harus dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia agar tujuan dialog damai antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan pemerintah bisa berlangsung damai sesuai namanya Damai Cartenz.

"Jadi kami punya harapan, apakah ini akan lebih baik atau sama saja dengan yang kemarin, harapan kami ini lebih baik, bahwa akan maksimal atau tidak ya kita lihat, tapi harapannya ada dengan dialog kayak begini," tuturnya.

Klaim Lebih Persuasif di Papua

Diberitakan sebelumnya, Polri akan mengubah operasi Nemangkawi di Papua menjadi Damai Cartenz yang diklaim lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan preemtif.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan operasi Nemangkawi rencananya akan diganti menjadi Damai Cartenz pada 25 Januari 2022 mendatang.

baca juga

"Cara bertindak yang dikedepankan dalam Operasi Ramai Cartenz ini persuasif dan preemtif dengan kedepankan fungsi intelijen, fungsi bimas, dan fungsi humas dengan didukung fungsi lain; fungsi preventif, sabhara, dan gakkum (penegakan hukum). Jadi gakkum itu sebagai fungsi pendukung," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Menurut Ramadhan, penegakan hukum dalam Operasi Damai Cartenz hanya berfungsi sebagai pendukung. Pasalnya, operasi ini diklaim lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan preemtif.

"Satgas gakkum ini enggak dikedepankan, tapi fungsi pendukung," katanya.

Kekinian, kata dia, pihaknya masih memetakan berapa jumlah personel Polri yang akan diterjunkan dalam Operasi Damai Cartenz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Polri Buru Kelompok OPM Diubah jadi Damai Cartenz, Begini Reaksi Komnas HAM

Operasi Polri Buru Kelompok OPM Diubah jadi Damai Cartenz, Begini Reaksi Komnas HAM

News | Selasa, 11 Januari 2022 | 11:14 WIB

Polri Ubah Operasi Nemangkawi di Papua Jadi Damai Cartenz Mulai 25 Januari

Polri Ubah Operasi Nemangkawi di Papua Jadi Damai Cartenz Mulai 25 Januari

News | Senin, 10 Januari 2022 | 17:24 WIB

Kerahkan 2 Kompi Pasukan, TNI Ungkap Pemicu Perang Suku Lanny Jaya Vs Suku Nduga di Papua

Kerahkan 2 Kompi Pasukan, TNI Ungkap Pemicu Perang Suku Lanny Jaya Vs Suku Nduga di Papua

News | Senin, 10 Januari 2022 | 10:27 WIB

Masa Tugas Satgas Nemangkawi Diperpanjang, Gunakan Pola Operasi Baru

Masa Tugas Satgas Nemangkawi Diperpanjang, Gunakan Pola Operasi Baru

News | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:36 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×