Banyak Politikus Hingga Pejabat Masuk Kepengurusan PBNU, Pengamat: NU Masih Butuh Relasi Kekuasaan

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:23 WIB
Banyak Politikus Hingga Pejabat Masuk Kepengurusan PBNU, Pengamat: NU Masih Butuh Relasi Kekuasaan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mengumumkan susunan kepengurusan periode 2022-2027. (tangkapan layar)

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf telah menetapkan susunan kepengurusan masa khidmat 2022-2027 yang diumumkan pada Rabu (12/1/2022). Dalam kepengurusan itu, banyak figur-figur berlatar belakang politisi hingga pejabat.

Menanggapi hal itu, pengamat Organisasi Islam dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Sukron Kamil menilai hal itu karena NU sejak orde reformasi ini kesehariannya sangat lekat dengan politik.

"Ya kalau NU ingin banyak berperan harus ada relasi dengan kekuasaan. Dan NU memang sejak periode reformasi ini menjadi day to day politik yang paling kuat," kata Sukron saat dihubungi, Kamis (13/1/2022).

Kata dia, nuansa politik juga terasa saat NU menggelar Muktamar. Situasi setiap kali Muktamar NU seperti kongres atau muktamar partai politik.

Sukron kemudian menyinggung soal banyaknya kader NU muda yang menjadi komisaris di BUMN. Namun, sebagai seorang komisaris justru tak bisa menjaga jarak dengan NU sebagai organisasi.

"Sisi lain itu ya problematik itu dilihat dari segi day to day politik yang harusnya sebagai CSO ya dalam beberapa bagian menjaga jarak," katanya.

Lebih lanjut, Sukron mengatakan, memang sejak Muktamar NU ke-34 isu jika Gus Yahya menang maka akan dekat kekuasaan. Di sisi lain tak bisa dipungkiri pemerintah punya kepentingan terhadap NU.

"Sekarang ini sebenarnya dengan kemenangan Gus Yahya belum berubah di sisi lain juga negara pemerintah punya kepentingan terhadap NU, karena NU lah yang memiliki akses yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat," tuturnya.

Untuk itu, Sukron menilai banyaknya kader NU yang memiliki status politisi atau pejabat memang tak lain untuk simbiosis mutualisme.

baca juga

"Maka kemenagan pilpres misalnya ditentukan Jawa Tengah, Jawa Timur di mana NU itu punya pengaruh besar. Jadi di sini hemat saya ada simbiosis mutualisme karena itu lah terlalu di depan janji-janji Gus Yahya yang ternyata belum bisa terpenuhi," terangnya.

Kepengurusan PBNU

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf telah menetapkan susunan kepengurusan masa khidmat 2022-2027 yang diumumkan pada Rabu (12/1/2022).

Ia mengemukakan, kader yang masuk dalam kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinannya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aktifis, kiai hingga politisi.

"Postur dari susunan pengurus ini mencerminkan realitas multipolar yang ada di dalam lingkungan kita, baik dari segi kedaerahan, dari segi gender, maupun dari segi orientasi politik," ujar Yahya dalam jumpa pers, Rabu (12/1/2022).

Dari nama susunan kepengurusan tersebut, terdapat nama -nama kader partai dan juga kepala daerah.

Seperti Mardani H Maming ditunjuk sebagai Bendahara Umum PBNU yang merupakan kader PDI Perjuangan. Kemudian Nusron Wahid, kader Partai Golkar yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum PBNU.

Sementara kader PBNU dan Politisi PKB yang juga Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menjabat sebagai ketua bidang.

Kemudian Wali Kota Pasuruan Syaifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.

Yahya menjelaskan alasan penunjukkan dari kalangan politisi karena ingin mengambil jarak secara sama, setara, dengan berbagai sudut kepentingan politik yang ada di sekitar.

"Itu kami lakukan dengan cara mengakomodasi elemen-elemen kepentingan dari berbagai macam sudut politik itu supaya di dalam kepengurusan nanti bisa satu sama lain saling mengontrol untuk menjaga agar jarak Nahdlatul Ulama dengan berbagai pihak poltiik tetap sama satu dengan lain," katanya.

Sebelumnya, Yahya menuturkan susunan kepengurusan di PBNU di masa kepemimpinannya lebih 'gemuk' dari biasanya. Alasannya, NU memiliki konstituensi yang sangat luas.

"Banyak disebut dalam hasil survei, bahwa seluruh warga NU atau mereka yang mengaku NU kurang lebih separuh dari populasi muslim di Indonesia. Kami berkepentingan menjangkau seluas-luasnya, menjangkau sedapat-sedapatnya seluruh konstituensi yang sangat luas itu sehingga kami membutuhkan personel yang cukup banyak untuk melakukannya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vonis Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo, Saifullah Yusuf Jabat Sekjen PBNU

Vonis Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo, Saifullah Yusuf Jabat Sekjen PBNU

Jatim | Kamis, 13 Januari 2022 | 09:14 WIB

Dosen Unair Sebut Pernyataan Ferdinand Hutahaean  Seperti Gus Dur, Tokoh NU Ini Meradang

Dosen Unair Sebut Pernyataan Ferdinand Hutahaean Seperti Gus Dur, Tokoh NU Ini Meradang

Jawa Tengah | Kamis, 13 Januari 2022 | 08:46 WIB

Terpilih Menjadi Mustasyar PBNU, Herman Deru: Tugas Ini Tidak Sederhana

Terpilih Menjadi Mustasyar PBNU, Herman Deru: Tugas Ini Tidak Sederhana

Sumsel | Kamis, 13 Januari 2022 | 07:55 WIB

Tunjuk Kader NU dari Parpol ke Kepengurusan Baru, Janji Gus Yahya Disinggung

Tunjuk Kader NU dari Parpol ke Kepengurusan Baru, Janji Gus Yahya Disinggung

News | Rabu, 12 Januari 2022 | 21:17 WIB

Profil Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim yang Jadi Pengurus PBNU Perempuan Pertama

Profil Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim yang Jadi Pengurus PBNU Perempuan Pertama

News | Rabu, 12 Januari 2022 | 20:19 WIB

Profil Alissa Wahid, Komisaris Independen PT Unilever yang Jadi Pengurus PBNU

Profil Alissa Wahid, Komisaris Independen PT Unilever yang Jadi Pengurus PBNU

News | Rabu, 12 Januari 2022 | 18:55 WIB

Dipimpim Yahya Cholil Staquf, Pengurus Nahdlatul Ulama 2022 - 2027

Dipimpim Yahya Cholil Staquf, Pengurus Nahdlatul Ulama 2022 - 2027

Jatim | Rabu, 12 Januari 2022 | 18:40 WIB

Terkini

Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun

Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 19:57 WIB

Viral Mobil Mewah Halangi Ambulans di Solo, Sosok Pengemudinya Bikin Geleng-geleng

Viral Mobil Mewah Halangi Ambulans di Solo, Sosok Pengemudinya Bikin Geleng-geleng

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 19:52 WIB

Lengkapi Berkas 7 Tersangka MBG, Penyidik Periksa Pihak SPPG Karawang hingga Vendor

Lengkapi Berkas 7 Tersangka MBG, Penyidik Periksa Pihak SPPG Karawang hingga Vendor

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:52 WIB

Karhutla Padang Sugihan Ancam Habitat Gajah Sumatera, 2.300 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Padang Sugihan Ancam Habitat Gajah Sumatera, 2.300 Hektare Lahan Terbakar

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 19:51 WIB

Serum Vitamin C untuk Atasi Flek Hitam dan Kulit Kusam Rekomendasi Dokter

Serum Vitamin C untuk Atasi Flek Hitam dan Kulit Kusam Rekomendasi Dokter

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 19:50 WIB

Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung

Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:50 WIB

Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR

Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:46 WIB

100 Satwa Dievakuasi dari Lokasi Karhutla, Ular hingga Biawak dan Ada yang Mati

100 Satwa Dievakuasi dari Lokasi Karhutla, Ular hingga Biawak dan Ada yang Mati

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:46 WIB

Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori

Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:45 WIB

Moreno Minta Maaf Usai Video Call Saat Rapat DPR, Ini Alasannya

Moreno Minta Maaf Usai Video Call Saat Rapat DPR, Ini Alasannya

Video | Selasa, 22 September 2026 | 19:40 WIB

×