Belajar dari Delta, Pemerintah Harus Benar-benar Serius Karantina Pasien Omicron di Rumah

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:44 WIB
Belajar dari Delta, Pemerintah Harus Benar-benar Serius Karantina Pasien Omicron di Rumah
Ilustrasi Varian Omicron (Pixabay)

Suara.com - Kementerian Kesehatan tidak memfokuskan perawatan pasien terinfeksi Omicron di rumah sakit, malainkan di rumah. Menanggapi itu, anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidatati meminta penerintah mempersiapkan segala sesuatunya dengan memadai dan sigap.

Kesiapan itu tentu mencakup obat-obatan dan konsultasi dan pemantauan pasien jarak jauh melalui sistem telemedicine.

"Jika ada gejala demam atau batuk tetap saja butuh obat kan. Lalu sistem telemedicine yang tepat, cepat dan akurat nanti seperti apa. Ini yang harus disiapkan dari sekarang," kata Mufida kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Seiring memfokuskan perawatan di rumah, Mufida meminta pemerintah gencar mensosialisasikan bahaya varian Omicron. Ia tidak ingin masyarakat menyimpulkan Omicron bergela ringan dan tidak berbahaya yang ujungnya justru menyepelekan.

"Meski disebut lebih ringan tapi tetap saja itu gejala yang memerlukan perawatan," kata Mufida.

Mufida mengatakan lonjakan varian Delta pada tahun kemarin yang mengakibatkan kasus kematian meningkat harus menjadi pelajaran bersama. 

"Kita belajar dari kasus varian Delta di mana cukup banyak yang akhirnya tidak tertolong saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Bagaimanapun bagi yang memiliki komorbid atau lansia, cukup rawan itu sampai pada kondisi sedang atau berat bahkan kematian seperti yang terjadi di luar negeri," kata Mufida.

Di sisi lain, antisipasi terjadinya gelombang ketiga akibat varian Omicron juga harus mulai dipersiapkan. 

"Kita sudah pernah melewati gelombang kedua dengan varian Delta seharusnya ada perbaikan yang signifikan sebagai bagian kesiapan kita menghadapi Omicron yang sudah transmisi lokal ini," tandasnya.

baca juga

Omicron Diprediksi Melonjak

Pemerintah memperkirakan lonjakan Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada awal Februari 2022. Ini berdasarkan pengalaman dari lonjakan di banyak negara yang terjadi 40 hari setelah kasus pertama ditemukan di negara lain.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan lonjakan Omicron yang terjadi diperkirakan bisa mencapai 40-60 ribu kasus dalam tiga pekan menuju awal Februari mendatang.

"Kalau prediksi kasus Omicron sepertinya para ahli masih prediksi ya, tapi mungkin mencapai 40-60 ribu total kasus Covid-19 ya," kata Nadia saat dihubungi, Kamis (13/1/2021).

Oleh sebab itu, dia meminta seluruh masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan serta mendapatkan vaksinasi Covid-19 di tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Terlebih pemerintah sudah memulai vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster bagi kelompok rentan seperti lansia dan kelompok komorbid dengan immunocompromised.

"Orang yang sudah divaksin saja masih bisa terkena apalagi kalau tidak divaksin, gejalanya bisa menjadi parah dan bahkan jumlah orang yang tertular dengan gejala berat pasti kondisinya akan lebih berat dibanding dengan varian delta," jelasnya.

Sejauh ini, Kemenkes mencatat kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah hingga mencapai 506 orang per Senin (10/1/2022).

Penambahan kasus masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang datang ke tanah air, dari 506 kasus konfirmasi Omicron, sebanyak 415 merupakan PPLN dan 84 kasus transmisi lokal.

Kebanyakan kasus tidak menunjukan gejala atau memiliki gejala yang ringan, sehingga tidak membutuhkan perawatan serius di rumah sakit.

Oleh sebab itu, Kemenkes akan memaksimalkan penggunaan telemedicine bagi pasien Omicron yang isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, Kemenkes juga akan menyertakan penggunaan obat monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien COVID-19 gejala ringan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masker N95 Memberikan Perlindungan Terbaik dari Omicron, tetapi Masker Bedah dan Kain juga Masih Bisa

Masker N95 Memberikan Perlindungan Terbaik dari Omicron, tetapi Masker Bedah dan Kain juga Masih Bisa

Health | Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:43 WIB

Omicron Sudah Merata Di Dunia, Pemerintah Cabut Larangan Masuk WNA Dari 14 Negara

Omicron Sudah Merata Di Dunia, Pemerintah Cabut Larangan Masuk WNA Dari 14 Negara

News | Jum'at, 14 Januari 2022 | 09:42 WIB

Baricitinib dan Kortikosteroid, Dua Obat Covid-19 yang Disebut WHO Efektif Lawan Varian Omicron

Baricitinib dan Kortikosteroid, Dua Obat Covid-19 yang Disebut WHO Efektif Lawan Varian Omicron

Health | Jum'at, 14 Januari 2022 | 09:14 WIB

Ade Yasin Ungkap Kronologi Warga Dramaga Positif Omicron, Kasus Pertama di Bogor

Ade Yasin Ungkap Kronologi Warga Dramaga Positif Omicron, Kasus Pertama di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Januari 2022 | 09:09 WIB

Terkini

Chanee Kalaweit: Pak Prabowo, Bagaimana 639 Hektare Lahan Terbakar Asapnya Selimuti Kalimantan?

Chanee Kalaweit: Pak Prabowo, Bagaimana 639 Hektare Lahan Terbakar Asapnya Selimuti Kalimantan?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:48 WIB

DJP: Sistem Pajak Tak Bertentangan dengan Prinsip Syariah

DJP: Sistem Pajak Tak Bertentangan dengan Prinsip Syariah

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Oli Sintetik vs Oli Mineral: Ini Perbedaan Lengkap dan Mana yang Paling Pas untuk Kendaraan Anda

Oli Sintetik vs Oli Mineral: Ini Perbedaan Lengkap dan Mana yang Paling Pas untuk Kendaraan Anda

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Doli Vs Hasyim Saling Sindir soal Dugaan PKPU Gibran, Benarkah Ada Pasal yang Diselundupkan?

Doli Vs Hasyim Saling Sindir soal Dugaan PKPU Gibran, Benarkah Ada Pasal yang Diselundupkan?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Bupati Klaten Diduga Terjaring OTT KPK, Gubernur Ahmad Luthfi: Saya Prihatin!

Bupati Klaten Diduga Terjaring OTT KPK, Gubernur Ahmad Luthfi: Saya Prihatin!

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Gaji Habis Buat Healing Terus? Hati-Hati, Bisa Jadi Kamu Korban Tekanan Sosial Digital

Gaji Habis Buat Healing Terus? Hati-Hati, Bisa Jadi Kamu Korban Tekanan Sosial Digital

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Perluas Pasar Ekspor UMKM, Astra Hadirkan Produk Unggulan Lokal di Trade Expo Indonesia 2026

Perluas Pasar Ekspor UMKM, Astra Hadirkan Produk Unggulan Lokal di Trade Expo Indonesia 2026

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:36 WIB

×