- Warga Flores NTT korban gempa bumi meminta pemerintah segera menghadirkan tenaga medis dan psikiater pada Rabu 26 Agustus 2026.
- Dukungan psikologis sangat dibutuhkan untuk memulihkan trauma masyarakat setelah lebih dari sepekan hidup dalam situasi bencana.
- Warga berharap kunjungan Presiden Prabowo Subianto memastikan bantuan pemulihan tempat tinggal serta penanganan khusus korban jiwa.
Suara.com - Bagi warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bantuan yang dibutuhkan tidak hanya berupa makanan, air bersih maupun obat-obatan.
Setelah lebih dari sepekan hidup dalam situasi bencana gempa bumi, mereka juga membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi psikologis.
Hal itu disampaikan Efridus Jerahi, warga Kampung Gurung, Desa Golo Lanak, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan tenaga kesehatan, khususnya untuk membantu warga menghadapi trauma akibat gempa.
"Dalam kondisi seperti ini mestinya kami masyarakat terdampak dapat banyak dukungan dari pemerintah, terutama untuk pemulihan. Yang pertama sekali secara psikologis mestinya datangkan dokter, tenaga medis, terutama dari segi psikologis," kata Efridus kepada Suara.com, Rabu (26/8/2026).
Ia berharap pemerintah juga dapat menghadirkan psikiater untuk menemui warga secara langsung dan memberikan pendampingan setelah mereka mengalami bencana.
"Syukur kalau misalnya ada psikiater untuk datang menemui kami, memberikan dukungan bahwa bencana ini sesuatu yang tidak bisa dielakkan, tapi paling tidak kami harus masih bisa bertahan," ujarnya.
Menurut Efridus, dukungan psikologis penting untuk membantu masyarakat kembali menguat setelah menghadapi situasi yang tidak mudah.
Ia juga berharap kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke NTT dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi warga terdampak.
Dengan begitu, kondisi riil di lapangan dapat menjadi dasar untuk menentukan bantuan dan penanganan selanjutnya.
"Lalu kedatangan Presiden itu paling tidak untuk melihat bagaimana kondisi real. Lalu dari situ juga menjadi acuan bagaimana penanganan selanjutnya," kata Efridus.
Salah satu persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah nasib warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Pemerintah diharapkan memastikan korban yang rumahnya roboh mendapatkan bantuan untuk pemulihan.
"Misalnya rumahnya roboh, apakah mereka bisa mendapatkan bantuan. Lalu terhadap korban jiwa, apakah mereka nanti diperhatikan khusus," tuturnya.
Bagi Efridus, kehadiran Presiden pada akhirnya bukan sekadar soal kunjungan ke lokasi bencana.
Ia berharap kedatangan tersebut diikuti dengan perhatian terhadap kebutuhan warga, mulai dari pemulihan psikologis hingga kepastian bantuan bagi mereka yang kehilangan rumah maupun anggota keluarga.