facebook

Pomdam Jaya Ikut Turun Tangan Tangani Kasus Penusukan Anggota TNI hingga Tewas di Jakut

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Pomdam Jaya Ikut Turun Tangan Tangani Kasus Penusukan Anggota TNI hingga Tewas di Jakut
Lokasi pembunuhan anggota TNI AD berinisial S yang oleh komplotan bersenjata tajam di Taman Burung. Waduk Pluit, Penjaringan. Terpasang police line di lokasi pembunuhan. (Suara.com/Yaumal)

Dwi menyerahkan kepada Polsek Penjaringan, Jakarta Utara terkait informasi pengembangan dari hasil penyelidikan.

Suara.com - Seorang anggota TNI AD berinisial S (20) ditusuk oleh orang tidak dikenal hingga tewas di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Kodam Jaya langsung ikut turun tangan untuk mengusut kasus tersebut.

Kapendam Jaya Letnan Kolonel Cpm Dwi Indra Wirawan mengatakan pihak Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) ikut bekerja sama dengan pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut.

"Dari pihak kami, Pomdam Jaya mulai kemarin sudah berkoordinasi dengan Polsek Penjaringan membantu prosesnya," kata Dwi saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (17/1/2022).

Sementara itu, Dwi menyerahkan kepada Polsek Penjaringan, Jakarta Utara terkait informasi pengembangan dari hasil penyelidikan.

Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Pesepeda Motor di Bogor, Cekcok di Jalan Ciampea, Satu Kena Tusuk Hingga Tewas

"Lebih bagus (konfirmasi) dari pihak kepolisian saja infonya," ujarnya.

Ditusuk di Jakut

Polisi membeberkan kronologis pengeroyokan hingga menewaskan anggota TNI AD berinisial S (20) di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Terkuak, bahwa pelaku bersenjata tajam ini sempat mencari orang Kupang sebelum akhirnya menusuk S hingga tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menuturkan peristiwa ini terjadi pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 03.06 WIB. Ketika itu, datang empat pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor.

"Kemudian turun dan mendatangi para saksi satu persatu menanyakan, "Apakah kamu orang Kupang?" tutur Zulpan kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Diduga Cekcok Gegara Asmara, Warga Batam Tewas Bersimbah Darah di Rokan Hilir

Salah satu saksi berinisial SN lantas menjawab bahwa dirinya bukan orang Kupang melainkan orang Lampung. Selanjutnya, pelaku bertanya kepada S.

"Korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban S, korban saling pukul dan satu pelaku berkaos hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban," beber Zulpan.

Saat korban tak berdaya, tiba-tiba datang teman pelaku. Saat itulah dia menusuk S hingga tersungkur.

"Salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban S menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur," ungkap Zulpan.

Selain S, dalam peristiwa ini pelaku turut melukai dua korban lainnya. Mereka masing-masing berinisial SM dan MS.

Kedua korban yang merupakan warga sipil itu turut menjadi sasaran pelaku saat berupaya melerai keributan.

"Korban SM terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh pelaku berkaos hitam, mengakibatkan korban luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang. Sedangkan korban MS luka dibagian jari manis sebelah kanan putus dua ruas," imbuhnya.

Satu Tertangkap

Dalam perkara ini, polisi telah menangkap satu terduga pelaku. Pelaku ditangkap pada Minggu (16/1) kemarin malam.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya menyebut pelaku masih diperiksa secara intensif di Polres Metro Jakarta Utara.

"Satu sudah di amankan dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Febri saat dikonfirmasi, Senin (17/1/2022) pagi tadi.

Kekinian, kata Febri, pihaknya masih memburu pelaku lainnya. Dia berharap seluruh pelaku dapat tertangkap dalam waktu dekat ini.

"Masih dalam proses pengejaran, sambil memeriksa keterangan para saksi-saksi," pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar