facebook

Kasus Omicron di India Meledak, Sri Mulyani Ketar-ketir Lagi

Agung Sandy Lesmana | Mohammad Fadil Djailani
Kasus Omicron di India Meledak, Sri Mulyani Ketar-ketir Lagi
Menkeu Sri Mulyani. [Tangkapan layar]

"...Kami berharap kita akan jaga terus dan ini Bapak Presiden beri perhatian ekstra terhadap perkembangannya."

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus memonitor sejumlah perkembangan kasus Covid-19 secara global, salah satunya India yang akhir-akhir ini mencatatkan kasus Covid-19 varian Omicron yang meningkat cukup tinggi.

Kondisi ini pun membuat Sri Mulyani cukup ketar-ketir melihat perkembangan yang ada. Pasalnya, lonjakan kasus di India mirip dengan Indonesia, seperti halnya kasus Covid-19 varian delta terdahulu.

"Saat varian Delta menyebar, kasus Covid-19 di India mulai naik pada Februari dan berakhir pada Juli 2021, jadi cukup lama. Dan peak kasus hariannya sangat tinggi di 250 ribu kasus per satu juta penduduk," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (19/1/2022).

Sementara itu, Indonesia mulai mengalami kenaikan kasus Covid-19 varian Delta pada akhir Juni dan berlangsung sampai September 2021.

Baca Juga: Siti Fadilah: Tak Perlu Vaksinasi dan Takut Omicron karena Sudah Punya Obatnya

"Sekarang kita lihat India mulai merambat naik lagi karena Omicron, Indonesia relatif lebih flat. Kami berharap kita akan jaga terus dan ini Bapak Presiden beri perhatian ekstra terhadap perkembangannya," imbuh Sri Mulyani.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang tidak diinginkan tersebut, Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk lebih ketat lagi menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi oleh pemerintah.

"Sehingga kalau masyarakatnya tetap disiplin protokol kesehatan dan mau mengikuti vaksinasi apalagi booster, mereka percaya akan bisa melakukan aktivitas dan kegiatan ekonomi seperti biasa," ucapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar