facebook

Kasus Omicron di Jakarta Tembus Angka 1.000, Wagub DKI: Jangan Anggap Enteng, Apalagi Membiarkan

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Kasus Omicron di Jakarta Tembus Angka 1.000, Wagub DKI: Jangan Anggap Enteng, Apalagi Membiarkan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ANTARA/Mentari Dwi Gayati

"Iya tentu ini jadi perhatian kita bersama, tidak bermaksud menganggap enteng, apalagi membiarkannya," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Suara.com - Jumlah kasus penularan varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat ditemukan 1.027 orang terpapar omicron.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 747 orang yang terpapar memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Sedangkan 280 lainnya adalah kasus transmisi lokal.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kasus omicron yang sudah menyentuh angka ribuan ini telah menjadi perhatian pihaknya.

"Iya tentu ini jadi perhatian kita bersama, tidak bermaksud menganggap enteng, apalagi membiarkannya," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Aturan Baru! Pasien Omicron Boleh Isoman di Rumah, Begini Syaratnya

Karena itu, Riza meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin. Jika memang tidak ada keperluan mendesak, lebih baik tetap berada di rumah.

"Jadi mari semua harus bekerjasama memastikan bahwa apa yang kita perjuangan sesuai ketentuan SOP yang ada seperti yang sudah diatur oleh Satgas pusat oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Politisi Gerindra ini pun juga mengingatkan pentingnya segera melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Jika sudah memenuhi syarat, diharapkan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan vaksin.

"Pastikan mendapatkan vaksin apalagi yang belum. Yang booster saja segerakan mari kita mengajak para orang tua, kakek nenek kita yang memenuhi syarat orang tua kita lansia kita dorong," pungkasnya.

Baca Juga: Varian Omicron Cepat Menyebar, Menkes: Puncaknya Akhir Februari dan Awal Maret

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar