Nyalakan Musik Terlalu Keras, Pria Inggris Tewas Ditikam Warga

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 24 Januari 2022 | 18:20 WIB
Nyalakan Musik Terlalu Keras, Pria Inggris Tewas Ditikam Warga
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria Inggris tewas ditikam di Thailand karena menyalakan musik terlalu keras. Ayah dua anak ini diidentifikasi sebagai Marcus Evans.

Menyadur Mirror Senin (24/1/2022), Evans yang berasal dari Somerset, dipukul di leher dengan pisau berbentuk sabit di distrik Muang, Kanchanaburi pada Sabtu dini hari.

Pria Inggris lainnya, yang diduga dari Nuneaton, juga terluka parah dalam serangan itu dan dibawa ke rumah sakit. Media lokal melaporkan mereka diserang saat mendengarkan musik dan minum-minum di meja pada pukul 3 dini hari.

Seorang pria Thailand, 23, didakwa dengan pembunuhan dan percobaan pembunuhan sebelumnya hari ini.

Rekan Evans yang lainnya menyampaikan berita kematian ini dalam sebuah posting penuh kesedihan di media sosial, yang menyatakan bahwa dia sangat menyayanginya.

Ilustrasi pembunuhan, mutilasi, pembantaian, jenazah, mayat, sadis, penjahat, perampok, pisau (Freedigitalphotos/Toa55)
Ilustrasi pembunuhan. (Freedigitalphotos/Toa55)

"Dan seperti orang lain yang sangat saya cintai .... Pergi xxx."

Adria Licci, 59, teman Evans yang juga tinggal di Thailand, mengaku tiba di sana pada 17 Desember.

Dia memberi tahu The Sun bahwa Evans dan korban Inggris lainnya mengenal penyerang karena pernah memberi rokok dan minum bersamanya.

Licci mengatakan dia dibangunkan karena ada tiga orang yang berteriak sekitar jam 3 pagi, meskipun belum pernah melihat mereka berdebat sebelumnya.

baca juga

"Saya keluar dari ruangan untuk melihat dan menemukan orang yang terluka dan orang mati tergeletak di tanah dalam genangan darah."

"Kami pikir masalah ini disebabkan oleh orang-orang yang memainkan musik keras, tapi ini seharusnya bisa didiskusikan dan diselesaikan. Tidak harus dengan kekerasan."

Ilustrasi police line [Shutterstock]
Ilustrasi police line [Shutterstock]

Polisi menangkap tersangka pada pukul 8.49 pagi ketika bersembunyi di kamar kerabat di seberang tempat serangan itu terjadi, lapor Bangkok Post.

Juru bicara Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran mengatakan sudah menghubungi polisi Thailand dan memastikan jaminan warganya terkait hal ini.

"Kami menghubungi Polisi Kerajaan Thailand setelah kematian seorang pria Inggris dan rawat inap lainnya di Thailand dan siap memberikan dukungan konsuler."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nana Mirdad Keluhkan Suara Musik Kencang dari Sebuah Kafe di Bali

Nana Mirdad Keluhkan Suara Musik Kencang dari Sebuah Kafe di Bali

Bali | Senin, 08 November 2021 | 17:32 WIB

Setel Musik Kencang Joget di Jembatan, Seorang Waria Dijemput Polisi

Setel Musik Kencang Joget di Jembatan, Seorang Waria Dijemput Polisi

Kalbar | Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:14 WIB

Putar Musik Kencang Sambil Mabuk, Mus Tewas Dikeroyok Warga di Warung Tuak

Putar Musik Kencang Sambil Mabuk, Mus Tewas Dikeroyok Warga di Warung Tuak

News | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 21:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×