Aliansi Mahasiswa Papua Sebut Praktik Rasisme pada Rakyat Papua Terus Meningkat

Rizki Nurmansyah, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 08 Februari 2022 | 00:05 WIB
Aliansi Mahasiswa Papua Sebut Praktik Rasisme pada Rakyat Papua Terus Meningkat
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) DKI Jakarta dalam konferensi pers di komplek KPAD Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin (7/2/2022). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sekjen Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) DKI Jakarta, Kalvin Molama mengatakan, praktik rasisme terhadap rakyat Papua terus meningkat hingga saat ini.

Hal ini dikatakannya dalam jumpa pers di komplek KPAD Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin (7/2/2022).

"Praktik rasisme terhadap rakyat Papua beberapa tahun terakhir terus meningkat hingga sampai detik ini," ujar Kalvin.

Pernyataan Kalvin menyusul penangkapan dan kriminalisasi terhadap Ketua Aliansi Mahasiwa Papua Komite Kota (AMP KK) Lombok, Nyamuk Karunggu pada 1 Februari 2022 dan tindakan rasis kepada pelajar Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Jember pada 26 Januari 2022 oleh seorang pengajar.

Selanjutnya, kata Kalvin, pada tahun 2016 dan 2019 aparat dan kelompok premanisme mengepung asrama mahasiswa Papua di Yogyakarta dan Surabaya.

Mahasiswa Papua yang tinggal didalamnya diteriaki "monyet" dan makian merendahkan lainnya oleh aparat dan berbagai ormas reaksioner, karena difitnah menjatuhkan bendera Indonesia ke dalam parit serta penahanan obby kogoya di Yogyakarta.

Kalvin menuturkan, sejak kolonialisme Indonesia aneksasi West Papua, kekayaan alam Papua tidak hanya dikeruk habis-habisan. Namun, masyarakatnya juga menjadi sasaran rasisme.

Rakyat Papua yang belajar di berbagai daerah, kata dia, sering mengalami diskriminasi. Tak jarang mereka disamakan dengan binatang.

"Kami menyadari bahwa rasisme dan atau apapun bentuk tindakan diskriminatif secara rasial, merupakan anak kandung dari kolonialisme," papar Kalvin.

baca juga

Pasalnya, kata Kalvin, kenyataannya West Papua merupakan wilayah yang dikoloni oleh Indonesia di abad 21 ini.

Kalvin menuturkan, lagi-lagi sejarah ketertindasan West Papua menjelaskan bahwa kolonialisme Indonesia merupakan jalan terbaik untuk akses kapital nasional dan internasional.

"Karena itu alasan mengapa rasisme selalu subur di setiap negeri koloni," ucapnya

Maka dari itu, Kalvin mengatakan solidaritas dan persatuan ini perlu diperluas di antara rakyat tertindas.

Pasalnya, kata Kalvin, rakyat tertindas tak bisa melawan rasisme dengan berharap pada penguasa.

"Kita tidak bisa melawan rasisme dengan berharap kepada penguasa, karena sepanjang sejarah mereka yang justru memelihara dan memproduksi prasangka rasialis ini untuk memecah belah Rakyat tertindas," kata Kalvin.

Karena itu, mobilisasi massa untuk mempertahankan diskusi, seminar, penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah, dan melawan diskriminasi terhadap kaum minoritas lainnya perlu dilancarkan.

"Sebab hanya dari tangan rakyat tertindas itu sendiri, kehidupan yang lebih baik dapat diwujudkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Suku Di Papua Primitif Dan Radikal, Film Buatan Polri Ini Dianggap Rasis, Polda Papua: Itu Kisah Nyata

Sebut Suku Di Papua Primitif Dan Radikal, Film Buatan Polri Ini Dianggap Rasis, Polda Papua: Itu Kisah Nyata

News | Minggu, 06 Februari 2022 | 09:48 WIB

Temuan Kasus Omicron di Papua Buktikan Varian Baru Itu Sangat Menular

Temuan Kasus Omicron di Papua Buktikan Varian Baru Itu Sangat Menular

Health | Sabtu, 05 Februari 2022 | 20:10 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa Evaluasi Penempatan Pos Pengamanan Objek Vital Papua

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa Evaluasi Penempatan Pos Pengamanan Objek Vital Papua

Sulsel | Selasa, 01 Februari 2022 | 05:15 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×