Dukung Penangkapan Ketua AMP Lombok, Aliansi Mahasiswa Papua Kutuk Keras Rektor Universitas Mataram

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 07 Februari 2022 | 21:18 WIB
Dukung Penangkapan Ketua AMP Lombok, Aliansi Mahasiswa Papua Kutuk Keras Rektor Universitas Mataram
Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) mengecam tindakan rasis dan kriminalisasi terhadap Ketua Aliansi Mahasiwa Papua Komite Kota (AMP KK) Lombok, Nyamuk Karunggu. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) mengutuk keras Rektor Universitas Mataram (Unram) yang mendukung penangkapan terhadap Ketua Aliansi Mahasiwa Papua Komite Kota (AMP KK) Lombok, Nyamuk Karunggu.

"Kami mengutuk keras Rektor Universitas Mataram (UNRAM) yang mendukung penangkapan Ketua AMP KK Lombok," ujar Sekjen AMP KK DKI Jakarta Kalvin Molama dalam jumpa pers di komplek KPAD Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin (7/2/2022).

Nyamuk Karunggu ditangkap aparat Polda NTB pada Jumat 1 Februari 2022 pukul 17.50 WITA. Penangkapan itu terkait aksi pengibaran Bendera Bintang Kejora dan Bendera Organisasi AMP serta orasi politiknya yang mengkritik rezim dalam aksi mimbar bebas di halaman depan Gedung Rektorat Unram yang berlangsung pada 1 Februari 2022, pagi.

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka perayaan 1 tahun berdirinya organisasi AMP Lombok.

Mereka kata Kalvin, juga mengutuk keras birokrasi kampus Universitas Mataram (UNRAM) karena memberikan izin militer untuk masuk dalam kampus.

Selain itu mereka meminta agar TNI/Polri ditarik dari ruang otonomi Kampus Universitas Mataram (UNRAM).

"Berikan dan lindungi hak bebas beraktivitas sebagaimana manusia yang memiliki hak kodrat untuk bebas, termasuk kebebasan memperoleh ilmu di kampus, berorganisasi dan hak menyampaikan pendapat di muka umum," tutur dia.

Lebih lanjut, Kalvin meminta agar aparat segera menangkap pelaku rasial yang mengungkapkan kata diskriminasi saat Nyamuk Karunggu sedang diinterogasi di Polda NTB.

Selain itu mereka meminta agar barang-barang yang diambil Polda NTB di asrama Nyamuk Karunggu dikembalikan.

baca juga

"Berupa bendera bintang kejora 1, bendera AMP 1, noken papua 1, buku yang berjudul (mengapa kami sosialisme, marxisme, dokter revolusioner, hukum internasional), baliho, 2 buah poster (yang satu bertulis TPNPB-OPM bukan teroris, dan kunci asrama," papar Kalvin.

Dalam kesempatan tersebut mereka juga meminta agar pelaku Rasis Guru SMA Pakusari Kabupaten Jember untuk segera diadil.

Pemerintah kata dia, harus menghentikan tindakan rasis dan mendiskriminasi terhadap Pelajar dan Mahasiswa Papua.

"Berikan hak kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri melalui mekanisme yang sangat demokratis, yakni referendum," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aliansi Mahasiwa Papua dan FRI-WP Kecam Tindakan Rasis dan Kriminalisasi Terhadap Mahasiswa di Lombok

Aliansi Mahasiwa Papua dan FRI-WP Kecam Tindakan Rasis dan Kriminalisasi Terhadap Mahasiswa di Lombok

News | Senin, 07 Februari 2022 | 17:11 WIB

13 Mahasiswa Papua Bali Terluka Usai Bentrok Dengan PGN di Denpasar, Ini Kronologinya

13 Mahasiswa Papua Bali Terluka Usai Bentrok Dengan PGN di Denpasar, Ini Kronologinya

Bali | Rabu, 01 Desember 2021 | 13:14 WIB

Bentrok di Denpasar Melibatkan AMP Bali Dan Ormas PGN, Lempar Batu Tak Terhindarkan

Bentrok di Denpasar Melibatkan AMP Bali Dan Ormas PGN, Lempar Batu Tak Terhindarkan

Bali | Rabu, 01 Desember 2021 | 11:44 WIB

Dibubarkan Paksa saat Unjuk Rasa di Kedubes AS, Mahasiswa Papua: Aparat Rasis!

Dibubarkan Paksa saat Unjuk Rasa di Kedubes AS, Mahasiswa Papua: Aparat Rasis!

News | Kamis, 30 September 2021 | 14:13 WIB

Terkini

Viral Bule Ketawa Getir saat Tau Bensin Eceran di Bali Tembus Rp 200 Ribu, Ini Dalih Pertamina

Viral Bule Ketawa Getir saat Tau Bensin Eceran di Bali Tembus Rp 200 Ribu, Ini Dalih Pertamina

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fenomena Camera Eats First: Kenali Etika Memotret Makanan di Restoran Agar Tak Mengganggu

Fenomena Camera Eats First: Kenali Etika Memotret Makanan di Restoran Agar Tak Mengganggu

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

×