Ukraina Bersatu, Warga Sipil Ikut Dilatih Perang Hadapi Kemungkinan Serangan Rusia

Bangun Santoso

Selasa, 08 Februari 2022 | 11:23 WIB
Ukraina Bersatu, Warga Sipil Ikut Dilatih Perang Hadapi Kemungkinan Serangan Rusia
Ilustrasi tentara Ukraina. (Foto: AFP)

Andriy Rikun, perwakilan resmi dari Markas Besar Pertahanan Kyiv, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pelatihan diadakan untuk "menyatukan semua orang" jika terjadi situasi terburuk.

"Mereka bersiap-siap untuk memukul mundur musuh pada waktu yang tepat (bila diperlukan)," katanya.

Rikun mengatakan dengan pelatihan tersebut, masyarakat juga belajar bagaimana mengungsi dalam situasi darurat, memberikan pertolongan pertama, dan "melindungi keluarga (mereka) sendiri."

"Pelatihan kami meliputi taktik (militer), penggunaan senjata, pertolongan pertama, (mempersiapkan) tas darurat, pertempuran dengan pisau, evakuasi, dan kelangsungan hidup, berbagai macam hal yang dapat berguna bagi seseorang jika terjadi perang dan bencana teknologi," tegasnya.

Rikun mencatat bahwa pelatihan terakhir diadakan pada musim semi lalu.

Dia juga menambahkan bahwa pelatihan telah berlangsung selama delapan tahun terakhir atau sejak dimulainya konflik Rusia-Ukraina pada tahun 2014.

"Kami tidak berhenti dan tidak akan berhenti. Pelatihan ini hanya untuk mereka yang ingin bergabung," tambahnya.

'Harus selalu siap'

Anastasia Sakva, seorang sukarelawan berusia 21 tahun, mengatakan dia menghadiri pelatihan untuk pertama kalinya.

baca juga

Namun dia menyampaikan sebelum mengikuti pelatihan, dia adalah anggota Legiun Ukraina dan organisasi serupa lainnya.

“Saya suka ada beberapa lokasi (untuk pelatihan) dan orang-orang tidak dimasukkan dalam kelompok besar, dan ini nyaman untuk menerima dan memproses informasi dengan baik,” katanya.

“Bahkan jika kita bukan bagian dari Angkatan Bersenjata atau formasi lainnya, kita tidak dapat berharap bahwa dia dapat mempelajari (pelatihan militer) ini dalam seminggu atau sebulan di pusat pelatihan yang berbeda jika terjadi eskalasi, seperti yang terjadi pada tahun 2014 ketika tidak ada yang siap. Oleh karena itu, saya percaya bahwa kita harus selalu siap dan berlatih dalam kehidupan sipil," kata dia.

Sergiy Fomenih, seorang sukarelawan dan tentara cadangan berusia 54 tahun, mengatakan dia bergabung sejak 2016.

“Tujuan utamanya adalah melatih bangsa agar tidak panik jika terjadi deklarasi perang, sehingga semua orang tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan ke mana harus pergi. Juga, untuk mengetahui setidaknya cara memegang senjata,” ungkap Fomenih.

"Pembentukan akhir" tentara sukarelawan akan dilakukan pada musim gugur dan akan diikuti hampir setengah juta orang, terang Fomenih.

“Terima kasih banyak kepada Turki yang ramah atas bantuannya. Ini adalah negara saudara kami. Kami siap untuk menjaga kerja sama yang erat.”

Fomenih menyoroti bahwa kunjungan resmi baru-baru ini oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Kyiv adalah "langkah yang sangat baik oleh Turki terhadap Ukraina."

"Saya menilai positif (peran Turki dalam mediasi antara Kyiv dan Moskow), dan berpikir bahwa, tentu saja, jika memungkinkan, perlu menyelesaikan konflik secara damai, tetapi jika ada konfrontasi, maka kita dapat membela diri kita sendiri," ucap dia.

Erdogan dalam banyak kesempatan menyuarakan bahwa Turki siap menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Rusia dan Ukraina guna meredakan ketegangan yang sedang berlangsung.

Kurangnya kesadaran masyarakat

Nadejda, seorang warga Kyiv berusia 38 tahun, mengatakan ini adalah gelombang kedua dari pelatihan yang diadakan di ibu kota.

"Masyarakat memiliki kesadaran yang sangat rendah tentang pertahanan teritorial, (seperti) apa yang harus dilakukan, ke mana (mereka) harus pergi, bagaimana bertindak jika ada situasi serius. ... Karena itu, saya pikir setiap daerah harus mengatur secara baik di tempatnya sendiri, atau di daerah lain, semacam pelatihan pertahanan teritorial," ujar Nadejda.

Nadejda mengatakan dia bergabung dalam pelatihan ini karena absen dalam pelatihan sebelumnya di Kyiv.

"Pelatihan ini sangat penting. Dan semakin banyak orang yang terlibat dalam pelatihan ini, semakin baik. Saya pikir penting untuk tidak panik, tetapi bersiaplah." (Sumber: Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Sebut Rusia Sudah Siagakan 100 Ribu Pasukan Dekat Perbatasan, Siap Gempur Ukraina Kapanpun

Amerika Sebut Rusia Sudah Siagakan 100 Ribu Pasukan Dekat Perbatasan, Siap Gempur Ukraina Kapanpun

Jatim | Senin, 07 Februari 2022 | 17:46 WIB

Ketegangan Makin Meningkat di Perbatasan Ukraina, Amerika Ingatkan Rusia Bisa Lakukan Serangan Kapanpun

Ketegangan Makin Meningkat di Perbatasan Ukraina, Amerika Ingatkan Rusia Bisa Lakukan Serangan Kapanpun

Jogja | Senin, 07 Februari 2022 | 13:46 WIB

Jerman Akan Kirim Pasukan Tambahan ke Lithuania, Hadapi Krisis Rusia dan Ukrania

Jerman Akan Kirim Pasukan Tambahan ke Lithuania, Hadapi Krisis Rusia dan Ukrania

Sulsel | Senin, 07 Februari 2022 | 07:15 WIB

Pasukan Amerika Serikat Tiba di Polandia, Siap Hadapi Ancaman Serangan Tentara Rusia

Pasukan Amerika Serikat Tiba di Polandia, Siap Hadapi Ancaman Serangan Tentara Rusia

Sulsel | Senin, 07 Februari 2022 | 06:10 WIB

Rombongan Pertama Pasukan Amerika Mendarat di Polandia Bersiap Hadapi Peningkatan Tensi di Ukraina

Rombongan Pertama Pasukan Amerika Mendarat di Polandia Bersiap Hadapi Peningkatan Tensi di Ukraina

Jogja | Minggu, 06 Februari 2022 | 19:28 WIB

Kecelakaan di Sunset Road Bali Viral, Honda Brio yang Dikendarai Bule Rusia Terbalik Hingga Ringsek

Kecelakaan di Sunset Road Bali Viral, Honda Brio yang Dikendarai Bule Rusia Terbalik Hingga Ringsek

Bali | Sabtu, 05 Februari 2022 | 11:02 WIB

Pengeroyokan Antar Bule di Kuta Utara Diakui Karena Solidaritas Sesama Warga Eropa Timur

Pengeroyokan Antar Bule di Kuta Utara Diakui Karena Solidaritas Sesama Warga Eropa Timur

Bali | Sabtu, 05 Februari 2022 | 07:46 WIB

Terkini

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:55 WIB

Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang

Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:34 WIB

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:32 WIB

Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program

Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:30 WIB

Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop

Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:27 WIB

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan

Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:07 WIB

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB