Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan

Bangun Santoso

Senin, 02 Februari 2026 | 16:12 WIB
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
Penganiayaan yang menimpa Nenek Saudah di Nagari Lubuk Aro, Pasaman, Sumatera Barat karena menolak tambang ilegal [Suara.com/LBH Padang]
baca 10 detik
  • Nenek Saudah menangis saat RDP Komisi III DPR pada 2 Februari 2026, mengungkap penganiayaan terkait tambang ilegal di Pasaman.
  • Keluarga mempertanyakan penetapan hanya satu tersangka oleh Polres Pasaman, mengindikasikan adanya pengeroyokan dan pelaku lain terlibat.
  • Pasca penganiayaan, Nenek Saudah dikucilkan di kampung halamannya meskipun merupakan keturunan tokoh terhormat setempat.

Suara.com - Suasana ruang rapat Komisi III DPR RI mendadak hening saat seorang lansia bernama Saudah tak kuasa menahan tangisnya. Di hadapan para wakil rakyat, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Komnas HAM, Nenek Saudah mencurahkan jeritan hatinya.

Hal itu setelah Nenek Saudah menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga kuat berkaitan dengan perlawanannya terhadap aktivitas tambang ilegal di kampung halamannya, Pasaman, Sumatra Barat.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026), air mata menjadi saksi bisu penderitaan yang ia alami. Dengan suara bergetar, Nenek Saudah mengucapkan terima kasih karena panggilannya untuk keadilan akhirnya didengar hingga ke ibu kota.

“Saya sebagai korban yang bernama Saudah, berterima kasih atas kepedulian kalian semua. Tiada kusangka begini, atas kejadian ini yang akan sampai aku ke sini,” katanya sambil menangis sesenggukan.

Ucapan tulus itu menyiratkan perjalanan panjang dan berat yang harus ia lalui. Ia merasa terharu sekaligus pilu, nasibnya yang teraniaya di daerah terpencil kini menjadi perhatian nasional.

“Mendengar semua yang Ibu katakan, Bapak katakan semua, saya berterima kasih sebanyak-banyaknya,” ucapnya sebagaimana dilansir Antara.

Kejanggalan Hukum dan Jeritan Keluarga

Kisah Nenek Saudah bukan hanya tentang penganiayaan fisik. Pihak keluarga yang mendampingi mengungkap sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan di Polres Pasaman, Sumatera Barat.

Mereka mempertanyakan mengapa polisi hanya menetapkan satu orang tersangka, padahal luka yang diderita Nenek Saudah menunjukkan adanya pengeroyokan.

baca juga

Seorang perwakilan keluarga dengan nada tinggi menyuarakan protesnya. Menurutnya, mustahil luka separah itu hanya disebabkan oleh satu orang pelaku.

“Kalau memang tersangkanya satu orang, tidaklah mungkin rasanya separah ini ibunda kami. Bisa pula lagi diseret dan dibuang ke seberang sungai. Apalagi tersangka yang saat ini sudah mengaku ada beberapa orang, kenapa tidak ditangkap? Ini yang kami sangat sayangkan,” ujarnya dengan penuh emosi.

Keluarga menduga ada pihak-pihak lain yang terlibat dan sengaja dilindungi. Mereka juga menuntut agar Nenek Saudah didampingi oleh pengacara yang benar-benar netral dan tidak terpengaruh oleh kepentingan mana pun, untuk memastikan proses hukum berjalan adil.

Diasingkan di Tanah Kelahiran Sendiri

Penderitaan Nenek Saudah ternyata tidak berhenti di ranah fisik dan hukum. Setelah insiden penganiayaan yang terjadi pada 1 Januari 2026 lalu, ia justru harus menanggung beban sosial yang tak kalah berat, dikucilkan oleh masyarakat di lingkungannya sendiri.

Ironisnya, Nenek Saudah bukanlah orang sembarangan di kampungnya. Ia adalah keturunan langsung dari seorang tokoh yang dihormati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darah Nenek Saudah Bikin DPR Murka, Mafia Tambang Ilegal Pasaman Terancam Dibabat Habis!

Darah Nenek Saudah Bikin DPR Murka, Mafia Tambang Ilegal Pasaman Terancam Dibabat Habis!

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:29 WIB

Korban Terus Berjatuhan di Tambang Ilegal, Anggota DPR ke Bahlil: Harus Tunggu Berapa Nyawa Lagi?

Korban Terus Berjatuhan di Tambang Ilegal, Anggota DPR ke Bahlil: Harus Tunggu Berapa Nyawa Lagi?

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 18:57 WIB

Tambang Ilegal: Ketika Alam Dikeruk dan Hukum Dipinggirkan

Tambang Ilegal: Ketika Alam Dikeruk dan Hukum Dipinggirkan

Your Say | Kamis, 22 Januari 2026 | 17:00 WIB

Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal

Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:16 WIB

Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato

Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:30 WIB

Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?

Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 21:02 WIB

DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi

DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:28 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×