BRI Hadirkan Alternatif Model Korporatisasi Usaha Mikro dengan Program Desa BRILian

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Jum'at, 11 Februari 2022 | 20:55 WIB
BRI Hadirkan Alternatif Model Korporatisasi Usaha Mikro dengan Program Desa BRILian
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari. (Dok : BRI)

Suara.com - Pandemi covid-19 telah memberikan pembelajaran tentang pentingnya sustainability Usaha Mikro. Banyak negara di dunia berusaha untuk memenuhi kebutuhan domestiknya karena terganggunya global value chain yang disebabkan penyebaran covid- setiap negara, termasuk Indonesia.

Digitalisasi, penguatan kelembagaan UMK, kemudahan akses distribusi produk unggulan menjadi prioritas bagi pemerataan pemenuhan konsumsi & produksi dalam negeri. Sepanjang 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) RI mempublikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,69 persen year on year. Secara spasial, struktur perekonomian masih didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,89 persen. Hal ini mengindikasikan dan menegaskan bahwa masih perlunya penguatan fungsi produksi dan konsumsi di wilayah Indonesia yang lain.

Dalam upaya mendorong geliat ekonomi, pertama, Pemerintah mencanangkan digitalisasi dengan target sebanyak 30 juta pelaku usaha dalam ekosistem digital pada tahun 2024. Kementerian Koperasi dan UKM RI mengungkapkan jumlah pelaku usaha yang saat ini sudah onboarding di ekosistem digital mencapai sekitar 16,4 juta dan akan terus bertambah dengan cepat. Pandemi membangkitkan contact free economy dan mempercepat transformasi perilaku konsumen dengan memanfaatkan teknologi digital untuk berinteraksi serta bertransaksi

Kedua, penguatan kelembagaan atau klasterisasi memungkinkan usaha mikro mencapai skala ekonomi yang lebih tinggi melalui integrasi rantai bisnis (ekosistem). Beberapa keuntungan bagi usaha mikro, antara lain pada aktivitas pembelian, produksi, dan pengelolaan administrasi yang lebih efisien.

Beberapa tahun terakhir Pemerintah juga menggalakan ekspor non migas, yang didominasi oleh beberapa produk primer seperti hasil pertambangan, pertanian dan industri olahan. Langkah ini sebagai upaya menjaga kestabilan ekspor yang disebabkan volume ekspor migas menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, dengan rata - rata pertumbuhan yang terkontraksi mencapai sekitar 8,6 persen. Terlihat di grafik 4, dari sisi impor pun, baik migas maupun nonmigas menunjukkan trend turun di tahun 2020. Realita ini mengindikasikan pemenuhan kebutuhan dalam negeri dari impor juga mengalami keterbatasan.

Situasi dunia yang belum menentu sampai dengan saat ini rasanya menjadi sebuah momentum yang tepat untuk percepatan ketahanan produk nasional. Munculnya varian baru Covid-19 masih membuat setiap negara menerapkan kebijakan “buka tutup” pintu untuk mobilitas barang dan masyarakat. Untuk itu, perlu sebuah penguatan daya saing produk lokal untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri dengan berbasis local wisdom.

Sementara itu sejak tahun 2019, BRI sebagai bank yang fokus terhadap usaha mikro dan memiliki jaringan tersebar di seluruh penjuru Indonesia mengimplementasikan program Desa BRILian. Saat ini, telah terdapat hampir 1.200 desa yang telah mendapatkan pendampingan program inkubasi desa, salah satunya juga dalam mengembangkan potensi produk unggulan desa binaan masing - masing. Program ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung swadaya kelola dan kemandirian desa untuk lebih berdaya meningkatkan kesejahteraan warganya.

Salah satu yang paling terdampak dari pandemi saat ini adalah pelaku usaha mikro. Seperti kita ketahui, usaha mikro dan berusaha dalam skala kecil menempati 99 persen dari pelaku usaha nasional dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 97 persen. Sebagai komponen vital perekonomian nasional, perlu upaya nyata dalam membangun skala ekonomi yang lebih besar melalui konsolidasi dan integrasi antar pelaku usaha mikro.

Pola konsolidasi telah banyak digalakkan. Namun, pada praktiknya masih dilakukan secara parsial. Sehingga kurang menciptakan keterkaitan yang bersifat sinergi. Untuk itu, perlu perbaikan database dan digitalisasi sebagai enabler utama dalam mengorkestrasi terbentuknya konsolidasi tersebut.

baca juga

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM RI, terdapat lebih dari 64 juta pelaku usaha yang di dominasi usaha mikro di Indonesia. Melalui konsep klasterisasi, maka para pelaku usaha akan lebih mudah dan efisien untuk mendapatkan pemberdayaan dan informasi dalam rangka meningkatkan skala kapasitas produksi usahanya. Selain itu, dalam kerangka penguatan kelembagaan usaha mikro perlu pendampingan hingga klaster usaha tersebut menjadi “naik kelas”.

Dengan kelolaan yang mencapai lebih dari 10 ribu klaster usaha, BRI secara periodik melakukan identifikasi dan verifikasi perkembangan klaster - klaster dimaksud.

Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan dari hasil pemberdayaan yang secara harian dilakukan oleh tenaga pemasar mikro BRI atau dikenal Mantri BRI.

BRI memiliki journey pemberdayaan yang komprehensif, mulai dari pemberdayaan dasar hingga membuka pasar bagi pelaku usaha binaan. Dalam rangka mendukung skala bisnis klaster usaha binaan, BRI secara rutin mengadakan pameran yang bertujuan untuk memperkenalkan produk - produk unggulan klaster usaha kepada masyarakat luas.

Selain itu, dalam journey pemberdayaan yang terkini, BRI telah mengkonsolidasikan klaster binaan kedalam sebuah “outlet” pemberdayaan yang menampung produk - produk dari seluruh Indonesia. Kedepannya, outlet ini akan berkembang menjadi sebuah platform berbasis teknologi yang dapat menyambungkan para klaster usaha binaan dengan pasar yang lebih luas dan besar.

Digitalisasi platform yang mengkonsolidasikan klaster usaha binaan BRI akan membentuk korporatisasi usaha mikro. Skala ekonomi yang lebih besar, ekosistem usaha mikro terbentuk dan dukungan terkait pengembangan melalui pemberdayaan dan pembiayaan juga terpenuhi.

"Kedepan masih banyak yang harus dikerjakan untuk mewujudkan alternatif model korporatisasi melalui journey konsolidasi berbasis teknologi,” terang Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persita Batalkan Kemenangan Tira Persikabo, Widodo C Putro Angkat Topi untuk Penggawa Pendekar Cisadane

Persita Batalkan Kemenangan Tira Persikabo, Widodo C Putro Angkat Topi untuk Penggawa Pendekar Cisadane

Bola | Jum'at, 11 Februari 2022 | 20:28 WIB

Link Live Streaming PSS Sleman vs Persib Bandung, BRI Liga 1 Segera Berlangsung

Link Live Streaming PSS Sleman vs Persib Bandung, BRI Liga 1 Segera Berlangsung

Bola | Jum'at, 11 Februari 2022 | 20:19 WIB

COVID-19 Mengganas, Menpora Serahkan Kelanjutan BRI Liga 1 pada PSSI dan LIB

COVID-19 Mengganas, Menpora Serahkan Kelanjutan BRI Liga 1 pada PSSI dan LIB

Bola | Jum'at, 11 Februari 2022 | 19:47 WIB

Link Live Streaming PSM Makassar vs Borneo FC di BRI Liga 1 Malam Ini

Link Live Streaming PSM Makassar vs Borneo FC di BRI Liga 1 Malam Ini

Bola | Jum'at, 11 Februari 2022 | 19:35 WIB

PSS Sleman vs Persib, Maung Bandung Masih Dipimpin Luizinho Passos

PSS Sleman vs Persib, Maung Bandung Masih Dipimpin Luizinho Passos

Bola | Jum'at, 11 Februari 2022 | 16:53 WIB

Guntur Cahyo Pastikan PSS Sleman Siap Ladeni Persib Bandung

Guntur Cahyo Pastikan PSS Sleman Siap Ladeni Persib Bandung

Bola | Jum'at, 11 Februari 2022 | 16:19 WIB

Terkini

Cara Berhenti Langganan Instagram Eksklusif Artis, Begini Langkah Mudahnya

Cara Berhenti Langganan Instagram Eksklusif Artis, Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Kisah Fangirl Terjebak Cinta Segitiga di Drakor My Bias, My Boss

Kisah Fangirl Terjebak Cinta Segitiga di Drakor My Bias, My Boss

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Pecandu Diduga Gadaikan KTP untuk Beli Narkoba di Kampung Ambon

Pecandu Diduga Gadaikan KTP untuk Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Konflik Awkarin vs Aa Juju Memanas: dari Sindiran Karhutla hingga Serangan Personal

Konflik Awkarin vs Aa Juju Memanas: dari Sindiran Karhutla hingga Serangan Personal

Entertainment | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:59 WIB

3 Rekomendasi Air Purifier Terbaik, Ampuh Saring Partikel Asap Kebakaran Hutan

3 Rekomendasi Air Purifier Terbaik, Ampuh Saring Partikel Asap Kebakaran Hutan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Viral Video Rayap Besi Curi Kursi Gereja di Medan

Viral Video Rayap Besi Curi Kursi Gereja di Medan

Sumut | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Aturan Baru MotoGP 2027: Para Pembalap Kini Kesal, Kenapa?

Aturan Baru MotoGP 2027: Para Pembalap Kini Kesal, Kenapa?

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Siswa 3 SD Terdampak Tol Japek Selatan Bakal Pindah ke Gedung Baru, Ini Lokasinya

Siswa 3 SD Terdampak Tol Japek Selatan Bakal Pindah ke Gedung Baru, Ini Lokasinya

Bekaci | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Polisi Temukan Lapak Sewa Bong Rp2.000 dan Isi Ulang Rp5.000 di Kampung Ambon

Polisi Temukan Lapak Sewa Bong Rp2.000 dan Isi Ulang Rp5.000 di Kampung Ambon

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Temui PKB di DPR, Ray Rangkuti Cs Minta Hak Angket Ijazah Gibran Digulirkan

Temui PKB di DPR, Ray Rangkuti Cs Minta Hak Angket Ijazah Gibran Digulirkan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:51 WIB

×