Setelah Komnas HAM, Giliran Penyidik Polda Sumut Periksa Bupati Terbit Rencana Soal Kerangkeng Manusia

Chandra Iswinarno, Welly Hidayat

Senin, 14 Februari 2022 | 16:05 WIB
Setelah Komnas HAM, Giliran Penyidik Polda Sumut Periksa Bupati Terbit Rencana Soal Kerangkeng Manusia
Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin menyampaikan keterangan di Gedung KPK mengenai kerangkeng manusia yang kini didalami Komnas HAM. [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Tim Penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin terkait temuan kerangkeng manusia di rumahnya beberapa waktu lalu. Pemeriksaan tersebut dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Senin (14/2/2022).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan tim penyidik Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap tersangka suap pengadaan barang dan jasa tersebut di Gedung KPK. Ali menyebut KPK telah memfasilitasi tim Polda Sumut dalam melakukan pemeriksaan Terbit Rencana Perangin Angin.

"Benar hari ini, KPK kembali fasilitasi pemeriksaan terhadap tahanan KPK atas nama tersangka TRP (Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin)," kata Ali Fikri dikonfirmasi, Senin (14/2/2022).

Ali menyebut pemeriksaan terhadap Bupati Terbit Rencana hingga kini masih berlangsung oleh Tim Polda Sumatera Utara.

"Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung di gedung Merah Putih KPK," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Terbit Rencana.

Komnas HAM menyebut bahwa Bupati Terbit Rencana mengakui bahwa ada korban meninggal dalam kerangkeng yang berada di rumahnya tersebut.

Selain itu, Komnas HAM pula mendalami sejarah kerangkeng dalam metode pembinaan yang dilakukan tim yang mengelola kerangket tersebut. Sekaligus, SOP bagaimana bila terjadi kekerasan atau korban jiwa dalam kerangkeng tersebut.

Bantahan Bupati

baca juga

Sebelumnya, Bupati Terbit Rencana membantah, jika tempat tersebut sebagai kerangkeng. Ia menyebut, tempat tersebut sebagai tempat pembinaan warga Langkat yang menjadi pecandu narkotika.

"Itu bukan kerangkeng manusia. Itu tempat pembinaan," ucap Terbit Rencana di Lobi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).

Ia, ungkapkan bahwa tempat pembinaan bagi warga Langkat yang menjadi pecandu Narkotika itu untuk pembinaan organisasi Terbit Rencana di Kabupaten Langkat. Terbit mengaku dirinya sebagai tokoh organisasi Pemuda Pancasila.

"Awalnya itu pembinaan untuk organisasi. Organisasi sendiri saya sebagai tokoh pemuda pancasila. Supaya bisa menghilangkan pecandu narkoba," kata Terbit.

Apalagi, Terbit mengklaim, jika tempat pembinaan itu membantu warga di Langkat dan tidak ada protes dari warga.

"Tidak ini permintaan masyarakat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Periksa Bupati Langkat Terkait Kerangkeng Manusia

Polisi Periksa Bupati Langkat Terkait Kerangkeng Manusia

Sumut | Senin, 14 Februari 2022 | 15:02 WIB

Kasus Kerangkeng Manusia, Keluarga Bupati Langkat Mangkir Dari Panggilan Polisi

Kasus Kerangkeng Manusia, Keluarga Bupati Langkat Mangkir Dari Panggilan Polisi

News | Senin, 14 Februari 2022 | 05:34 WIB

Makam Korban Kerangkeng Bupati Langkat Dibongkar, Keluarga: Terlihat Ada Memar

Makam Korban Kerangkeng Bupati Langkat Dibongkar, Keluarga: Terlihat Ada Memar

Bogor | Minggu, 13 Februari 2022 | 10:16 WIB

Terkini

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:31 WIB

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:28 WIB

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:22 WIB

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:17 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:07 WIB

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:57 WIB

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:48 WIB

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:38 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:27 WIB

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:26 WIB

×