Di Sidang, Munarman Bantah Pakai Celana Cingkrang hingga Sebut Rekonstruksi Kasus Teroris Sudah Diskenariokan Polisi

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Rabu, 16 Februari 2022 | 15:17 WIB
Di Sidang, Munarman Bantah Pakai Celana Cingkrang hingga Sebut Rekonstruksi Kasus Teroris Sudah Diskenariokan Polisi
Ilustrasi penampakan Tim Densus 88 Antiteror Polri saat meringkus Munarman di kediamannya. (istimewa)

Suara.com - Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana terorisme pada hari ini, Rabu (16/2/2022) hari ini. Pada kesempatan itu, Munarman menyatakan jika rekonstruksi kasus tersebut sudah dibuat skenario agar seakan-akan dirinya adalah tokoh teroris yang dihormati.

Awalnya, Aziz Yanuar selaku kuasa hukum mendapat kesempatan untuk bertanya kepada kliennya dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut. Pertanyaan Aziz terkait gaya berpakaian Munarman selaku terdakwa teroris.

"Setiap kasus terorisme ini ada yang menarik. Saya diceritakan oleh senior saya, bahwa tampilan dari terdakwa itu biasanya mengenakan busana identik dengan orang Islam, peci dan lain-lain. Saudara tidak mengenakan itu. Apakah ada hal khusus yang membuat hal Itu?" tanya Aziz kepada kliennya.

Munarman menjawab jika dirinya apa adanya dan enggan mengubah penampilan dengan gaya muslim. Dia tetap mengenakan celana panjang -- dan tidak cingkrang.

"Tidak ada, saya memang begini hari hari, saya tidak mau mengubah penampilan saya, begini ya begini aja. Celana saya tetep panjang tidak cingkrang. Biasa-biasa saja," jawab Munarman.

Kemudian, Aziz bertanya, apakah ada perbedaan saksi ketika rekonstruksi kasus dan persidangan yang kekinian sedang berjalan. Dalam jawabannya, Munarman menyatakan bahwa keterangan saksi dalam rekonstruksi seolah-olah hanya mengikuti arahan alias ada skenarionya.

Sidang kasus teroris Munarman di PN Jakarta Timur yang digelar tertutup dan dijaga polisi. (Suara.com/Yaumal)
Sidang kasus teroris Munarman di PN Jakarta Timur yang digelar tertutup dan dijaga polisi. (Suara.com/Yaumal)

"Pada saat rekonstruksi, ditanya apa ada perbedaan, siapa saja saksi yang saudara ingat, berbeda ketika rekonstruksi dan pengadilan?" tanya Aziz.

"Bukan perbedaan keterangan saksi ya, jadi mereka yang ikut rekonstruksi itu hanya mengikuti arahan, ya seperti orang bikin film ada sutradaranya  begitu. Jadi sudah dibuat sekenarionya, di acakan jadi orang tinggal melakukan saja, saya tidak mau hanya begitu rekonstuksi harus sesuai fakta," jelas Munarman.

Lantas Munarman mengambil contoh pada kegiatan baiat di kampus UIN Syarif Hidayatullah pada 2014 silam. Kata dia, rekonstruksi peristiwa tersebut seolah-olah dibuat kalau sosok Munarman adalah tokoh teroris besar.

Misalnya, disebutkan ketika Munarman memasuki ruangan, para peserta langsung berdiri. Padahal, klaim Munarman, kenyataanya tidak seperti itu.

"Jadi seolah-olah mereka mau mengesankan bahwa saya itu dihormati. Saya itu tokoh teroris di kalangan mereka sehingga ketika saya masuk semua berdiri. Saya bilang tidak ada lah biasa saja orang lagi putar video dan ceramah kok," tegas Munarman.

Jubir FPI Munarman. [Suara.com/Stephanus Aranditio]
Jubir FPI Munarman. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Lebih lanjut, Munarman menegaskan bahwa dirinya tidak banyak memberikan keterangan kepada pihak penyidik pada saat pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sebab, dia memegang sebuah perkataan yang menyatakan, "percuma berdebat dengan orang bodoh."

"Karena bagi saya, di BAP saya tidak banyak memberikan keterangan ke penyidik karena percuma. Saya mengamalkan perkataan Imam Syafii saja: 'berdebat sama orang bodoh pasti kalah kita'. Karena itu saya menghindari berdebat sama orang orang bodoh itu. Jadi saya nanti saja di pengadilan," ucap dia.

Karena tidak berhasil mengorek keterangannya saat BAP, kata Munarman, maka penyidik mengambil celah pada saat proses rekonstruksi.

"Karena mereka tidak berhasil mengambil keterangan saya, akhirnya di rekonstruksi dibuat semaunya, mereka sesuai skenario yang mereka buat. Beberapa saya tolak," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Isi Ceramahnya di Makassar soal Hisbah, Munarman Sebut Densus 88 Salah Paham

Ungkap Isi Ceramahnya di Makassar soal Hisbah, Munarman Sebut Densus 88 Salah Paham

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 13:46 WIB

Dalih Cuma Tamu Acara Baiat di Makassar, Munarman: Saya Tak Bisa Tunjukan Sikap Protes, Bisa Digeruduk Saya

Dalih Cuma Tamu Acara Baiat di Makassar, Munarman: Saya Tak Bisa Tunjukan Sikap Protes, Bisa Digeruduk Saya

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 12:30 WIB

Sebut Perang Biologis, Menhan China hingga Imam Mahdi, Begini Rekaman Suara soal Baiat di Sidang Teroris Munarman

Sebut Perang Biologis, Menhan China hingga Imam Mahdi, Begini Rekaman Suara soal Baiat di Sidang Teroris Munarman

News | Senin, 14 Februari 2022 | 13:48 WIB

Gara-gara Disebut Dekat dengan Ustaz Pendukung ISIS, Begini Cara Munarman Cecar Napi Teroris di Sidang

Gara-gara Disebut Dekat dengan Ustaz Pendukung ISIS, Begini Cara Munarman Cecar Napi Teroris di Sidang

News | Rabu, 09 Februari 2022 | 14:59 WIB

Terkini

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB