Polemik soal Wayang Masih Ramai, Penceramah Ini Beberkan Perbedaan Pendapat Sunan Giri dan Sunan Kalijaga

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Sabtu, 19 Februari 2022 | 13:18 WIB
Polemik soal Wayang Masih Ramai, Penceramah Ini Beberkan Perbedaan Pendapat Sunan Giri dan Sunan Kalijaga

Suara.com - Penceramah Nahdatul Ulama (NU), Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan bahwa Wali Songo menggunakan Wayang dalam berdakwah dan menyiarkan Islam di Nusantara.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, diketahui pada saat itu, wayang yang dipakai adalah wayang thengul yang berbentuk patung manusia. Ulama Wali Songo yang menggunakan patung ini adalah Sunan Kalijaga.

"Sunan Kalijaga itu saking inginnya berdakwah sampai membuat wayang thengul. Itu wayang berbentuk orang," kata Gus Baha dalam sebuah video ceramahnya, dilansir Wartaekonomi.co.id, Sabtu (19/2/2022).

Sementara di dalam Islam, patung berbentuk makhluk hidup dilarang. Menurut Gus Baha, Sunan Kalijaga menggunakan wayang thengul yang berbentuk manusia untuk berdakwa karena ketidaktahuannya tentang hukum-hukum Islam.

Sebab, Sunan Kalijaga adalah seorang mantan preman yang menjadi Wali.

"Sunan Kalijaga agak tidak tahu hukum (Islam) karena mantan preman jadi Wali," kata Gus Baha.

Sementara itu, Sunan Giri menghukumi haram bermain wayang. Sebab, wayang thengul menyerupai makhluk hidup seperti manusia. Perbedaan pendapat antara Sunan Giri dan Sunan Kalijaga diselesaikan oleh Sunan Kudus yang lebih alim dan berilmu.

"Akhirnya di tengah-tengah oleh Sunan Kudus yang lebih alim," jelas Gus Baha.

Sunan Kudus mengusulkan agar wayang thengul yang menyerupai manusia itu dibuat tipis hingga tidak lagi berbentuk patung. Akhirnya, jadilah wayang kulit.

"Wayang ini dipeokan saja, terus jadi wayang kulit, kalau wayang thenghul itu berbentuk patung. Kalau rata seperti kulit, sudah tidak bisa kasih nyawa, orang sudah penyet (tipis)," papar Gus Baha.

Pembahasan soal wayang dalam hukum Islam menjadi perbincangan ketika potongan video ceramah Ustaz Khalid Basalamah viral. Ustaz Khalid disebut-sebut mengharamkan wayang.

Penceramah asal Sulawesi itu kemudian meminta maaf dan membuat klarifikasi. Dia menyebut bahwa tidak ada kata haram dalam ceramah itu. Dia hanya mengusulkan agar budaya harus diislamkan, bukan Islam dibudayakan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semprot Penghujat Ustaz Khalid Basalamah, Sujiwo Tejo Sebut Wayang Bakal Musnah Sendiri

Semprot Penghujat Ustaz Khalid Basalamah, Sujiwo Tejo Sebut Wayang Bakal Musnah Sendiri

Sumbar | Sabtu, 19 Februari 2022 | 12:52 WIB

Tentang Pernyataan Ustaz Khalid Basalamah soal Wayang, Dalang Bandung: Budaya Jangan Dirusak Apalagi Dimusnahkan!

Tentang Pernyataan Ustaz Khalid Basalamah soal Wayang, Dalang Bandung: Budaya Jangan Dirusak Apalagi Dimusnahkan!

Jabar | Sabtu, 19 Februari 2022 | 11:33 WIB

Erick Thohir Ikut Bersuara soal Polemik Wayang Haram

Erick Thohir Ikut Bersuara soal Polemik Wayang Haram

Bisnis | Sabtu, 19 Februari 2022 | 05:39 WIB

Tutup Pintu Damai, Ini Alasan Sandy Tumiwa Getol Penjarakan Ustaz Khalid Basalamah

Tutup Pintu Damai, Ini Alasan Sandy Tumiwa Getol Penjarakan Ustaz Khalid Basalamah

Sumbar | Jum'at, 18 Februari 2022 | 20:40 WIB

Habiburokhman DPR: Kasus Ceramah 'Wayang' Ustaz Khalid Basalamah Tidak Layak Dijadikan Masalah Hukum untuk Disidik

Habiburokhman DPR: Kasus Ceramah 'Wayang' Ustaz Khalid Basalamah Tidak Layak Dijadikan Masalah Hukum untuk Disidik

News | Jum'at, 18 Februari 2022 | 15:55 WIB

Ikut Tanggapi soal Polemik Wayang, Erick Thohir: Kita Tidak Boleh Mengubah Indonesia yang Sudah Kita Kenal

Ikut Tanggapi soal Polemik Wayang, Erick Thohir: Kita Tidak Boleh Mengubah Indonesia yang Sudah Kita Kenal

News | Jum'at, 18 Februari 2022 | 13:21 WIB

Terkini

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB