India: Memakai Hijab adalah Hak Kami dan Anda Tidak Bisa Merampasnya

Siswanto, BBC

Kamis, 24 Februari 2022 | 09:55 WIB
India: Memakai Hijab adalah Hak Kami dan Anda Tidak Bisa Merampasnya
BBC

Suara.com - Nabeela Shaikh mulai mengenakan hijab ketika usianya 30 tahun. Di antara dua saudara perempuannya, dia adalah yang terakhir mengambil keputusan untuk berhijab.

Si sulung, Muzna, pertama kali memakai hijab saat berusia delapan tahun. Dia terinspirasi oleh sepupunya. Pemakaian hijabnya dia sesuaikan dengan lingkungan sekitarnya, sampai kemudian dia menyadari bahwa dia tidak bisa "menyenangkan semua orang".

Si bungsu, Sarah, membuat keputusan berhijab saat dia berada di "titik terendah" dalam hidupnya, ketika mimpinya menjadi ahli bedah pupus karena nilai ujian yang rendah.

"Semua ini dimulai dengan hal-hal seperti salat tepat waktu," katanya. "Keinginan memakai hijab kemudian datang datang begitu saja secara alami."

Baca juga:

Kakak beradik ini dibesarkan oleh bapak dan ibu berprofesi dokter di Mumbai. Ibu mereka belum memakai hijab. Namun, ketika mereka melakukannya, kata mereka, orang menganggap itu karena paksaan.

Hijab dipakai secara luas di India, di mana menampilkan keimanan di depan umum adalah hal biasa. Namun bulan lalu, siswa di negara bagian Karnataka berdemo karena dilarang memakai hijab di kelas dan pemakaian hijab menjadi sorotan, padahal sebelumnya tidak.

Pertanyaan apakah perempuan Muslim memiliki hak untuk mengenakan hijab di kelas, kini berada di pengadilan. Perselisihan tersebut telah memicu kekerasan, memecah belah kampus, dan membuat sejumlah perempuan Muslim di Karnataka mogok belajar di kelas.

BBC berbicara kepada perempuan Muslim di seluruh India yang mengatakan bahwa mereka marah karena debat terkait hal itu cukup menganggu.

baca juga

"Kami selalu diingatkan, kalau mau diterima, kami harus melepaskan agama kami," kata seorang perempuan dari Delhi. Apa yang menyebakan kemarahan publik, kata mereka, adalah pilihan mereka yang sangat pribadi.

Mereka yang memilih berhijab mengatakan hal itu bukan semata-mata keputusan agama, tapi lahir dari refleksi. Sementara itu, mereka yang memilih untuk tidak memakainya mengatakan bahwa rambut mereka bukanlah barometer keimanan mereka.

'Saya tidak tertindas'

"Orang-orang tidak mengerti bagaimana seseorang bisa merasa diberdayakan dengan mengenakan hijab," kata Nabeela sambil tertawa. "Itu membuat mereka bingung sehingga mereka menghakimi kami."

Tertindas adalah kata yang biasa dilontarkan kepada perempuan berhijab, tetapi banyak yang menekankan bahwa menolak untuk mempertimbangkan mengapa mereka memakai hijab juga tidak membebaskan, dan juga tidak membuat anak perempuan keluar dari sekolah karena mereka menolak untuk melepasnya.

"Perempuan muda Muslim turun ke jalan memprotes hak-hak mereka dan Anda masih mengatakan kepada saya bahwa perempuan [ini] tidak bisa berpikir sendiri?" kata Naq, perempuan berusia 27 tahun yang berasal dari kota selatan Bangalore. Dia hanya menggunakan nama depannya saja.

Baca juga:

Ketika Naq memutuskan untuk berhijab lima tahun lalu, dia mengaku mengalami reaksi "paling aneh".

"Hijab saya mengungkap banyak pola pikir orang," katanya. "Orang-orang mengejek saya: Apakah Anda tertekan? Apakah Anda kepanasan? Sampo apa yang Anda gunakan? Beberapa orang bertanya apakah saya memiliki rambut - mereka mengira saya menderita kanker."

Baginya, hijab juga merupakan eksperimen busana. Dia melihat pesona di setiap kain yang jatuh dari kepala hingga tubuhnya dan warna yang dramatis.

"Orang-orang berpikir hijab saya bertentangan dengan pakaian dan riasan saya yang trendi. Tapi ternyata tidak," katanya. "Ketika saya masuk ke sebuah ruangan, saya ingin orang-orang melihat saya dan berpikir, itu adalah seorang perempuan Muslim yang mencapai tujuannya, berkeliling dunia, dan berkembang."

Perempuan Muslim lainnya, seperti Wafa Veeksha—seorang pengacara di selatan kota Mangalore—mengatakan tidak mengenakan hijab, tidak membuat mereka kurang Muslim.

"Saya tidak memakainya karena tidak sesuai dengan siapa saya - dan tidak ada yang bisa memerintahkan saya untuk memakainya," katanya. "Tapi juga, tidak ada yang bisa mendikte saya tidak boleh memakainya."

Baca juga:

Ibu Wafa juga tidak pernah mengenakan hijab, tapi dia mengatakan dia tumbuh dengan iman di sekelilingnya, mendengarkan berbagai cerita, tidak hanya Nabi tetapi juga perempuan dalam Islam.

"Istri pertama Nabi adalah seorang pengusaha, sedangkan yang kedua naik unta berperang. Jadi, apakah kami benar-benar tertindas seperti yang dunia katakan pada kami?" dia bertanya.

'Apa salahnya menjadi seorang Muslim?'

Falak Abbas sempat membenci gagasan untuk menutupi rambutnya, pilihan yang tidak biasa di Varanasi, kota di sebelah utara India yang konservatif.

Dia berusia 16 tahun ketika dia melihat Malala Yousafzai, pemenang Hadiah Nobel Pakistan, di TV dan berubah pikiran.

"Kepalanya ditutupi, tapi dia terdengar sangat kuat. Saya mendapat inspirasi dan memutuskan untuk menutupi kepala saya juga."

Sekolah biaranya keberatan, mengatakan hijab bentrok dengan seragam, yaitu tunik panjang dan celana panjang.

Falak mengatakan selama tiga hari dia dilarang masuk kelas, bahkan sampai harus melewatkan ujian biologi. Ketika dia protes, sekolah memanggil orang tuanya dan menuduhnya melakukan kesalahan.

"Mereka bilang, jika saya memakai hijab, itu akan menimbulkan masalah tidak hanya bagi saya tetapi juga sekolah karena semua orang akan tahu saya Muslim," kenangnya. "Apa salahnya menjadi seorang Muslim?"

Tapi dia mengalah setelah orang tuanya menyuruhnya untuk tidak "membahayakan pendidikannya karena hijab".

Delapan tahun kemudian, saat menonton adegan dari Karnataka, dia berkata bahwa kemarahannya kembali muncul.

Khadeeja Mangat, dari negara bagian selatan Kerala, juga marah.

Sekolahnya sempat melarang hijab pada 1997. Larangan itu kemudian dibatalkan, tetapi Khadeeja bertanya-tanya apa yang akan terjadi di Karnataka.

"Semuanya ada di depan Anda - konstitusi, nilai-nilainya, dan suara kami," katanya. "Namun kami dibuat untuk membela diri tanpa henti, bahkan dengan mengorbankan pendidikan kami."

'Cara orang melihat Anda bisa sangat melelahkan'

Sementara sidang pengadilan seolah-olah terfokus pada mengenakan hijab di dalam kelas, para perempuan Muslim mencemaskan putusan akan berkembang di India yang sangat terpolarisasi di bawah pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi.

Simeen Ansar, dari kota selatan Hyderabad, mengatakan hijab sedang diubah menjadi simbol subversif untuk "keuntungan politik".

"Saya tumbuh bersama para perempuan Hindu yang menutupi kaki mereka di bawah rok sekolah, sebuah fakta yang tampak tidak lebih luar biasa bagi saya pada saat itu daripada melihat anak laki-laki Sikh mengenakan sorban," katanya.

"Tetapi ketika berbicara tentang hijab, para perempuan Muslim direduksi menjadi biner. Saya tradisional dan tertindas jika saya memakainya, modern dan terbebaskan jika tidak memakainya."

Katanya, dia dan saudara perempuannya mulai mengenakan hijab, tetapi segera melepaskannya karena pilihan mereka tidak pernah sepenuhnya diterima.

Sementara saudara perempuannya menghadapi diskriminasi di tempat kerja, Simeen mengatakan orang-orang melongo melihat dirinya di tempat-tempat di mana mereka tidak berharap melihat perempuan berhijab, seperti di gym, bar, atau pesta.

"Cara orang melihat Anda bisa sangat melelahkan," katanya.

Dan ini adalah ketakutan yang digemakan oleh banyak perempuan Muslim bahwa sekarang, lebih dari sebelumnya, hijab adalah satu-satunya yang akan dilihat orang dari diri mereka.

Kegelisahan itu membuat Wafa yang tak berhijab pun mengikuti sidang dengan seksama.

"Bahkan ketika saya sedang bekerja, saya memakai earphone saya dan mengikuti prosesnya," katanya.

Dia khawatir bagaimana hasil persidangan ini akan memengaruhi teman dan keluarganya yang mengenakan hijab.

"Anda melepaskan hijab saya, lantas apa selanjutnya? Nama saya masih menggunakan bahasa Arab. Apakah saya harus mengubahnya juga untuk mendapatkan rasa hormat dari Anda?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!

Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:55 WIB

3 Karakter Hijab untuk Perempuan dengan Aktivitas yang Beragam

3 Karakter Hijab untuk Perempuan dengan Aktivitas yang Beragam

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!

Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:09 WIB

5 Pilihan Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat Berhijab, Dapat Review Sempurna

5 Pilihan Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat Berhijab, Dapat Review Sempurna

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:10 WIB

5 Parfum Hijab yang Wanginya Segar dan Tahan Lama, Mulai Rp14 Ribuan

5 Parfum Hijab yang Wanginya Segar dan Tahan Lama, Mulai Rp14 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:02 WIB

Ketika Hijab Terasa Berat: Panduan Hati bagi Muslimah yang Sedang Berproses

Ketika Hijab Terasa Berat: Panduan Hati bagi Muslimah yang Sedang Berproses

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:43 WIB

Clara Shinta Akhirnya Buka Suara soal Foto Viral Tanpa Hijab: Hanya Dilakukan di Kamar

Clara Shinta Akhirnya Buka Suara soal Foto Viral Tanpa Hijab: Hanya Dilakukan di Kamar

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:40 WIB

5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab

5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:00 WIB

Ivan Gunawan Temukan Brand Hijab Bernama Irwan Ginawan, Langsung Beri Komentar Kocak

Ivan Gunawan Temukan Brand Hijab Bernama Irwan Ginawan, Langsung Beri Komentar Kocak

Entertainment | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:23 WIB

Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci

Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:08 WIB

Terkini

5 Sepatu Lokal Wanita Kronikel Project Paling Laris, Model Stylish Wajib Masuk Wishlist

5 Sepatu Lokal Wanita Kronikel Project Paling Laris, Model Stylish Wajib Masuk Wishlist

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:25 WIB

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:18 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap

Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:11 WIB

3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau

3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang

Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Ada 799 Izin Tambang, Rencana BLU Batu Bara Dinilai Bakal Rumit

Ada 799 Izin Tambang, Rencana BLU Batu Bara Dinilai Bakal Rumit

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Bulan Baru Harapan Baru, Ramalan Zodiak yang Akan Beruntung di Bulan September 2026

Bulan Baru Harapan Baru, Ramalan Zodiak yang Akan Beruntung di Bulan September 2026

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:56 WIB

×