BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:18 WIB
BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla
Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana membenarkan pemanfaatan air kolam warga untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
  • Helikopter BNPB mengambil air dari kolam pemancingan milik warga di Kabupaten Banjar pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Pemilik kolam sempat keberatan karena ikannya mati, tetapi BNPB telah menjalin komunikasi secara kekeluargaan untuk penyelesaiannya.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) buka suara soal pemanfaatan air dari kolam ikan milik masyarakat untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemanfaatan air kolam tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pemadaman api di lahan yang terbakar.

Pernyataan itu disampaikan setelah muncul kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan air dari kolam ikan warga dalam operasi penanganan karhutla.

“Melalui konferensi ini kami menyampaikan bahwa kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait kami memanfaatkan air yang ada di kolam-kolam ikan masyarakat. Tentu pemanfaatan ini berguna untuk memadamkan api yang ada di lahan-lahan terbakar,” kata Berton dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (30/8/2026).

Polemik muncul setelah helikopter water bombing mengambil air dari kolam ikan milik warga di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Kamis (27/8) lalu.

Pemilik kolam, Ahmad Jailani, sebelumnya mengaku keberatan lantaran air kolam pemancingannya diambil helikopter untuk operasi pemadaman. Ia menyebut pengambilan air dilakukan berulang kali hingga menyebabkan sebagian ikannya mati.

Berton mengatakan BNPB telah berkomunikasi dengan pemilik kolam yang airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pemadaman.

“Kami telah menjalin komunikasi secara kekeluargaan dengan pemilik dari kolam tersebut dan tentu kami ke depan akan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan,” ujarnya.

Pemanfaatan sumber air tersebut berkaitan dengan operasi penanganan karhutla yang dilakukan BNPB melalui operasi darat dan udara. Salah satu metode yang digunakan adalah water bombing, yakni pengerahan helikopter untuk menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat.

baca juga

“Dan tentu kami ke depan akan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan,” kata Berton.

BNPB sebelumnya menyebut keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam operasi pemadaman karhutla. Di sejumlah wilayah, sumber air mulai menyusut dan lokasinya jauh dari titik api. BNPB juga melakukan sejumlah upaya lain, seperti pembuatan sumur bor dan pembukaan kanal untuk mendekatkan sumber air ke lokasi kebakaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang

Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan

Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa

Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×