Konstruksi Sirkuit Formula E Pakai Bambu, Wagub DKI: Jangan Dianggap Pondasi Itu Harus dari Beton

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 28 Februari 2022 | 17:07 WIB
Konstruksi Sirkuit Formula E Pakai Bambu, Wagub DKI: Jangan Dianggap Pondasi Itu Harus dari Beton
Pembangunan sirkuit Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Rabu (23/2/2022). [Suara.com/Ummi Hadyah]

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pengerjaan sirkuit Jakarta E-Prix atau Formula E Jakarta sudah sesuai ketentuan. Riza menyebut penggunaan cerucuk bambu sebagai kerangka sirkuit karena melihat kontur tanahnya.

"Secara teknik memang daerahnya perlu ada penguatan menggunakan bambu," ujar Riza di Jakarta Utara, Senin (28/2/2022).

Pernyataan Riza sekaligus menjawab kritikan sejumlah pihak terkait penggunaan bambu untuk konstruksi sirkuit Formula E.

Menurutnya tak semua pondasi harus dari beton agar kuat. Namun kata dia, ada juga yang perlu menggunakan bambu sebagai kerangka konstruksi.

"Semuanya sudah sesuai dengan ketentuan aturan. Jadi jangan dianggap pondasi itu semuanya harus dari beton. ada yang memang perlu menggunakan bambu supaya kuat," ucap dia.

Selain itu, politikus Gerindra ini menyebut di masa pandemi panitia juga memperhitungkan opsi pengeluaran yang hemat, efektif dan efesien.

"Semua kegiatan kita upayakan semurah mungkin seefektif dan seefisien mungkin apapun kegiatannya. Tidak hanya Formula E, semua kegiatan di masa pandemi perlu sehemat mungkin kita lakukan," papar Riza.

"Jadi panitia tentu memastikan penyelenggaraannya dibuat semakin efektif dan semakin efisien dengan biaya murah. Saya kira itu sudah menjadi keharusan kita semua dalam melakukan sebuah kegiatan," sambungnya.

Lebih lanjut, Riza berharap pembangunan Sirkuit Formula E rampung pada April 2022 mendatang

baca juga

"Ya kan sudah disampaikan insyaAllah di bulan April sudah selesai, kita tunggu saja," katanya.

Pakai Bambu

Sebelumnya, Penanggung Jawab Sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi, Ari Wibowo mengatakan adanya penggunaan bambu untuk konstruksi sirkuit Formula E.

Ia menuturkan penggunaan bambu telah diperhitungkan.

"Bambu ini untuk semacam rakitnya," ujar Ari di pembangunan sirkuit Formula E, Rabu (23/2/2022).

Adapun penggunaan bambu kata Ari untuk bagian lapisan bawah tanah sirkuit Formula E.

"Jadi ini ada hitungannya, kalau dari sisi engineering ada hitungannya dia akan turun berapa lama, semua ada hitunganya dan kita hitung. Bambu itu (karena) tahan terhadap air dan dia bisa dipecah, bisa jadi rata, bisa diratakan," kata Ari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontroversi, Ini 3 Fakta Terbaru Sirkuit Formula E Indonesia yang Dipakai Juni 2022

Kontroversi, Ini 3 Fakta Terbaru Sirkuit Formula E Indonesia yang Dipakai Juni 2022

Video | Jum'at, 25 Februari 2022 | 11:05 WIB

Ananda Mikola Klaim Lintasan Ancol Jadi Salah Satu Sirkuit Formula E Terbaik di Dunia

Ananda Mikola Klaim Lintasan Ancol Jadi Salah Satu Sirkuit Formula E Terbaik di Dunia

Sport | Kamis, 24 Februari 2022 | 05:15 WIB

Punya Waktu 54 Hari, Progres Sirkuit Formula E Jakarta Sudah Capai 28,5 Persen

Punya Waktu 54 Hari, Progres Sirkuit Formula E Jakarta Sudah Capai 28,5 Persen

News | Rabu, 23 Februari 2022 | 19:50 WIB

Dorce Gamalama Meninggal, Ustaz Anan Muhazir: Dimakamkan di TPU Bambu Apus

Dorce Gamalama Meninggal, Ustaz Anan Muhazir: Dimakamkan di TPU Bambu Apus

Jabar | Rabu, 16 Februari 2022 | 11:11 WIB

Kritik Rencana Penjualan Tiket Formula E di Bulan Maret, Gilbert F-PDIP DPRD DKI: Tidak Rasional

Kritik Rencana Penjualan Tiket Formula E di Bulan Maret, Gilbert F-PDIP DPRD DKI: Tidak Rasional

Jakarta | Selasa, 15 Februari 2022 | 08:05 WIB

Kisah Warga Wadas Manfaatkan Limbah Bambu Membuat Beki, Dijual Hingga Magelang dan Wonosobo

Kisah Warga Wadas Manfaatkan Limbah Bambu Membuat Beki, Dijual Hingga Magelang dan Wonosobo

Jawa Tengah | Senin, 14 Februari 2022 | 20:33 WIB

Terkini

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×