WNI Korban Banjir Australia: Bertahan di Atap dan Kehilangan Tempat Tinggal

Siswanto, ABC

Kamis, 03 Maret 2022 | 14:24 WIB
WNI Korban Banjir Australia: Bertahan di Atap dan Kehilangan Tempat Tinggal
Ilustrasi banjir (Freepik)

Suara.com - Katie Suhartoyo dan suaminya yang berasal dari Indonesia, Yoyok Hendrix, sudah tak asing lagi dengan banjir yang kerap melanda Kota Lismore, Australia. 

"Kami tinggal di Lismore yang sering kena banjir. Jadi kita semua sebenarnya merasa siap karena pada tahun 2017 sudah pernah banjir besar juga," kata Katie kepada Farid Ibrahim dari ABC Indonesia.

Merasa aman dan siap, Katie bersama dua anaknya pun pergi ke rumah ibunya di bagian lain kota itu dan membiarkan Yoyok bersama anjing mereka bertahan di rumahnya.

Rumah pasangan suami-istri ini terletak di Jalan Molesworth Street, dekat dengan sungai namun berada di bagian yang agak tinggi. Rumahnya punya tiang sehingga ada kolong di bagian bawah.

Lismore merupakan kota di New South Wales utara yang berbatasan dengan Queensland. Lokasinya lebih dekat ke Brisbane daripada ke Sydney.

Saat banjir besar di tahun 2017, ketinggian air di kolong rumah Katie dan Yoyok sekitar 1 meter dari lantai.

Tapi ternyata keadaan banjir yang menerjang rumah mereka tahun ini "benar-benar mengerikan sekali".

Katie mengatakan beberapa kali ada peringatan pada jam 11 malam dari SES, menanyakan apakah Yoyok aman tinggal di rumah.

"Dia dibolehkan tinggal tapi dipastikan siap dan aman, selain itu di luar banyak jalan yang sudah terputus," katanya.

baca juga

Yoyok dan Katie bahkan masih sempat telepon-teleponan, listrik dan air pun masih menyala.

"Tapi kemudian datang angin besar dan hujannya deras sekali. Yoyok baru tidur sekitar jam 2 malam," ujar Katie.

Harus mengungsi ke atap rumah

Yoyok terbangun pukul setengah enam pagi setelah ditelepon oleh ibu mertuanya. Saat dia bangun, air sudah masuk ke dalam rumahnya.

"Kalau ibuku tidak membangunkan dia, bisa hanyut kemana Yoyok, kita tak tahu," ujar Katie.

"Terus dia keluar melihat air sudah naik di rumah, di jalan, air mengalir cepat sekali. Seperti sungai yang benar-benar marah," katanya.

Katie langsung menelepon SES namun tidak ada yang mengangkat. Akhirnya ibunya menelepon 000 yang diarahkan ke Sydney dan mereka menyuruh Yoyok naik ke atap.

Yoyok terlebih dahulu melempar anjingnya ke atap, lantas dia loncat ke dalam banjir dan mencoba menggapai atap tetangganya.

"Yoyok berada di atas atap dari sekitar jam 6 pagi sampai tengah hari," ujar Katie.

Saat itu, situasi banjir di sana masih sangat deras, sehingga regu penyelamat juga belum ada yang dibolehkan masuk.

"Saya khawatir karena kalau SES tak bisa, lantas siapa yang bisa menyelamatkan suami saya?" kata Katie.

Apalagi, telepon Yoyok juga sudah mati juga karena basah.

Untungnya, kata Katie, tiba-tiba ada anak tetangga mereka yang datang membawa perahu sendiri.

"Dia menyelamatkan ibunya dulu terus mutar di jalan rumah kami, ambil tetangga yang lain dan jemput Yoyok juga," jelasnya.

Mereka menyeberangi jalan yang sudah menjadi sungai. Meski menggunakan mesin, perahunya tetap sulit bergerak karena airnya begitu deras.

Setelah mengambil seorang tetangga, mereka mendatangi rumah seorang ibu yang terjebak di dalam rumah.

"Airnya naik sudah sampai ke leher. Dia membawa ember yang berisi kucing piaraannya," jelas Katie.

Untuk menolong ibu itu, Yoyok harus memecahkan kaca rumahnya sebelum mereka mengangkatnya ke atas perahu.

"Jadi di atas perahu itu ada sembilan orang manusia, seekor anjing dan seekor kucing," ujar Katie.

"Saat Yoyok tiba di rumah ibuku, ibuku yang umur 80 tahun hampir pingsan, tapi Yoyok malah joget-joget... dasar orang Indonesia," tutur Katie seraya tertawa.

Sementara itu, ABC News melaporkan pada Rabu (02/03) siang bahwa ada empat korban meninggal akibat banjir di Lismore, sebelah utara New South Wales (NSW) yang berbatasan dengan Queensland.    

Korban keempat adalah seorang pria berusia 70-an ditemukan jasadnya di sebuah apartemen.

Korban ketiga juga seorang pria yang jasadnya ditemukan mengapung di genangan air di jalan utama Kota Lismore pada Rabu (02/03) pagi.

Sebelumnya jasad dua adalah perempuan berusia 80-an tahun ditemukan oleh petugas di South Lismore dan di Lismore kemarin.

Banjir surut, tapi warga Queensland terbentur tantangan baru

Sementara itu, warga Indonesia di Queensland sudah mulai melihat titik terang dari bencana banjir yang dialami mereka dua hari terakhir ini.

Adlan Bagus Pradana, misalnya, pagi hari ini (02/03) sudah mulai bisa memasuki rumahnya di St Lucia, Queensland, yang sebelumnya terendam banjir setinggi hampir dua meter.

Mahasiswa S3 University of Queensland yang tadinya mengungsi di penampungan tersebut namun harus membersihkan lumpur yang memenuhi rumahnya.

Tantangan lain yang memberatkan Adlan dan beberapa warga lain adalah bagaimana mereka harus segera mencari tempat tinggal baru di tengah banyaknya orang yang terdampak.

"Kan rumah yang kami tempati dan terendam banjir mau direnovasi, jadi kami harus mencari tempat baru," kata Adlan.

"Sementara yang menghadapi masalah itu kan enggak cuma kami, semua juga mencari tempat baru, jadi kayak berebut begitu [dan] cepat-cepat barang harus dikeluarkan atau nanti dibuang."

Walau demikian, Adlan bersyukur karena uluran tangan dari warga Indonesia di Queensland tidak pernah berhenti diterimanya selama di penampungan.

"Saya akui solidaritas orang Indonesia di luar negeri itu mantap lah," ujar Adlan yang menerima bantuan dari IMCQ dan beberapa warga Indonesia lainnya.

"Kita sampai masalah makanan sampai minggu depan itu sudah ada yang supply [menyediakan] terus … masyarakat Indonesia menyediakan baju, selimut, dan macam-macam."

Menteri Utama Queensland Annastacia Palaszczuk mengatakan negara bagian tersebut belum selesai menghadapi bencana dengan masih adanya imbauan waspada banjir bagi beberapa wilayah di sebelah tenggara.

"Kemungkinan akan ada petir yang sangat berbahaya disertai hujan es raksasa, angin kencang, dan hujan deras hari Kamis siang dan malam besok," ujarnya.

"Jadi saya meminta warga di tenggara untuk menyimak radio, media, dan Badan Meterologi. Ada kekhawatiran muncul petir yang sangat berbahaya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×