Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB
Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua
Ilustrasi Imunisasi. (Freepik)
baca 10 detik
  • Kemenkes menyatakan misinformasi kesehatan global, termasuk isu imunisasi, menjadi ancaman serius berdasarkan laporan WEF 2026.
  • Komdigi mencatat ribuan hoaks terkait imunisasi di Indonesia yang memicu kekhawatiran serta penolakan masyarakat terhadap vaksin.
  • Pemerintah menanggapi keraguan warga dengan pendekatan empatik, mendengarkan keluhan, dan memberikan edukasi berbasis bukti secara tepat.

Suara.com - Maraknya misinformasi dan disinformasi di media menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi di Indonesia.

Informasi keliru yang beredar tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga dapat berujung pada penolakan masyarakat terhadap vaksin.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman mengatakan, persoalan misinformasi dan disinformasi bahkan masuk dalam daftar risiko global yang perlu diwaspadai.

Ia merujuk Global Risks Report 2026 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF). Dalam laporan tersebut, misinformasi dan disinformasi ditempatkan sebagai risiko global tertinggi kedua.

"Ini menunjukkan lagi bahwa persoalan informasi yang keliru di media itu menjadi ancaman serius untuk pengetahuan dan juga kebijakan kesehatan," kata Aji dalam media briefing bersama RCCE+ Indonesia, Kamis (29/10/2026).

Di Indonesia, Aji menyebut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sekitar 2.600 hoaks selama beberapa tahun terakhir, dengan isu imunisasi sebagai salah satu topik yang paling banyak ditemukan.

Menurut dia, penyebaran informasi keliru menjadi persoalan tersendiri bagi program imunisasi yang menyasar jutaan orang, termasuk pemberian vaksin kepada anak-anak.

Program berskala besar tersebut juga berkaitan dengan berbagai kepentingan, termasuk industri. Kombinasi faktor itu, menurut Aji, ikut membentuk keraguan, kekhawatiran, kesalahpahaman, hingga penolakan di tengah masyarakat.

"Artinya memang keraguan pada warga masyarakat itu memang nyata dan ini butuh informasi yang kredibel, berbasis bukti, kita menjawab dengan edukasi tersebut," ujarnya.

baca juga

Aji menilai, keraguan masyarakat tidak cukup dihadapi dengan sekadar menyampaikan imbauan agar orang tua memberikan vaksin kepada anak. Pemerintah juga perlu memahami alasan di balik penolakan atau kekhawatiran tersebut.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tidak menghakimi masyarakat yang masih ragu terhadap imunisasi. Menurut dia, petugas dan pihak terkait perlu mendengarkan kekhawatiran warga terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan.

"Karena kita melihat keraguan ini dengan empatik, tidak menghakimi, mendengarkan, memahami, dan bisa menjelaskan dengan baik," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Health | Selasa, 22 September 2026 | 10:16 WIB

Terkini

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

×