Berikut Beberapa Alasan Kenapa Budaya Mencontek Ada Sejak Dini

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Jum'at, 04 Maret 2022 | 10:00 WIB
Berikut Beberapa Alasan Kenapa Budaya Mencontek Ada Sejak Dini
Ilustrasi mencontek saat ujian (Shutterstock).

Suara.com - Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), nilai terbaik dalam pelajaran di sekolah menjadi sebuah target yang ditanamkan oleh pendidik serta para orangtua, hal inilah yang membuat persaingan ketat pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak dini.

Dengan tertanamnya kebiasaan tersebut sejak kecil, beberapa anak yang mendapat tekanan dari orang tua dan lingkungan untuk menjadi yang terbaik atau mendapatkan nilai yang bagus, terdorong untuk melakukan tindakan curang seperti menyontek.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian berjudul Cheating in Academic Institutions, A Decade of Research  yang dilakukan oleh peneliti dari Pennsylvania State University pada tahun 2016 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah pelajar yang menyontek dari tahun ke tahun.

Sementara itu, para pelaku tindakan menyontek ini bukan saja anak dengan kepandaian yang biasa-biasa saja tetapi juga dilakukan oleh mereka yang cerdas dan aktif dalam kegiatan di sekolahnya.

Tindakan menyontek atau yang bisa dikategorikan sebagai plagiarisme yang telah berlangsung sejak lama ini, memiliki alasan tersendiri mengapa tak juga kunjung mereda, berikut adalah beberapa alasan kenapa budaya mencontek sulit dihilangkan.

1. Takut gagal

Tingginya ekspektasi atau muncul ketakutan untuk mengecewakan atau tidak yakin dengan kemampuan mereka sendiri. Selain itu  motivasi dibalik belajar bagi siswa adalah untuk membuktikan keunggulan mereka terhadap orang lain sehingga dengan motivasi yang salah ini, siswa cenderung melakukan tindakan menyontek.

2. Kurangnya minat

beberapa siswa memiliki mata pelajarannya masing-masing dan pelajaran yang mereka tidak suka. Jika pengajar, orangtua dan mereka sendiri tidak mampu merangsang diri untuk menyukai satu mata pelajaran tertentu, maka mereka tidak peduli dengan mata pelajaran tersebut. Belajar mata pelajaran yang tidak disukai akan terasa tidak sepadan dengan waktu dan energi yang dikeluarkan sehingga mereka memilih menyontek untuk menyelesaikan tugas atau soal dengan cepat.

3. Tekanan

Tekanan besar dari guru dan orang tua untuk menyelesaikan tugas hingga bersaing untuk rangking, dapat menyebabkan siswa berorientasi pada hasil daripada pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.

Di samping berbagai alasan di atas, teknologi juga menimbulkan dampak negatif berupa tindak plagiarisme yang semakin marak. Berbagai upaya dan inovasi telah diciptakan untuk mengurangi kebiasaan menyontek salah satunya adalah dengan fitur Roboguru yang dapat membantu siswa menemukan jawaban atas pertanyaan mereka yang dapat diakses melalui 3 metode yaitu aplikasi ruangguru, web roboguru.ruangguru.com, dan WhatsApp 0815-7815-0000 secara gratis.

Roboguru ini dapat digunakan untuk menanyakan soal dari semua mata pelajaran dari berbagai jenjang (SD/SMP/SMA/UTBK&STAN).

Untuk menggunakannya, siswa cukup upload foto atau ketik soal yang ingin ditanyakan, pilih jenjang & mata pelajaran yang sesuai. Pembahasan soal detail akan muncul dalam bentuk gambar, 10 rekomendasi soal-soal yang mirip, serta rekomendasi video pembahasan & rangkuman konsep mengenai materi terkait di aplikasi Ruangguru. Dengan fitur tersebut, roboguru dapat mengurangi mengurangi kebiasaan tindakan plagiarisme yang sering dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tawuran di Daan Mogot Jakbar, Polisi Amankan 4 Pelajar dan Satu Celurit

Tawuran di Daan Mogot Jakbar, Polisi Amankan 4 Pelajar dan Satu Celurit

Jakarta | Jum'at, 18 Februari 2022 | 14:07 WIB

Viral Detik-detik Pecah Tawuran Pelajar di Bekasi Gunakan Celurit Panjang, Warganet Beri Sumpah Serapah

Viral Detik-detik Pecah Tawuran Pelajar di Bekasi Gunakan Celurit Panjang, Warganet Beri Sumpah Serapah

Bekaci | Jum'at, 18 Februari 2022 | 09:26 WIB

Turis Afrika Berkendara Lexus Tabrak 5 Pelajar di Kuta Bali, 5 Motor Ringsek

Turis Afrika Berkendara Lexus Tabrak 5 Pelajar di Kuta Bali, 5 Motor Ringsek

Bali | Jum'at, 18 Februari 2022 | 08:20 WIB

Pelajar SMP Tertabrak Mobil Saat Kendarai Motor di Tol Jakarta-Cikampek, Polisi: Karena Tersasar Aplikasi Google Maps

Pelajar SMP Tertabrak Mobil Saat Kendarai Motor di Tol Jakarta-Cikampek, Polisi: Karena Tersasar Aplikasi Google Maps

Jakarta | Kamis, 17 Februari 2022 | 16:07 WIB

Salah Arah hingga Tetiba Masuk Jalan Tol, Pelajar SMP Tewas Tertabrak Mobil

Salah Arah hingga Tetiba Masuk Jalan Tol, Pelajar SMP Tewas Tertabrak Mobil

Sumsel | Kamis, 17 Februari 2022 | 16:00 WIB

Satu Pelajar Jadi Tersangka Atas Kepemilikan Sajam, Hendak Tawuran di Daan Mogot

Satu Pelajar Jadi Tersangka Atas Kepemilikan Sajam, Hendak Tawuran di Daan Mogot

Jakarta | Rabu, 16 Februari 2022 | 14:46 WIB

Terkini

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:20 WIB

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:46 WIB

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB