Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas

M Nurhadi

Kamis, 09 April 2026 | 07:30 WIB
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Presiden Trump menegaskan bahwa wilayah Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Agresi militer Israel di Lebanon memicu Iran menangguhkan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz global.
  • Amerika Serikat menunjuk Pakistan sebagai mediator untuk membujuk Iran menjaga gencatan senjata dan membuka jalur energi.

Suara.com - Politik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan klarifikasi mendalam mengenai cakupan kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (8/4/2026), Trump menegaskan bahwa penghentian permusuhan di wilayah Lebanon bukan merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata yang baru saja dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Trump, kehadiran kelompok milisi Hizbullah menjadikan situasi di Lebanon sebagai sebuah entitas konflik yang berbeda secara geopolitik.

Pernyataan ini muncul di tengah pertanyaan publik mengenai alasan mengapa Lebanon tetap menjadi target operasi militer meskipun kesepakatan tingkat tinggi antara AS dan Iran telah diumumkan.

"Ya, mereka (Lebanon) tidak termasuk dalam kesepakatan itu, karena ada Hizbullah. Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan itu. Itu juga akan diurus," ujar Trump kepada PBS News, dikutip via Sputnik.

Klarifikasi dari Gedung Putih ini beriringan dengan pengumuman dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang memulai gelombang serangan udara terbesar terhadap posisi-posisi Hizbullah.

Eskalasi ini disebut sebagai operasi militer paling masif sejak ketegangan mulai memuncak di kawasan tersebut.

Saat dimintai pendapat mengenai langkah Israel yang terus membombardir milisi tersebut, Trump menggambarkan situasi itu sebagai bagian dari "pertempuran kecil yang terpisah".

Pemisahan status konflik Lebanon dari meja perundingan AS-Iran ini memicu reaksi keras dari Teheran. Kantor Berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pemerintah Iran berpotensi menarik diri secara total dari komitmen gencatan senjata jika Israel tidak segera menghentikan agresinya di Lebanon.

baca juga

Ketegangan ini memiliki dampak langsung pada jalur logistik energi global. Laporan dari Kantor Berita Fars menyebutkan bahwa Teheran telah memutuskan untuk menangguhkan seluruh lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel.

Di balik layar, Amerika Serikat dilaporkan telah menempuh jalur diplomasi maraton selama beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan laporan The Financial Times pada Rabu (8/4/2026), Washington mendesak pemerintah Pakistan untuk bertindak sebagai mediator guna membujuk Iran agar tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata.

Langkah ini diambil karena Presiden Trump sangat berkepentingan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali. Penutupan jalur distribusi vital tersebut telah memicu lonjakan harga minyak mentah dan gas alam cair (LNG) secara global, yang pada gilirannya menekan ekonomi domestik Amerika Serikat dan negara-negara lain.

AS meyakini bahwa keterlibatan Pakistan sebagai negara tetangga dengan mayoritas muslim yang netral akan membuat Iran lebih terbuka terhadap proposal perdamaian.

Sejarah ketegangan terbaru ini bermula pada akhir Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke berbagai titik strategis di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan

Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:24 WIB

Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak

Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:17 WIB

Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone

Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:17 WIB

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 07:10 WIB

Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta

Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:07 WIB

Bayar Listrik Cuma Rp5 Ribu, Mahasiswa Indonesia Bongkar Harga Utilitas di Iran saat Masa Perang

Bayar Listrik Cuma Rp5 Ribu, Mahasiswa Indonesia Bongkar Harga Utilitas di Iran saat Masa Perang

Entertainment | Kamis, 09 April 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×