Panggilan Iman, GP Ansor Akui Siap Dilatih TNI AD Bela Negara

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 05 Maret 2022 | 16:47 WIB
Panggilan Iman, GP Ansor Akui Siap Dilatih TNI AD Bela Negara
Ilustrasi anggota Banser. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua GP Ansor, Luqman Hakim, menyatakan pihaknya siap melakukan pelatihan bela negara sebagai mana hasil pertemuan antara Pengurus Besar Nadlatul Ulam (PBNU) dengan TNI AD.

"Bagi Ansor-Banser, bela negara, yakni bela NKRI merupakan panggilan iman. Sama dengan bela agama dan bela ulama," kata Luqman kepada wartawan, Sabtu (5/3/2022).

Menurutnya, PP GP Ansor mengaku gembira dengan hasil pertemuan antara PBNU dengan TNI AD tersebut. Pihaknya juga akan segera menindaklanjuti rencana pelatihan bela negara tersebut.

"PP GP Ansor dengan gembira akan menindaklanjuti pertemuan Ketua Umum PBNU Gus Yahya dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman untuk pembicaraan teknis pelatihan bela negara," tuturnya.

Lebih lanjut, Luqman menegaskan bahwa sejak lahir Ansor dan Banser tujuan utamanya adalah memperjuangkan kemerdekaan. Untuk itu, pelatihan bela negara ini disambut baik.

"Ansor-Banser berdiri tahun 1934 dengan tujuan utama berjuang merebut kemerdekaan RI dari penjajah. Karena itu, setiap saat Ansor-Banser sangat siap bela negara," tandasnya.

Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022). Dalam pertemuan tersebut, keduanya sempat membahas soal pelatihan bela negara untuk GP Ansor dan Banser.

"Juga dibahas tentang peluang dilakukannya kegiatan pelatihan bela negara bagi GP Ansor dan Banser oleh TNI AD di masa yang akan datang," demikian yang tertuang dalam keterangan tertulis Dispenad, Jumat (4/3/2022).

Dari keterangan pers Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), silaturahmi tersebut menggambarkan keakraban antara kiai dan santri, di mana Jenderal Dudung juga pernah menjalani kehidupan sebagai santri.

baca juga

Dalam pertemuan itu, Gus Yahya yang didampingi oleh Achmad Ghufron Sirodj dan Thomas Azis Riska menyampaikan kesamaan pandangannya dengan Angkatan Darat dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Sebagai ketua ormas Islam terbesar di Indonesia Ketum PBNU Yahya menyampaikan bahwa agama Islam tidak seharusnya dijadikan sebagai alat untuk memecah belah," ujarnya.

"Dan umat Islam juga jangan mudah dipecah belah agar bisa bersama-sama dan bersinergi dengan TNI AD untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditolak di Ranah Minang, Ketua GP Ansor Sumbar: Mereka yang Menolak Itu Seharusnya Dipertanyakan

Ditolak di Ranah Minang, Ketua GP Ansor Sumbar: Mereka yang Menolak Itu Seharusnya Dipertanyakan

Sumbar | Sabtu, 05 Maret 2022 | 13:21 WIB

PBNU Sebut Mayoritas Petani Kelapa Sawit dari Aceh hingga Lampung, Warga NU

PBNU Sebut Mayoritas Petani Kelapa Sawit dari Aceh hingga Lampung, Warga NU

Sumsel | Sabtu, 05 Maret 2022 | 06:15 WIB

Menko Airlangga Hartarto dan Ketum PBNU Gus Yahya Pimpin Replanting Sawit, Gus Yahya: Semoga Jadi Atasan Menteri

Menko Airlangga Hartarto dan Ketum PBNU Gus Yahya Pimpin Replanting Sawit, Gus Yahya: Semoga Jadi Atasan Menteri

Bisnis | Jum'at, 04 Maret 2022 | 20:26 WIB

Gus Yahya Doakan Airlangga Hartarto Naik Kelas Jadi Atasan Menteri

Gus Yahya Doakan Airlangga Hartarto Naik Kelas Jadi Atasan Menteri

Riau | Jum'at, 04 Maret 2022 | 20:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×