Kisah Warga Ukraina yang Mengungsi dari Perang

Siswanto | BBC | Suara.com

Minggu, 06 Maret 2022 | 13:04 WIB
Kisah Warga Ukraina yang Mengungsi dari Perang
BBC

Suara.com - "Kami tidak membuat perang ini ... tapi hanya Ukraina sekarang dan Ukraina kuat. Saya harap kami akan menjadi pemenangnya," kata Roman kepada saya, sambil terbungkus bendera Ukraina - seperti banyak orang lain di sini - saat menunggu di Polandia sisi perbatasan.

Roman adalah satu dari perkiraan 1,5 juta rakyat Ukraina yang telah tinggal di Polandia - jumlah yang kini terus bertambah setiap hari.

Menurut laporan PBB, sudah satu juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2022 lalu.

Badan-badan pengungsi khawatir, hingga lima juta orang Ukraina diprediksi akan menyelamatkan diri melintasi perbatasan sejak serangan Rusia dimulai dan korban jiwa meningkat.

Roman telah tidur di mobilnya di perbatasan sejak mendapat kabar bahwa istri dan anak temannya sedang melakukan perjalanan keluar.

Terjadi antrean panjang mobil di wilayah perbatasan - keluarga-keluarga Ukraina menunggu untuk menghibur orang-orang terkasih yang telah lolos dari perang.

Roman tahu bahwa dia tidak akan bisa melihat temannya ketika keluarga istri dan anak kawannya itu akhirnya tiba di Polandia.

Dia mengatakan bangga kepada orang-orang Ukraina yang memutuskan tinggal dan bergabung melawan Rusia, daripada pergi.

Eropa tidak asing dengan gelombang migran yang tiba-tiba: pada tahun 2015, lebih dari satu juta migran dan pengungsi, sebagian besar warga Suriah, tiba di benua itu melalui darat dan laut untuk melarikan diri dari perang.

Baca juga:

Tapi setelah perang Balkan pada 1990-an, dunia belum pernah menyaksikan begitu banyak orang terlantar dari benua Eropa akibat perang ini.

Momen reuni keluarga yang terpisah adalah hal yang pahit. Jelas ada kelegaan dan pelukan panjang, tetapi orang-orang itu terdiam.

Mereka turun dari bus, banyak yang menangis, membawa tas dan anak-anak. Mereka menyerahkannya kepada kerabat dan teman, yang telah menunggu sebelum fajar.

Bagi banyak orang, perjalanan itu belum selesai, setelah tiba di perbatasan, mereka berlanjut dengan berjalan kaki.

Ratusan orang berjalan perlahan di sepanjang jalan raya lurus memasuki lebih dalam Polandia, menarik koper di sepanjang jalan raya.

Mereka yang tidak memiliki siapa pun yang menunggu akan tidur di salah satu dari sembilan tempat penampungan yang dengan cepat didirikan untuk menangani arus masuk.

Sambutan oleh tetangga timur Ukraina sejauh ini sangat hangat. Relawan Polandia membagikan piring plastik pierogi - berisi pangsit isi - dan kue-kue manis.

Lainnya menawarkan pakaian, sepatu dan mainan untuk anak-anak kecil.

Seorang dokter Polandia yang telah melakukan perjalanan ke perbatasan mengatakan dia baru saja datang untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk membantu.

Yang lain memegang sebuah tanda yang ditulis dalam bahasa Ukraina - menawarkan tumpangan gratis ke kota-kota besar Polandia.

Namun, tidak semua orang berusaha untuk keluar Ukraina. Terdapat sekelompok pemuda Ukraina yang datang dari Denmark mencoba untuk bergabung dalam perjuangan kelangsungan hidup Ukraina.

Max dan Mark tidak ingin menggunakan nama asli mereka, tetapi mereka mengatakan bahwa telah berkendara selama lebih dari 50 jam untuk kembali ke Ukraina, menjawab panggilan dari presiden mereka untuk mengangkat senjata dan berperang.

"Kami akan pergi untuk melindungi tanah kami, negara kami, dan anak-anak kami," kata Max.

Keduanya telah melakukan perjalanan dengan 10 lelaki Ukraina lainnya. Mereka berencana untuk bergabung dan mengorganisir setiap kelompok yang melawan invasi Rusia.

"Jika mereka membutuhkan saya di tentara, atau jika mereka membutuhkan saya di kota saya, saya tahu cara menembak. Saya tahu cara membunuh."

Ini adalah perang yang tidak hanya membuat orang Ukraina saja mengungsi - banyak yang melarikan diri dari masalah di negara masing-masing dan telah berlindung di Ukraina, kini juga harus pergi.

Ukraina pernah menjadi tempat perlindungan para pengungsi negara lain, tetapi sekarang mereka menemukan diri mereka kembali tanpa tujuan.

Lima orang anak muda pria Yaman yang telah belajar di Kharkiv dan Kyiv menjelaskan bahwa mereka telah berjalan selama dua hari untuk sampai ke sisi Polandia.

Baca juga:

"Situasi di Ukraina menyedihkan, tidak ada belas kasihan bagi siapa pun. Perempuan dan anak-anak terperangkap dalam perang yang kacau balau," kata Ahmed Omar.

Temannya Mohamed AbdelAziz menambahkan: "Orang-orang Ukraina sangat baik. Tapi selalu seperti itu - kekuatan brutal yang menang."

Konvoi besar orang Iran telah terdampar dalam antrean untuk memasuki Polandia selama tiga hari. Vahid menjual rumahnya di Iran untuk memulai restoran Persia di Kyiv.

"Saya kehilangan semua tabungan masa depan saya dalam semalam; saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada restoran saya," katanya.

Baca juga:

Ada juga Masoud dari Iran yang menderita cacat degeneratif dan membuatnya sulit untuk berjalan.

Masoud sedang menunggu temannya yang juga cacat dan berusaha untuk menyeberang ke Polandia.

"Tidak manusiawi jika tidak mengizinkan penyandang disabilitas untuk menyeberang. Seharusnya dia yang diprioritaskan," katanya.

Pertempuran di Ukraina telah meledak di ujung timur Eropa dan dalam beberapa bulan mendatang, dampak kemanusiaan kemungkinan akan dirasakan di seluruh benua.

Bagi banyak orang, penyeberangan perbatasan ini merupakan akhir dari perjalanan berbahaya, tetapi bagi yang lain itu hanyalah awal dari masa depan yang tidak pasti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?

PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:37 WIB

Ogah Balik ke Real Madrid, Jacobo Ramon Ungkap Alasan Bertahan di Como

Ogah Balik ke Real Madrid, Jacobo Ramon Ungkap Alasan Bertahan di Como

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:31 WIB

Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan

Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:59 WIB

Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk

Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:55 WIB

AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan

AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:54 WIB

10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon

10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:48 WIB

Trauma Diserbu Bobotoh, Pemain Asing Persib Pilih Absen di Pesta Juara Umuh Muchtar

Trauma Diserbu Bobotoh, Pemain Asing Persib Pilih Absen di Pesta Juara Umuh Muchtar

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:45 WIB

Era Baru Manchester City Tanpa Guardiola! Enzo Maresca Siap Bajak Dua Bintang Chelsea

Era Baru Manchester City Tanpa Guardiola! Enzo Maresca Siap Bajak Dua Bintang Chelsea

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:41 WIB

Halo Jakmania! Mauricio Souza Kirim Kode Berpisah dengan Persija

Halo Jakmania! Mauricio Souza Kirim Kode Berpisah dengan Persija

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:41 WIB

AC Milan Chaos! Allegri dan Ibrahimovic Nyaris Baku Hantam di Restoran

AC Milan Chaos! Allegri dan Ibrahimovic Nyaris Baku Hantam di Restoran

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:36 WIB

Terkini

PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?

PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:37 WIB

Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan

Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:59 WIB

Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk

Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:55 WIB

AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan

AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:54 WIB

10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon

10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:48 WIB

Tabungan Nikah Rp83 Juta Ludes! Pemilik WO Jaktim Diburu Polisi Usai Tipu Calon Manten

Tabungan Nikah Rp83 Juta Ludes! Pemilik WO Jaktim Diburu Polisi Usai Tipu Calon Manten

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:29 WIB

KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak

KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:28 WIB

TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi

TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:22 WIB

Darurat Mafia Tanah, BPN Banjarbaru Dilaporkan ke Ombudsman Buntut Sengketa di Jalan Aneka Tambang

Darurat Mafia Tanah, BPN Banjarbaru Dilaporkan ke Ombudsman Buntut Sengketa di Jalan Aneka Tambang

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:16 WIB

Lebaran di Penjara, 52 Koruptor Muslim di Rutan KPK Diizinkan Salat Iduladha dan Terima Keluarga

Lebaran di Penjara, 52 Koruptor Muslim di Rutan KPK Diizinkan Salat Iduladha dan Terima Keluarga

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:12 WIB