Ratusan Santri DIY Gelar Kesenian Sekaligus Deklarasi Ganjar Pranowo Capres 2024

Iwan Supriyatna

Rabu, 09 Maret 2022 | 07:10 WIB
Ratusan Santri DIY Gelar Kesenian Sekaligus Deklarasi Ganjar Pranowo Capres 2024
Santri Dukung Ganjar mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden 2024.

Suara.com - Ratusan santri dan alumni pesantren Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Santri Dukung Ganjar mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden 2024.

Kegiatan ini bertempat di Gedung Pertemuan Pangeran Antasari, Samirono, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Santri dan Alumni seluruh Indonesia yang ada di Yogyakarta turut hadir menyaksikan gelaran kesenian dari perwakilan santri di DIY.

Koordinator Santri Dukung Ganjar DIY Ijtihadul Umam, mengatakan bahwa acara deklarasi dan diskusi ini bertujuan untuk menemukan sosok putra bangsa yang mampu memberikan perubahan dan kemajuan bagi Indonesia.

"Dengan kegiatan ini kami mendeklarasikan dan berdiskusi untuk menemukan sosok putra bangsa yang mampu memberikan perubahan," kata Ijtihadul.

"Seorang sosok yang mampu menjangkau semua kalangan dan golongan, sosok yang mampu berbaur dan merakyat, dan sosok yang inovatif dalam menjawab tantangan di era pesatnya globalisasi", ujar pria yang juga alumni Pesantren Gontor itu.

Maka dari itu, kata Ijtihadul, santri di DIY mendukung Ganjar dan memutuskan sosok yang layak dan pantas untuk menahkodai Republik Indonesia di periode mendatang adalah Ganjar Pranowo.

Ijtihadul berharap dengan adanya deklarasi ini Bapak Ganjar Pranowo maju dalam pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dan menjadi pemimpim Negara Republik Indonesia.

"Harapannya bapak Ganjar Pranowo maju dalam kontestasi pilpres 2024, kemudian harapan terbesar kami beliau akan menjadi pemimpin kita, pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia di 2024", kata Ijtihadul.

baca juga

Selain deklarasi, diadakan juga tampilan kesenian dan sholawat dari kelompok santri dan Influencer DIY. 

Kegiatan tersebut diadakan dengan maksud ingin memberi tahu bahwa santri bisa melakukan apapun.

"Alasan adanya pentas seni, karena konotasi dalam masyarakat ketika berbicara bahwa santri itu hanya bicara tentang keagamaan saja tanpa kesenian, jadi memang kita ingin menunjukam bahwa santri juga bisa, soal apapun santri bisa", tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Investasi Ilegal, Ganjar Ingin OJK Beri Edukasi Masyarakat

Marak Investasi Ilegal, Ganjar Ingin OJK Beri Edukasi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 09 Maret 2022 | 05:58 WIB

Pesan Ganjar untuk KONI Jawa Tengah: Atlet Jangan Sampai Ada yang Ngenes

Pesan Ganjar untuk KONI Jawa Tengah: Atlet Jangan Sampai Ada yang Ngenes

Jawa Tengah | Rabu, 09 Maret 2022 | 06:50 WIB

Rencana Pemerintah Bebaskan Syarat Antigen dan PCR, Ganjar: Mudah-mudahan Sudah Masuk Perhitungan

Rencana Pemerintah Bebaskan Syarat Antigen dan PCR, Ganjar: Mudah-mudahan Sudah Masuk Perhitungan

Jawa Tengah | Selasa, 08 Maret 2022 | 18:07 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×