Arya Aldrin, Perempuan yang Tolak Telantarkan Anjing di Zona Perang Ukraina

Siswanto, BBC

Minggu, 13 Maret 2022 | 18:30 WIB
Arya Aldrin, Perempuan yang Tolak Telantarkan Anjing di Zona Perang Ukraina
BBC

Suara.com - Apakah egois membawa hewan peliharaan saat dievakuasi dari zona perang?

Arya Aldrin, seorang mahasiswa kedokteran berusia 20 tahun yang baru saja menyelamatkan diri dari Ukraina dengan seekor anjing Siberian Husky, tidak berpikir seperti itu: "Justru akan lebih egois jika meninggalkan anjing saya."

Itu sebabnya dia membawa anjingnya, Zaira, yang berusia lima bulan dalam perjalanan yang melelahkan melintasi ribuan kilometer ke kampung halamannya di negara bagian Kerala di India bagian selatan.

Banyak pelajar India membawa kucing dan anjing mereka dari Ukraina, tapi Arya menjadi berita utama setelah foto dirinya menggendong Zaira -yang dibawa dengan bus ke perbatasan Rumania- menjadi viral.

Foto itu menarik perhatian dan dikomentari secara negatif oleh netizen -yang terakhir bertanya apakah orangtuanya mengirimnya ke Ukraina untuk belajar atau merawat hewan; yang lain mempertanyakan mengapa pemerintah India harus mengakomodasi hewan dalam penerbangan evakuasi ketika manusia dalam bahaya.

Tapi Arya mengatakan Zaira tidak menyerobot kursi penumpang lain - dia ditempatkan dalam kandang yang ditaruh di ruang kargo pesawat dari Rumania ke India.

"Saya seorang mahasiswa kedokteran, kami diajari untuk menyelamatkan nyawa tanpa diskriminasi. Dan meninggalkan dia, tidak merugikan siapapun," katanya.

Menyelamatkan hewan ketika krisis kemanusiaan bisa menjadi masalah pelik. Pada 2021, seorang warga negara Inggris Pen Farthing yang mengelola tempat penampungan hewan di Afghanistan dikritik keras karena meninggalkan negara itu bersama anjing serta kucingnya. Bukan dengan stafnya asal Afghanistan, setelah Taliban menguasai negara tersebut.

Dia mengatakan tidak bisa membawa stafnya pada saat itu karena adanya ancaman dari Taliban. Kendati para pekerja di tempat penampungan kemudian berhasil terbang ke Inggris.

baca juga

Baca juga:

Bagi Arya dan orang lain seperti dia, taruhannya tidak besar. Tapi perjalanan itu menjadi sangat menegangkan.

'Saya tidak bisa meninggalkannya'

Arya pergi ke Ukraina pada 2020 untuk belajar di Pirogov Memorial Medical University di Vinnytsya. Dia memiliki banyak teman -mayoritas dari negara bagian asalnya, Kerala- dan ia suka tinggal di sana.

Seorang teman Arya yang tahu ia sangat mencintai hewan, menghadiahkan anak anjing berusia dua bulan pada Desember 2021. Arya menamainya Zaira setelah menolak banyak usulan.

Keduanya cepat akrab -ketika ditinggal sendirian di rumah, sementara Arya menghadiri kelas, Zaira menolak untuk makan, menunggu dengan penuh semangat Arya pulang.

Arya pada akhirnya kerap menolak undangan dari teman-temannya agar Zaira tidak sendirian.

Ketika gemuruh perang dimulai, Arya mengatakan yang ada di pikirannya cuma satu, "apa pun yang terjadi, saya tidak bisa meninggalkan Zaira."

Teman dan kerabatnya menyarankan untuk memberikan anjing itu kepada seseorang untuk sementara, tapi Arya menolak.

"Saya tahu tidak akan ada orang lain yang mencintai dan memanjakannya seperti saya," katanya.

Saat tak ada pilihan selain mengungsi, ibu Arya mendukung keputusannya untuk membawa Zaira. Ayahnya tidak setuju pada awalnya, namun akhirnya mengiyakan.

Di tengah krisis, dia berhasil mendapatkan paspor hewan peliharaan, surat vaksinasi, dan microchip dalam waktu satu hari, dibantu oleh pegawai pemerintah yang baik hati dan aturan yang ramah hewan.

Arya dan Zaira, bersama seorang temannya, meninggalkan Vinnytsya secara berkelompok pada 26 Februari, dua hari setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Esoknya, mereka naik bus ke perbatasan Rumania. Sepanjang perjalanan, Zaira tak bersuara dan menempel terus pada Arya karena merasa terintimidasi oleh suara-suara dan orang asing.

Sopir bus menurunkan mereka sekitar 20 kilometer dari perbatasan, lantaran antrean panjang kendaraan yang menunggu untuk menyeberang.

Mereka pun mulai berjalan. Arya dan temannya mengemas jus dan biskuit, serta makanan anjing untuk Zaira -mereka tidak menemukan roti atau air di toko.

Di perjalanan, Arya menstruasi dan punggungnya sakit. Zaira juga kelihatan pincang dan nampak kelelahan.

Arya menyadari dia harus menggendong anjingnya.

"Ketika saya menggendongnya, dia bersandar di bahu saya seperti bayi," kenangnya, meskipun berat Zaira 16 kilogram.

Tapi perjalanan itu sangat menyiksa -kendati orang lain dalam kelompok itu membantu, Arya sering kali harus berhenti dan meregangkan badan dan tangannya.

Sepanjang jalan, dia juga membuang banyak makanan dan jus untuk meringankan beban -sebab dia harus menggendong Zaira sejauh 10-12 kilometer.

Saat mereka mencapai perbatasan Rumania, Arya hanya membawa makanan anjing dan dokumen perjalanan di tasnya.

Di sana, dia menunggu di tengah kerumunan orang-orang yang tampak kelelahan selama tujuh jam.

Tiap kali gerbang dibuka, orang-orang saling dorong. Suatu kali Arya mencoba meletakkan Zaira, tapi yang terjadi Zaira ditendang dan menjerit kesakitan.

"Saya harus menyeimbangkan tubuh dengan satu kaki selama lebih dari satu jam. Saya hanya berdiri di sana sambil memeluk Zaira dan menangis, berharap bisa kembali ke Vinnytsya meskipun itu berbahaya," katanya.

Selama menunggu, Arya juga harus mengosongkan banyak makanan anjing. Beban yang harus ia tanggung, kata dia, sudah tak bisa lagi ditahan.

Ketika giliran mereka tiba, teman Arya berhasil menyeberang tapi dia dan Zaira didorong ke belakang oleh sekelompok pelajar.

Kemudian dia mengangkat Zaira, yang rupanya menarik perhatian seorang tentara Ukraina. Dia pun membiarkan mereka lewat.

"Saya tidak bisa menjelaskan rasa lega yang saya rasakan saat kami berhasil menyeberang," katanya.

Perjalanan ke India

Pertama, mereka dibawa ke tempat penampungan di Rumania di mana mereka mendapat makanan dan air -relawan yang baik hati juga memberi Arya sepasang sepatu bekas karena sepatunya sudah rusak.

Mereka kemudian menunggu selama berjam-jam untuk diboyong ke tempat penampungan lain, lebih dekat ke bandara internasional Henri Coand di Bucharest. Di sini, polisi Rumania yang menyukai Zaira memberi mereka lebih banyak makanan dan tisu, serta membantu mereka mendapatkan taksi ke bandara.

Sesaat sebelum mereka naik pesawat evakuasi yang diatur oleh pemerintah India, pihak berwenang Rumania memberi tahu Arya bahwa Zaira harus dimasukkan dalam kandang.

Butuh waktu berjam-jam dan satu penerbangan lagi sebelum Arya dan Zaira akhirnya naik pesawat ke Delhi.

Ketika dia mendapat makanan di pesawat, Arya bercerita dia hanya makan sedikit dan sisanya disimpan untuk diberikan kepada Zaira begitu mereka mendarat.

Perjalanannya ke Kerala kembali tertunda karena AirAsia yang mengoperasikan penerbangan dari Delhi tidak mengizinkan hewan masuk. Jadi dia mengambil penerbangan lain.

Saat itu, kisah perjalanan Arya telah menjadi berita, dan seorang menteri negara bagian Kerala menulis catatan di Facebook, yang isinya memuji Arya.

Begitu dia dan Zaira tiba di bandara Kochi esok harinya, dia disambut segerombolan jurnalis yang ingin mewawancarainya.

Tapi hal pertama yang dilakukannya, membawa Zaira ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan vaksin parvovirus untuk anjing dan akhirnya pulang ke rumahnya di Munnar.

Ada kekhawatiran anjing Siberian Husky -yang bulu tebalnya melindunginya dari cuaca dingin- akan kesulitan beradaptasi dalam cuaca hangat di India.

Tapi Arya mengatakan Zaira nampak tenang. Beruntung karena Munnar lebih dingin daripada wilayah lain di Kerala -suhu musim dingin bisa turun hingga satu digit.

"Saya sebenarnya agak sedikit cemburu sekarang -Zaira sepertinya lebih suka menghabiskan waktu bersama ibu saya daripada saya," kata Arya sambari tertawa.


Anda mungkin juga tertarik dengan tayangan di bawah ini:


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:25 WIB

Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Berkualitas, Tapi Banyak Pasangan Masih Canggung Bahas Keintiman

Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Berkualitas, Tapi Banyak Pasangan Masih Canggung Bahas Keintiman

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:15 WIB

5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan

5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:01 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

Chainsaw Man Rilis Teaser Anime Assassins Arc dan Umumkan Game Mobile Baru

Chainsaw Man Rilis Teaser Anime Assassins Arc dan Umumkan Game Mobile Baru

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:55 WIB

Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini

Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:51 WIB

Review The Death of Robin Hood: Saat Sang Legenda Menepi di Pulau Terpencil

Review The Death of Robin Hood: Saat Sang Legenda Menepi di Pulau Terpencil

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:47 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter

Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:15 WIB

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB