Bagaimana Orang Rusia Gunakan Kode dan Emoji untuk Hindari Pengawasan?

Siswanto, BBC

Senin, 14 Maret 2022 | 14:17 WIB
Bagaimana Orang Rusia Gunakan Kode dan Emoji untuk Hindari Pengawasan?
BBC

Suara.com - Pada 24 Februari, ketika Rusia memulai invasi ke Ukraina, sebuah gambar mulai menyebar di media sosial.

Itu adalah gambar penyair Rusia Pushkin, angka 7 dan deretan emoji "orang berjalan".

Bagi mereka yang mengetahuinya, artinya jelas. Gambar itu berisi informasi lokasi (Lapangan Pushkin di Moskow), waktu, dan seruan untuk memprotes tindakan pemerintah.

Emoji tersebut mengacu pada kode yang telah digunakan di Rusia yang selama bertahun-tahun merujuk pada demonstrasi.

Salah satu kode sangat dikenal oleh pihak berwenang, yang kini hampir menjadi bukan kode, menurut kelompok hak asasi manusia OVD-Info.

Baca juga:

Mengapa menggunakan kode?

Rusia melarang demonstrasi yang tidak berizin sejak 2014. Pelanggaran aturan tersebut bisa berakhir pada penahanan hingga 15 hari.

Itu untuk pelanggaran pertama. Pelanggaran berulang akan dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun.

Sejak itu, sudah umum bagi para aktivis untuk menggunakan berbagai frasa kode demi bisa tetap berorganisasi secara daring.

baca juga

"Ini seperti, 'Ayo jalan menuju pusat kota' atau, 'Cuacanya bagus untuk jalan-jalan'," kata Maria, bukan nama sebenarnya.

Begitulah cara dia mengirim SMS ke teman-temannya untuk memberi tahu mereka bahwa dia berencana menghadiri demonstrasi.

Sesuatu yang tadinya dimulai sebagai cara untuk menghindari sensor pemerintah, kini hampir menjadi lelucon atau meme, katanya kepada BBC.

Meski demikian, jika tidak menggunakan formula tersebut, konsekuensinya bisa serius.

Apa konsekuensinya?

Alexander menghadiri demonstrasi di Moskow, setelah mengunggah pesan di media sosial.

Keesokan paginya, petugas berpakaian preman menjemputnya di luar gedung tempat tinggal kekasihnya dan membawanya ke departemen kepolisian setempat.

Dia ditahan selama beberapa hari dan dipaksa menandatangani dokumen yang mencantumkan hal-hal yang menurut pihak berwenang dilakukan oleh Alexander.

Kami tidak dapat memastikan apakah kehadirannya saat demo atau aktivitas media sosialnya yang menyebabkan Alexander ditahan, tetapi dia ditangkap untuk kedua kalinya saat menggunakan kereta bawah tanah Moskow, di hari dia tidak menghadiri unjuk rasa.

BBC telah mempelajari penahanan lain dilakukan berdasarkan aktivitas media sosial, termasuk seorang perempuan yang ditangkap karena cuitannya di Twitter.

Pada 24 Februari dia mencuit: "Saya sudah lama tidak berjalan di pusat kota."

Dia juga mengutip cuitan akun lain yang berisi seruan yang lebih eksplisit untuk berkumpul, yang mungkin berkontribusi pada keputusan untuk menahannya. Lima hari kemudian, dia ditangkap saat naik kereta api.

Dia yakin dia terdeteksi oleh perangkat lunak pengenal wajah yang aktif di sistem kereta bawah tanah Moskow.

Ketika menjalani sidang, sebuah dokumen yang berisi cuitannya ditampilkan.

Artinya, pihak berwenang telah mengambil tangkapan layar segera setelah dia mengunggah pesan itu.

Dalam kasus lain, Niki, seorang blogger, menggambarkan bagaimana saudara seorang teman dekatnya ditahan dua kali.

Pertama, dia ditahan selama beberapa jam setelah menghadiri unjuk rasa dan yang kedua, dia ditahan selama seminggu penuh, karena berbagi detail dengan teman-temannya di V Kontakte. (VK - setara dengan Facebook Rusia).

Hampir 14.000 orang telah ditahan di seluruh Rusia sejak konflik dimulai dua minggu lalu, terutama karena benar-benar menghadiri unjuk rasa.

Data itu dihimpun oleh OVD-Info yang mencatat jumlah orang yang ditangkap dan memberikan pendampingan hukum.

Sejauh ini, sebagian besar ditahan selama hitungan jam atau hari.

Hukuman yang lebih berat

Sebuah undang-undang diberlakukan di Rusia pada 4 Maret untuk mengatasi "berita palsu" tentang militer, tetapi undang-undang ini diperkirakan bakal digunakan untuk menindak lebih jauh para pedemo anti-perang, termasuk hukuman penjara hingga 15 tahun, jauh lebih lama dari sanksi sebelumnya.

Untuk anak muda seperti Maria, peraturan baru "sudah mengubah banyak hal, karena sekarang saya takut untuk berdemo dan juga saya takut untuk mengunggah soal 'operasi khusus' ini [invasi Rusia ke Ukraina]".

OVD-Info, yang mencatat berapa banyak orang yang ditahan dan menawarkan bantuan hukum, mengatakan ada indikasi jelas bahwa jumlah penangkapan meningkat sejak undang-undang baru diberlakukan.

Sekarang, di mana orang-orang berbagi pesan?

Penutupan media independen, pemblokiran Facebook, dan pembatasan unggahan orang-orang Rusia di TikTok telah mengambil jalur utama akses informasi, kata koordinator OVD-Info Leonid Drabkin.

Orang-orang akan menyensor diri sendiri karena takut, katanya: "Sekarang jika Anda membuka Instagram, jumlah unggahan menurun sepuluh kali lipat," dan bahkan banyak kenalannya yang sudah menghapus profil media sosial mereka.

Hal ini, kata Drabkin, diperparah dengan hukuman keras bagi mereka yang melakukan protes karena hal itu sangat mempengaruhi jumlah orang yang "cukup berani untuk berunjuk rasa".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum

Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri

Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:47 WIB

4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli

4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain

Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif

Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Ekonomi Digital Makin Kuat, UMKM Lokal Naik Kelas dan Perluas Pasar

Ekonomi Digital Makin Kuat, UMKM Lokal Naik Kelas dan Perluas Pasar

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican

Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican

Video | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati

Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati

Health | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:15 WIB

HUT ke-81 RI, Saatnya Berburu Promo Spesial dari BRI

HUT ke-81 RI, Saatnya Berburu Promo Spesial dari BRI

Jakarta | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Profil Putri Juficha: Runner Up Miss Grand Indonesia 2025 yang Meninggal Dunia saat Ulang Tahun

Profil Putri Juficha: Runner Up Miss Grand Indonesia 2025 yang Meninggal Dunia saat Ulang Tahun

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kuansing Ngaku Tak Tahu Uang untuk Raja Juli

Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kuansing Ngaku Tak Tahu Uang untuk Raja Juli

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:10 WIB

10 Mobil Terlaris 2026: Juli BYD Atto 1 Kudeta Innova, Mobil Niaga Laku Keras

10 Mobil Terlaris 2026: Juli BYD Atto 1 Kudeta Innova, Mobil Niaga Laku Keras

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI

Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Miss Earth Indonesia 2025 Putri Andriani Juficha Meninggal Dunia Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Miss Earth Indonesia 2025 Putri Andriani Juficha Meninggal Dunia Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:08 WIB

×