Fokus Perang Ukraina, Barat Tak Lagi Mengurusi Krisis Afganistan

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 16 Maret 2022 | 10:46 WIB
Fokus Perang Ukraina, Barat Tak Lagi Mengurusi Krisis Afganistan
DW

Suara.com - Krisis kemanusiaan di Afganistan tak lagi menjadi prioritas Barat, karena mereka sibuk dengan perang di Ukraina. Situasi tersebut dapat memungkinkan kelompok teroris transnasional untuk berkumpul kembali di Afganistan.

Kembalinya Taliban berkuasa di Afganistan dianggap sebagai tantangan keamanan yang monumental bagi masyarakat internasional. Krisis kemanusiaan terjadi, jutaan orang Afganistan jatuh ke dalam kemiskinan dan ekonomi negara itu mulai runtuh.

Kekuatan besar dunia bergegas untuk mengatasi situasi tersebut dan segala upaya dilakukan untuk memastikan stabilitas Afganistan, serta memberikan tekanan pada penguasa fundamentalis Islam yang baru di negara itu.

Tujuh bulan berlalu, Afganistan tidak lagi menjadi perhatian utama Barat, karena mereka mengalihkan fokus terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Pengamat mengatakan, Taliban melihatnya sebagai peluang untuk menerapkan kebijakan garis keras mereka di Afganistan, ketika mengetahui bahwa komunitas internasional "sibuk di tempat lain."

Pengelompokan kembali para militan Tamim Asey, Ketua Eksekutif Institut Studi Perang dan Perdamaian Kabul sekaligus peneliti tamu di King's College London, mengatakan kepada DW, dia yakin "kurangnya minat internasional" dalam krisis Afganistan dapat membuka jalan bagi kelompok teror dan jaringan kriminal untuk menyerang, mengumpulkan dan memulihkan kekuatan.

"Situasi ini akan mendorong Afganistan jatuh lebih jauh ke dalam kekacauan dan akan memberikan kesempatan bagi jaringan kriminal transnasional untuk pulih," katanya kepada DW.

Beberapa negara Barat melihat ancaman keamanan langsung yang berasal dari Afganistan.

Sejauh ini, Taliban berusaha untuk mendapatkan pengakuan internasional, bantuan keuangan, dan lebih cenderung ke arah pendekatan "diplomatis" daripada menggunakan taktik kekerasan.

baca juga

Namun, para ahli mengatakan kondisi ini mungkin tidak bertahan lama. "Sejarah memberitahu kita, krisis kemanusiaan dapat menyebabkan konflik kekerasan.

Lebih mudah bagi kelompok teroris untuk beroperasi di negara yang menghadapi gejolak ekonomi. Afganistan tidak terkecuali," Shamroz Khan Masjidi, seorang analis politik Afganistan, mengatakan kepada DW.

Memperburuk krisis kemanusiaan

Jika krisis kemanusiaan di Afganistan bertambah parah, Taliban tidak akan mampu lagi mengendalikan situasi, sebagaimana dibuktikan oleh serangan kekerasan baru-baru ini oleh kelompok Islamic State ISIS.

Salahuddin Ludin, seorang pakar politik di Afganistan, mengatakan kepada DW bahwa hidup telah menjadi "sangat sulit" bagi sebagian besar warga Afganistan.

"Organisasi bantuan internasional telah meninggalkan negara itu. Taliban tidak mampu membayar upah kepada pegawai pemerintah. Sektor perawatan kesehatan masyarakat dalam kekacauan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka

Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka

News | Rabu, 16 April 2025 | 16:50 WIB

Putin Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Usulan Trump, Apa Sebabnya?

Putin Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Usulan Trump, Apa Sebabnya?

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 22:59 WIB

Zelenskyy Klaim Eropa Bersatu Dukung Perdamaian Ukraina Pasca Ketegangan dengan Trump

Zelenskyy Klaim Eropa Bersatu Dukung Perdamaian Ukraina Pasca Ketegangan dengan Trump

News | Senin, 03 Maret 2025 | 19:21 WIB

Elon Musk Salahkan Zelensky atas Perang Ukraina: "Kejam dan Tidak Manusiawi!"

Elon Musk Salahkan Zelensky atas Perang Ukraina: "Kejam dan Tidak Manusiawi!"

News | Senin, 03 Maret 2025 | 16:06 WIB

Serangan Drone Rusia Hujani Ukraina, Ibu Kota Kyiv Terdampak

Serangan Drone Rusia Hujani Ukraina, Ibu Kota Kyiv Terdampak

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 09:10 WIB

Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!

Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!

News | Senin, 03 Februari 2025 | 09:11 WIB

'Dicuci Otak' untuk Kim Jong Un: Kisah Tragis Tentara Korea Utara di Medan Perang Ukraina

'Dicuci Otak' untuk Kim Jong Un: Kisah Tragis Tentara Korea Utara di Medan Perang Ukraina

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 11:18 WIB

Tragis! Tentara Korea Utara Jadi 'Tumbal' Perang Rusia-Ukraina, Pilih Bunuh Diri Daripada Menyerah

Tragis! Tentara Korea Utara Jadi 'Tumbal' Perang Rusia-Ukraina, Pilih Bunuh Diri Daripada Menyerah

News | Sabtu, 28 Desember 2024 | 12:35 WIB

Zelensky: Ukraina Semakin Dekat dengan Akhir Perang!

Zelensky: Ukraina Semakin Dekat dengan Akhir Perang!

News | Selasa, 24 September 2024 | 10:18 WIB

Cerita Ratusan Warga India Jadi Tentara Bayaran Rusia: 91 Tewas, 69 Masih Di Medan Perang Ukraina

Cerita Ratusan Warga India Jadi Tentara Bayaran Rusia: 91 Tewas, 69 Masih Di Medan Perang Ukraina

News | Minggu, 11 Agustus 2024 | 01:15 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×