Drone Emprit Pertanyakan Klaim Luhut Soal Big Data 110 Juta Warga Dukung Pemilu 2024 Ditunda

Erick Tanjung | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 18 Maret 2022 | 01:22 WIB
Drone Emprit Pertanyakan Klaim Luhut Soal Big Data 110 Juta Warga Dukung Pemilu 2024 Ditunda
Ilustrasi big data. (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi mempertanyakan klaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal big data pemerintah mengenai 110 juta warga menginginkan Pemilu 2024 ditunda. 110 juta warga itu merupakan pengguna media sosial

Ia pun meminta Luhut untuk menunjukkan metodologi dan kata kuncinya, jika yang diambil dari big data 110 juta warga.

"Jadi metode atau kata kuncinya harus dibuka. Sehingga yang lain kalau mau compare bisa. Harapannya kemarin timnya Pak Luhut buka metodenya, periode nya kapan dan kata kuncinya apa," kata Ismail dalam diskusi publik bertajuk Meninjau Pandangan Publik dan Analisis Big Data soal Penundaan Pemilu yang digelar Persepi di kawasan Senayan, Kamis (17/3/2022).

Ismail menjelaskan perbedaan big data dan survei. Big data menggunakan populasi, sedangkan survei menggunakan sampling.

Ismail juga mempertanyakan apakah 110 juta warga yang diklaim Luhut, aktif sebagai pengguna di media sosial atau yang hanya membicarakan soal penundaan Pemilu. Menurutnya sangat mustahil 110 juta warga membicarakan penundaan Pemilu.

"Bagaimana melihat populasi? 110 juta mereka yang aktif yang di medsos dan bicara penundaan. Jadi ada 110 juta semua bicara penundaan pemilu is imposible," kata dia.

"Populasi yang kita maksud populasi percakapan. Setiap orang bisa ngomong 1.000 kali. Tapi kita lihat lagi misal total mention populasi mention itu misal 100 ribu, tapi yang ngomong hanya 10 ribu," sambungnya.

Menurut dia jumlah populasi netizen saat ini sekitar 277 juta. Total pengguna internet 204 juta. Di antaranya pengguna medsos 191 juta, youtube 139 juta, instagram 199 juta, Twitter hanya 18 juta.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa dalam memperoleh analisis big data, metodologinya yakni menggunakan kata kunci. Misalnya kata kunci penundaan Pemilu, Jokowi, 2024.

"Pertama ada pertanyaan, berapa banyak orang ingin penundaan pemilu. Jadi kata kuncinya, pemilu, penundaan, Jokowi, 2024, periode kita masukkan. Apa semua bisa diambil, pasti ada yang terlewat. Jadi metode atau kata kuncinya harus dibuka. Jadi yang lain kalau mau compare bisa," papar dia.

Lebih lanjut, Ismail menyebut jika Luhut bisa mendapatkan data tersebut, bisa jadi Luhut menggunakan open source inteligent untuk sumber data yang bisa dikumpulkan tanpa harus melalui log in atau daftar akun. Hal tersebut karena dirinya pernah melakukan analisis data.

"Saya punya olah 12 server untuk olah big data. Satunya bisa 400 kata kunci. Nanti ada yang Tweet masuk. Ada yang susah., Facebook, Instagram karena masalah privasi. Zaman dulu saya ingat sampe April 2014 itu bisa diambil. Tapi sejak april distop," kata Ismail.

"Jadi kalau mau ambil data harus dikumpulkan. Akun-akun paling populer, Tokoh-tokoh. FB grup. Saya harus kumpulin. Targeted. Nggak bisa dapat semua. Nah ketika dapat klaim 110 juta itu dari mana? Kalau dari twitter aja nggak mungkin tadi 18 juta usernya," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tantang Luhut Buka Big Data Tunda Pemilu, Burhanuddin Muhtadi: Kok Semena-mena Sekali Mengatasnamakan Rakyat

Tantang Luhut Buka Big Data Tunda Pemilu, Burhanuddin Muhtadi: Kok Semena-mena Sekali Mengatasnamakan Rakyat

News | Kamis, 17 Maret 2022 | 20:37 WIB

Soal Luhut Punya Big Data Tunda Pemilu, Rakyat Diminta Hati-hati Propaganda Elite buat Langgengkan Kekuasaan

Soal Luhut Punya Big Data Tunda Pemilu, Rakyat Diminta Hati-hati Propaganda Elite buat Langgengkan Kekuasaan

News | Rabu, 16 Maret 2022 | 16:51 WIB

Sindir Keras Para Pengusul Penunda Pemilu 2024, Busyro Muqqodas: Tak Punya Malu, Seperti Keledai-keledai Politik!

Sindir Keras Para Pengusul Penunda Pemilu 2024, Busyro Muqqodas: Tak Punya Malu, Seperti Keledai-keledai Politik!

News | Rabu, 16 Maret 2022 | 14:55 WIB

Terkini

Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang

Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:22 WIB

Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel

Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:55 WIB

Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi

Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas

Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:45 WIB

Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran

Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:44 WIB

Di Tengah Wacana Pelarangan oleh BNN, Pengguna Sebut Vape Pangkas Pengeluaran

Di Tengah Wacana Pelarangan oleh BNN, Pengguna Sebut Vape Pangkas Pengeluaran

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:41 WIB

Prabowo: Jangan Anggap Presiden Pekerjaan yang Enak

Prabowo: Jangan Anggap Presiden Pekerjaan yang Enak

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:40 WIB

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:34 WIB

PAN Sebut Kritik Saiful Mujani Hanya 'Buih' di Lautan, Bukan Gelombang

PAN Sebut Kritik Saiful Mujani Hanya 'Buih' di Lautan, Bukan Gelombang

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:32 WIB

Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!

Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:28 WIB