Perang Ukraina: Warga Rusia Meratapi Para Tentara yang Tewas dalam Perang

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 21 Maret 2022 | 11:33 WIB
Perang Ukraina: Warga Rusia Meratapi Para Tentara yang Tewas dalam Perang
BBC

Suara.com - Di Gereja Alexandra dan Antonina, sebuah peti mati diletakkan. Peti itu diselimuti kain bendera tiga warna Rusia. Di atasnya, terpasang topi seragam tentara dan sebuah foto.

Mikhail Orchikov adalah wakil komandan brigade senapan mesin. Dia tewas di medan perang di Ukraina. Sejumlah tentara Rusia dengan persenjataan lengkap hadir dalam prosesi pemakaman itu, menjadi garda kehormatan.

Seorang pendeta Ortodoks berjalan mengelilingi peti sambil merapal doa-doa. Tangannya mengayunkan bejana logam berlapis ornamen, dan asap dupa mengepul dari dalamnya.

Aroma dupa memenuhi seisi gereja, bercampur dengan alunan irama manis dari paduan suara gereja. Janda serdadu yang tewas itu, wajahnya tertutup selendang hitam, dikelilingi keluarga yang membisikkan kata-kata penghiburan.

Berapa banyak tentara Rusia yang tewas terbunuh di Ukraina? Melaporkan angka berbeda dengan jumlah yang secara resmi dikeluarkan pemerintah adalah tindak kriminal di Rusia.

Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, sebanyak 498 tentara kehilangan nyawa dalam apa yang disebut Kremlin sebagai "operasi militer khusus". Itu adalah data terakhir, pada 2 Maret. Belum ada pembaruan data lagi selama dua pekan.

"Situasi di negara kita tidak sederhana," ucap pendeta kepada kongregasi yang hadir. "Semua orang mengerti itu."

Baca juga:

Kremlin ingin publik meyakini bahwa para tentara Rusia yang diberangkatkan ke Ukraina adalah pahlawan, dan serangan Rusia di sana adalah bentuk pertahanan diri.

Dalam acara bincang-bincang mingguan populer di televisi baru-baru ini, penyiarnya mengatakan bahwa jika Rusia "tidak campur tangan sekarang, dalam tiga tahun Ukraina akan bergabung dengan NATO... dengan bom nuklir. [Ukraina] akan mengambil kembali Krimea, lalu mengincar wilayah selatan Rusia." Sebuah realitas alternatif, di mana Ukraina adalah penyerangnya.

Di jalan-jalan Kota Kostroma, banyak yang tampaknya mempercayai pernyataan resmi dari Kremlin itu.

Sebagiannya adalah karena kekuatan televisi dalam membentuk opini publik. Juga, di masa krisis, banyak warga Rusia secara insting mengikuti apa kata pemimpinnya - seakan-akan mereka tidak mau percaya bahwa presiden mereka mungkin telah mengambil keputusan yang salah.

"NATO ingin membuat pangkalan di sebelah kita [di Ukraina] dan mereka punya senjata nuklir," kata Nikolai kepada saya. "Bagus, Putin. Dia tidak membiarkan mereka melakukan itu."

"Rusia harus melawan hingga akhir," ujar Nina Ivanovna, seorang pensiunan.

"Seberapa banyak informasi dari TV Rusia tentang perang yang Anda percaya?" Saya bertanya padanya. "Saya sangat percaya. Mengapa saya harus tidak percaya? Justru saya tidak percaya pada internet."

"Mengapa tidak?" saya bertanya lagi.

"Saya tidak tahu," jawabnya.

Tidak semua orang mendukung serangan Rusia di Ukraina. Di sebuah desa yang bernama Nikolskoye, saya mengunjungi rumah seorang pendeta Ortodoks, Bapa Ioann Burdin. Baru-baru ini, dia berkhotbah dengan muatan anti-perang dan menyuarakan kritiknya melalui situs gereja.

Setelah melakukan itu, dia ditahan dan didenda, menurut aturan baru tentang mendiskreditkan Pasukan Bersenjata Rusia.

"Saya meyakini bahwa pembunuhan, apapun penyebabnya dan bagaimanapun Anda berusaha memberikan pembenaran, adalah dosa," dia berkata kepada saya. "Darah ada di tangan orang yang membunuhnya. Jika sebuah perintah diberikan, maka darah ada di tangan siapa pun yang memberikan perintah itu, siapa pun yang mendukungnya, atau diam saja saat itu terjadi."

"Hal terburuk dari semua ini adalah, kebencian telah muncul. Kebencian akan semakin dalam dan semakin dalam, karena kita bisa melihat situasi [dengan Ukraina] tidak akan berakhir. Tidak ada politik yang bisa menghentikan ini. Kebencian dari kedua pihak akan semakin kuat dan menjadi dinding di antara masyarakat Rusia dan Ukraina hingga berabad-abad mendatang."

Di sebuah pemakaman di Kostroma, delapan tentara memanggul peti Mikhail ke makamnya. Band militer mengiringi dengan musik syahdu. Kemudian terdengar tembakan penghormatan sebelum Lagu Nasional Rusia dimainkan, dan peti diturunkan ke liang lahat.

Seseorang memberikan pidato singkat: "Kehilangan seorang anak laki-laki, saudara laki-laki, dan ayah adalah sebuah tragedi, namun kami bangga dia meninggal dunia membela masyarakat kita, anak-anak kita, negara kita."

Di Kostroma, mereka menyebut Mikhail sebagai "pejuang Tanah Air."

Baca juga:

Namun, tentara Rusia lah yang melewati perbatasan dan masuk ke negara yang berdaulat, kemudian menyerang Ukraina di bawah perintah Presiden Putin.

Para pemimpin Kremlin mengatakan tujuan dari "operasi militer khusus" Putin ini adalah untuk melakukan "demiliterisasi dan denazifikasi" Ukraina, seakan-akan pemerintah Ukraina seluruhnya dijalankan oleh fasisme - sesuatu yang tidak benar.

Di hari-hari belakangan ini, para pejabat Rusia bahkan tidak lagi berusaha menutup-nutupi agenda mereka yang sesungguhnya. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, apa yang terjadi di Ukraina "...adalah pertempuran hidup dan mati untuk hak Rusia masuk dalam peta politik dunia dengan penghormatan penuh kepada kepentingan-kepentingan sah mereka."

Dengan kata lain, ini tentang geopolitik, dan tekad Moskow untuk memaksa Ukraina kembali tunduk pada pengaruh Rusia.

Ini adalah sesuatu yang akan dicegah mati-matian oleh pemerintahan di Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia

Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:13 WIB

Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong

Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong

News | Senin, 23 Februari 2026 | 15:08 WIB

Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang

Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang

News | Senin, 19 Januari 2026 | 20:30 WIB

Link Video Eks Marinir Satria Kumbara Terluka Parah Beri Pesan ke Presiden Prabowo sebelum Hilang

Link Video Eks Marinir Satria Kumbara Terluka Parah Beri Pesan ke Presiden Prabowo sebelum Hilang

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 21:05 WIB

Dubes Rusia: Kami Tak Rekrut WNI Jadi Tentara, Satria Umbara Sendiri yang Mau

Dubes Rusia: Kami Tak Rekrut WNI Jadi Tentara, Satria Umbara Sendiri yang Mau

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 19:52 WIB

Nasib Eks Marinir Jadi Tentara Rusia di Ujung Tanduk, Menkum: Kewarganegaraannya Otomatis Hilang!

Nasib Eks Marinir Jadi Tentara Rusia di Ujung Tanduk, Menkum: Kewarganegaraannya Otomatis Hilang!

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:31 WIB

Borok Satria Kumbara Terbongkar, Jadi Tentara Bayaran Rusia karena Terlilit Pinjol Ratusan Juta

Borok Satria Kumbara Terbongkar, Jadi Tentara Bayaran Rusia karena Terlilit Pinjol Ratusan Juta

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 17:22 WIB

Terima Pulang Eks Marinir Bisa Bikin Indonesia Dicap Lemah, Tapi Kalau Ditolak Melanggar HAM?

Terima Pulang Eks Marinir Bisa Bikin Indonesia Dicap Lemah, Tapi Kalau Ditolak Melanggar HAM?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 11:14 WIB

Jalan Terjal Satria Kumbara Jika Ingin Pulang dari Rusia Menurut Menkumham, Bisa Jadi WNI Lagi?

Jalan Terjal Satria Kumbara Jika Ingin Pulang dari Rusia Menurut Menkumham, Bisa Jadi WNI Lagi?

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 11:57 WIB

DPR Respons Eks Marinir Tentara Bayaran Rusia Minta Pulang: Jangan Cuma Kasihan, Ini Wibawa Negara

DPR Respons Eks Marinir Tentara Bayaran Rusia Minta Pulang: Jangan Cuma Kasihan, Ini Wibawa Negara

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 11:04 WIB

Terkini

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:05 WIB